China Pamer Rudal Baru Saingan Patriot AS, Pasang ke Arah Taiwan
Peluncur rudal pertahanan HQ-16F saat uji coba di Gurun Gobi, China, Jumat (5/6/2026).(CCTV via MILITARY WATCH MAGAZINE)
19:54
6 Juni 2026

China Pamer Rudal Baru Saingan Patriot AS, Pasang ke Arah Taiwan

- Media Pemerintah China memamerkan foto-foto rudal pertahanan terbaru untuk pasukan tempur yang berhadapan langsung dengan wilayah Taiwan.

Rudal teranyar ini diyakini sebagai HQ-16F, sistem pertahanan udara yang kualitasnya disebut-sebut sebanding dengan Patriot PAC-2 dan PAC-3 buatan Amerika Serikat (AS).

Kepastian mengenai operasional senjata baru ini terungkap melalui tayangan stasiun televisi pemerintah CCTV pada Jumat (5/6/2026), sebagaimana dilaporkan South China Morning Post.

Baca juga: China Punya Rudal Baru PL-16, Lebih Kuat dari yang Jatuhkan Rafale India

Rekaman tersebut menampilkan penilaian operasional dan uji tembak langsung pertama oleh Grup Angkatan Darat ke-73 di Gurun Gobi.

Unit ini merupakan bagian dari Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) yang bermarkas di Xiamen.

Lokasi pangkalannya yang berada tepat di seberang Taiwan membuat unit ini dianggap sebagai ujung tombak dalam setiap potensi konflik lintas selat.

Menurut laporan tersebut, personel militer harus menempuh perjalanan ribuan kilometer (km) dari pangkalan mereka di Provinsi Fujian menuju gurun di wilayah barat laut, untuk menerima senjata baru tersebut sebelum memulai pengujian.

Dalam uji coba itu, rudal diluncurkan dari peluncur bergerak dan dilaporkan sukses mengenai sasaran yang berjarak 50 kilometer.

Baca juga: Kala Mata-mata China Menyamar Jadi HRD Palsu demi Mengorek Rahasia Negara...

Desain aerodinamis dan teknologi canggih

Tangkapan layar dari tayangan stasiun televisi Pemerintah China, CCTV, memperlihatkan uji coba rudal pertahanan terbaru yang diyakini sebagai HQ-16F di Gurun Gobi pada Jumat (5/6/2026).CCTV via SOUTH CHINA MORNING POST Tangkapan layar dari tayangan stasiun televisi Pemerintah China, CCTV, memperlihatkan uji coba rudal pertahanan terbaru yang diyakini sebagai HQ-16F di Gurun Gobi pada Jumat (5/6/2026).Meskipun laporan resmi hanya menyebutnya sebagai sistem pertahanan udara baru, sebuah gambar memperlihatkan pelat nama bertuliskan "HQ-16F".

Penampilan fisik sistem ini juga sesuai dengan HQ-16FE, varian terbaru untuk ekspor dari seri Hong Qi (Bendera Merah)-16 yang dipamerkan pada Zhuhai Air Show 2022.

Secara teknis, rudal ini memiliki desain aerodinamis yang khas tanpa sayap dan hanya mengandalkan empat sirip ekor untuk kontrol penerbangan.

Desain ini membuatnya lebih ringan serta mengurangi hambatan udara, sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan memperpanjang jangkauan tembak.

Selain itu, rekaman yang menunjukkan peluncuran dari sel vertikal penuh mengindikasikan, rudal ini akan kompatibel dengan sistem peluncuran vertikal pada kapal-kapal angkatan laut.

Untuk menghadapi target yang sulit dideteksi, rudal ini menggunakan motor terintegrasi canggih dan pengarah vektor dorong guna meningkatkan kemampuan manuver.

Baca juga: Tanpa China, Bisakah Ekonomi Korea Utara Bertahan?

Perbandingan dengan sistem Patriot AS

Sistem anti-rudal Patriot buatan Amerika Serikat saat dipasang di taman Ibu Kota Taipei, Taiwan, pada 11 Juli 2025 dalam rangka latihan militer Han Kuang. Taiwan kini merancang anti-rudal lainnya, yaitu T-Dome, untuk menangkis serangan China.AFP/I-HWA CHENG Sistem anti-rudal Patriot buatan Amerika Serikat saat dipasang di taman Ibu Kota Taipei, Taiwan, pada 11 Juli 2025 dalam rangka latihan militer Han Kuang. Taiwan kini merancang anti-rudal lainnya, yaitu T-Dome, untuk menangkis serangan China.Walaupun spesifikasi resmi HQ-16F belum dirilis, senjata domestik China umumnya lebih unggul dibandingkan versi ekspornya.

Jika merujuk pada data HQ-16FE, sistem ini mampu mencegat berbagai target mulai dari pesawat terbang, rudal balistik taktis, hingga rudal jelajah supersonik.

Jangkauan maksimum rudal ini mencapai 160 km terhadap pesawat tempur konvensional—empat kali lipat dari versi HQ-16 dasar—dengan ketinggian jelajah hingga 27 km.

Senjata ini bahkan mampu menyerang target yang terbang rendah hanya 15 meter di atas tanah.

Kemampuan tersebut membuat HQ-16F sebanding dengan Patriot PAC-2 dalam hal jangkauan, sedangkan kecanggihan elektronik dan pertahanan rudalnya dinilai setara dengan PAC-3.

Namun, terdapat perbedaan teknis pada cara menghancurkan lawan. Jika Patriot PAC-3 menggunakan teknologi hit-to-kill atau tabrakan kinetik, HQ-16F menggunakan hulu ledak terarah yang melepaskan ledakan fragmentasi ke arah tertentu.

Kekuatan sistem ini juga didukung oleh radar Active Electronically Scanned Array (AESA) yang mampu mendeteksi target dari jarak lebih dari 250 km.

Radar ini sanggup melacak 12 kelompok target secara bersamaan dan menyerang delapan di antaranya.

Baca juga: Video UFO AS Jadi Sorotan, Peneliti China Temukan Obyek Berkecepatan Tak Biasa

Tag:  #china #pamer #rudal #baru #saingan #patriot #pasang #arah #taiwan

KOMENTAR