Presiden Lebanon Murka Iran Terlalu Ikut Campur: Ini Bukan Negara Kalian
Presiden Lebanon Joseph Aoun saat menggelar konferensi pers bersama Presiden Jerman di Istana Kepresidenan di Baabda, sebelah timur Beirut, pada 16 Februari 2026.(KANTOR PERS KEPRESIDENAN LEBANON via AFP)
04:24
6 Juni 2026

Presiden Lebanon Murka Iran Terlalu Ikut Campur: Ini Bukan Negara Kalian

Presiden Lebanon Joseph Aoun melontarkan kritik keras terhadap Iran, menuduh Teheran terlalu mencampuri urusan negaranya dan menjadikan Lebanon sebagai alat tawar dalam konflik dengan Amerika Serikat serta Israel.

Dalam wawancara eksklusif dengan CNN, Jumat (5/6/2026), Aoun menegaskan bahwa rakyat Lebanon sudah muak dengan perang yang terus berulang, terutama konflik antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah yang didukung Iran.

Saat ditanya mengenai keterlibatan Iran, Aoun menuduh Teheran tidak benar-benar membantu Lebanon, melainkan memanfaatkan situasi negara tersebut demi kepentingannya sendiri.

Baca juga: Trump Caci Maki Netanyahu soal Serangan ke Beirut, Hubungan AS-Israel Retak?

“Kalian tidak berusaha membantu kami … rakyat Lebanon yang membayar harganya … demi kepentingan kalian sendiri,” kata Aoun.

Ia menambahkan bahwa kepentingan Lebanon dan Iran tidak sama. Aoun juga secara langsung mengecam Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), pasukan elite Iran, terkait pernyataan mereka mengenai Lebanon.

“Ini bukan negara kalian, ini negara kami,” tegas Aoun.

Menurut Aoun, Iran telah menggunakan Lebanon sebagai bagian dari perundingan dengan Amerika Serikat.

“Mereka menggunakan Lebanon sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi mereka dengan AS. Ini tidak dapat diterima,” katanya.

Kritik terhadap Hizbullah

Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassem.Tasnim News Agency Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassem.

Selain Iran, Aoun juga mengkritik Hizbullah setelah pemimpin kelompok tersebut, Naim Qassem, menolak kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.

Dalam wawancara yang sama, Aoun menegaskan bahwa Qassem tidak mewakili seluruh rakyat Lebanon.

“Kepada Qassem, rakyat Lebanon bukanlah rakyatmu,” ujar Aoun.

Sebelumnya, Qassem menyebut pembicaraan Lebanon-Israel sebagai bentuk “penyerahan diri” dan mengatakan bahwa gencatan senjata itu ditolak oleh banyak segmen masyarakat Lebanon.

Namun, Aoun mengatakan, dirinya telah berbicara dengan warga Lebanon dari berbagai kelompok agama, termasuk komunitas Syiah, yang menyampaikan bahwa mereka sudah lelah dengan perang.

Baca juga: Komandan Pasukan Elite Hizbullah Tewas dalam Serangan Israel di Beirut

“Mereka pantas untuk tidak melihat rumah mereka dihancurkan setiap lima atau sepuluh tahun,” kata Aoun.

Ia juga menunjukkan foto-foto warga sipil Lebanon yang tewas akibat serangan Israel.

“Mereka adalah rakyat Lebanon. Mereka bukan rakyat Naim Qassem,” ujarnya.

Mengakhiri konflik dengan diplomasi

Aoun menambahkan, solusi militer tidak akan pernah membawa keamanan bagi warga Israel di bagian utara negara tersebut. Ia menyerukan agar konflik antara Lebanon dan Israel diselesaikan melalui perundingan.

Menurutnya, Lebanon dan Israel memiliki kesempatan untuk mengakhiri permusuhan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

“Kami siap, kami bersedia, kami berkomitmen (untuk negosiasi guna mengakhiri perang),” kata Aoun.

“Jika kalian tidak bersedia, kalian tidak akan pernah hidup dalam damai, keamanan, dan keselamatan,” lanjutnya.

Aoun menyebut perang yang berlangsung antara Israel dan Hizbullah sebagai konflik yang sia-sia dan tidak akan membawa hasil yang diinginkan.

Ia kembali menegaskan bahwa masyarakat kedua negara sudah lelah dengan peperangan sejak 1948.

“Ini adalah kesempatan besar, dan mereka berdua harus memilih: perang atau diplomasi,” ujar Aoun.

Baca juga: Beirut Tak Boleh Disentuh, Hizbullah Ancam Balas Langsung ke Jantung Kota Israel

Tag:  #presiden #lebanon #murka #iran #terlalu #ikut #campur #bukan #negara #kalian

KOMENTAR