Amran Copot Anak Buahnya yang Bohong Jumlah Bibit Kelapa
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumpulkan ratusan mahasiswa untuk berdiskusi terkait tata kelola pertanian dan pangan di kediamannya, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni’am)
16:04
7 Juni 2026

Amran Copot Anak Buahnya yang Bohong Jumlah Bibit Kelapa

- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot anak buahnya yang kedapatan berbohong terkait jumlah bibit kelapa.

Informasi itu Amran sampaikan saat mengisi kuliah umum di Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara, Sabtu (6/6/2026).

Amran mengatakan, beberapa waktu pihaknya turun ke Sulawesi Tenggara guna memeriksa pelaksanaan program pembibitan sejumlah komoditas penting, termasuk kelapa.

“Dia sebut ini 40 ribu, aku hitung, aku hitung, salah, saya bilang kamu mulai besok jangan menjabat,” kata Amran sebagaimana dikutip dari YouTube Universitas Halu Oleo.

Baca juga: Amran Duga Pembibitan Kelapa Dicurangi, Potensi Kerugian Rp 3,3 M

Selain Sulawesi Tenggara, Amran juga mendapati pejabat Kementerian Pertanian tidak menjalankan tugas pembibitan di Jawa Barat.

Padahal, tugas pembibitan itu sudah ditetapkan sejak setahun lalu namun saat dicek ternyata tidak dikerjakan.

Saat didatangi, kata Amran, pejabat itu tampak celingukan.

“‘Ini SK-mu, mulai hari ini kamu saya copot’. Saya copot di tengah padi,” ujar Amran.

Amran menuturkan, pembibitan di Sulawesi Tenggara dan Jawa Barat merupakan bagian dari proyek besar pemerintah dalam meremajakan sejumlah komoditas perkebunan strategis.

Program itu menargetkan 870.890 hektar lahan di seluruh Indonesia dengan anggaran sekitar Rp 10 triliun.

Ia menekankan, setiap batang bibit kelapa dan komoditas lain akan dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan.

“Tahu enggak satu batang kelapa itu ditanya di akhirat nanti kalau salah? Ditanya kelapanya ini uangnya, ini uang rakyat semua,” ucap Amran.

Sebagai informasi, pemerintah tengah menggencarkan peremajaan sejumlah komoditas strategis di sektor perkebunan yakni kakao, kelapa dalam, lada, mete, gambir, dan tebu.

Pada kesempatan terpisah, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono alias Mas Dar, mengatakan anggaran Rp 9,95 triliun itu akan disalurkan ke petani dalam waktu sekitar tiga tahun.

Melalui program ini, pemerintah hendak mendorong produktivitas sejumlah komoditas perkebunan yang memiliki permintaan tinggi di pasar dunia.

“Kita remajakan bibitnya yang sesuai, yang terstandar, cara pengelolaannya yang bener, maka produktivitasnya tinggi, petaninya tambah sejahtera,” tutur Mas Dar saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Tag:  #amran #copot #anak #buahnya #yang #bohong #jumlah #bibit #kelapa

KOMENTAR