Cuma Modal Ngobrol dengan Meta AI, Hacker Bisa Ambil Alih Akun Instagram
Tangkapan layar hacker yang mengeksploitasi Meta AI support assistant untuk bajak akun IG orang.(404media.co)
15:36
7 Juni 2026

Cuma Modal Ngobrol dengan Meta AI, Hacker Bisa Ambil Alih Akun Instagram

- Chatbot kecerdasan buatan milik Meta ternyata pernah dijadikan senjata oleh para peretas untuk membajak akun Instagram milik pengguna lain. 

Yang mengejutkan, cara yang digunakan tidak memerlukan keahlian teknis tinggi, cukup dengan memanfaatkan percakapan dengan chatbot AI bawaan Meta.

Celah keamanan ini ditemukan pada fitur Meta AI Support Assistant, sebuah chatbot layanan pelanggan berbasis AI yang diluncurkan Meta pada Maret lalu. 

Fitur ini awalnya dirancang untuk membantu pengguna mengatasi masalah akun, seperti reset password, mengaktifkan autentikasi dua faktor, hingga pemulihan akun yang bermasalah.

Namun seperti dilaporkan media teknologi 404 Media, sejumlah peretas menemukan celah dan mengeksploitasi chatbot tersebut untuk tujuan yang jauh dari niat awalnya.

Baca juga: Soal Privasi, Meta AI Disebut Lebih Mengkhawatirkan dari ChatGPT

Begini cara hacker beraksi

Dalam sebuah video yang beredar di Telegram, seorang peretas memperlihatkan betapa mudahnya ia mengambil alih akun Instagram orang lain. Caranya cukup dengan meminta chatbot Meta untuk mengganti alamat e-mail yang terhubung ke akun target.

Chatbot kemudian mengirimkan kode verifikasi ke alamat e-mail milik peretas. Kode itulah yang digunakan untuk menghubungkan e-mail baru ke akun korban sekaligus mereset kata sandi. Hasilnya, pemilik akun asli kehilangan akses ke akun Instagram mereka tanpa menyadari apa yang terjadi.

Beberapa peretas bahkan menggunakan VPN agar lokasi mereka terlihat berada di wilayah yang sama dengan pemilik akun saat berinteraksi dengan chatbot Meta, demi menghindari kecurigaan sistem.

Akun terkenal jadi sasaran

Para pelaku umumnya mengincar akun Instagram dengan username bernilai tinggi, seperti akun dengan satu huruf, satu kata pendek, atau nama yang berpotensi dijual dengan harga tinggi di pasar gelap.

Kasus ini mencuat bersamaan dengan serangkaian pembajakan akun Instagram yang cukup menggemparkan. 

Salah satunya adalah akun @obamawhitehouse yang pernah digunakan semasa pemerintahan Presiden Barack Obama. Akun tersebut sempat digunakan untuk mengunggah konten berisi propaganda Iran sebelum akhirnya berhasil diamankan kembali.

Selain itu, akun Instagram milik petinggi Angkatan Antariksa Amerika Serikat dan peritel kosmetik Sephora juga dilaporkan sempat dibajak dalam rentang waktu yang sama. Peneliti keamanan siber Jane Manchun Wong pun mengaku menjadi salah satu korban.

"Kata sandi akun saya berubah tanpa sepengetahuan saya dan saya menerima berbagai permintaan reset password sepanjang hari," tulis Wong di platform X.

Baca juga: Bos Meta Bikin AI untuk Membantu Ilmuwan Temukan Obat Baru

Meta akui dan klaim sudah diperbaiki

Meta menyatakan celah keamanan tersebut kini sudah ditambal. Juru Bicara Meta Andy Stone menyebut perusahaan telah memperbaiki masalah dan sedang mengamankan akun-akun yang terdampak. Namun Meta tidak menjelaskan secara rinci bagaimana celah itu bisa terjadi sejak awal.

Kritik terhadap ketergantungan Meta pada AI

Kasus ini memantik kritik tajam terhadap strategi Meta yang semakin agresif menggantikan fungsi layanan pelanggan dengan AI. Sejumlah pakar keamanan menilai langkah tersebut berisiko tinggi jika AI diberi kewenangan menjalankan fungsi-fungsi sensitif tanpa pengawasan yang memadai.

Laporan 404 Media juga mengungkap bahwa banyak korban kesulitan menghubungi staf manusia setelah akun mereka diretas, karena sebagian besar layanan dukungan kini telah dialihkan ke AI.

Gergely Orosz, penulis newsletter teknologi The Pragmatic Engineer, turut menyoroti persoalan ini.

Menurutnya, tim keamanan Instagram telah mengalami banyak pengurangan personel dalam beberapa waktu terakhir, sebagai dampak dari restrukturisasi internal dan perpindahan sumber daya ke proyek-proyek AI.

"Ini bukan peretasan yang canggih. Ini lebih karena terlalu berlebihan mengandalkan AI untuk segala hal, sementara aspek keamanan tidak mendapat perhatian yang sama," tulis Orosz, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Verge.

Baca juga: Cara Download Aplikasi Meta AI di HP Android dan iPhone

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #cuma #modal #ngobrol #dengan #meta #hacker #bisa #ambil #alih #akun #instagram

KOMENTAR