AS Akan Bangun Kembali Negara Teluk, Disebut Pakai Aset Iran
Baliho tentang Selat Hormuz bertuliskan Selamanya di Tangan Iran dipasang di depan patung Arash Sang Pemanah di Lapangan Vanak, Teheran, saat difoto pada 25 Mei 2026.(AFP/ATTA KENARE)
12:12
7 Juni 2026

AS Akan Bangun Kembali Negara Teluk, Disebut Pakai Aset Iran

- Pemerintah Amerika Serikat akan berupaya mengalihkan aset Iran ke negara-negara Teluk untuk pembangunan kembali dan perbaikan kerusakan yang disebabkan oleh Teheran, kata sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Hal ini seiring Teheran menindaklanjuti gelombang serangan terhadap Kuwait dan Bahrain dengan peluncuran drone lebih lanjut.

Dikutip dari Reuters, Minggu (7/6/2026), sumber tersebut mengatakan, Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah mengarahkan sebuah tim untuk menilai biaya kerusakan yang telah ditimbulkan Iran terhadap sekutu-sekutu di Teluk.

AS juga akan mempertimbangkan untuk menggunakan aset Iran dalam perbaikan kerusakan di masa mendatang.

Baca juga: Pentagon Siaga Tinggi, Intel Israel Makin Sering Sadap Pejabat Senior AS

Tak terbatas pada aset Iran

Pengungkapan itu terjadi sehari setelah penasihat pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei mengatakan bahwa kesepakatan perdamaian untuk mengakhiri perang selama tiga bulan bergantung pada pelepasan aset Iran senilai 24 miliar dollar AS yang dibekukan oleh AS.

Sumber tersebut pada hari Sabtu tidak merinci jenis aset apa yang sedang diperiksa oleh Departemen Keuangan. 

Bahasa yang digunakan untuk menggambarkan langkah-langkah baru tersebut tampaknya tidak terbatas pada aset yang dibekukan.

Ancaman pengalihan aset Iran dapat menciptakan gangguan baru terhadap gencatan senjata yang rapuh.

Baca juga: Iran Gempur Pangkalan AS di Teluk Lagi, Kuwait-Bahrain Mencekam

Perundingan perdamaian yang mandek

Perundingan perdamaian tampaknya telah terhenti, meskipun seorang menteri dari Pakistan, sebagai mediator, melakukan perjalanan ke Teheran pada Sabtu (6/6/2026) dengan membawa surat untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Pasukan AS menyerang situs radar pantai Iran di Goruk dan Pulau Qeshm pada Sabtu pagi setelah menembak jatuh drone yang diluncurkan oleh Iran.

Menurut Komando Pusat AS, drone itu menimbulkan ancaman terhadap lalu lintas maritim. 

Dua drone serang Iran lainnya yang mengancam pelayaran di selat tersebut juga ditembak jatuh.

Baca juga: Trump Buka-bukaan Soal Iran: Mereka Kuat, Punya Harga Diri Tinggi

Garda Revolusi Iran mengatakan, pihaknya membalas serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain.

Sementara, Kuwait mengaku telah mencegat tujuh rudal balistik yang melintas di atas daerah pemukiman, sehingga mengakibatkan kerusakan material tetapi tidak ada korban jiwa.

Di Bahrain, sirene berbunyi dan warga diimbau untuk mencari tempat berlindung. 

Iran kemudian mengatakan telah menyerang pangkalan AS di kedua negara tersebut dengan rudal balistik, tetapi militer AS mengatakan enam rudal berhasil dicegat dan yang ketujuh tidak mencapai targetnya.

Tag:  #akan #bangun #kembali #negara #teluk #disebut #pakai #aset #iran

KOMENTAR