Sempat Diragukan Trump, Netanyahu Pastikan Maju Lagi dalam Pemilu Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) akan kembali mencalonkan diri dalam pemilu nasional mendatang meski sebelumnya sempat diragukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah).(GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ANDREW HARNIK via AFP)
19:12
10 Juni 2026

Sempat Diragukan Trump, Netanyahu Pastikan Maju Lagi dalam Pemilu Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan kembali mencalonkan diri dalam pemilu nasional mendatang, demikian diumumkan Partai Likud pada Rabu (10/6/2026).

Keputusan itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mempertanyakan apakah Netanyahu yang berusia 76 tahun masih ingin maju kembali.

Netanyahu, perdana menteri dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Israel, telah memimpin negaranya selama tiga tahun perang dan saat ini masih menjalani persidangan terkait kasus korupsi.

Baca juga: Isi Telepon Terungkap, Trump Kesulitan Kendalikan Netanyahu dalam Perang Iran

Likud pastikan Netanyahu kembali bertarung

Dalam pernyataan singkatnya, Partai Likud mengatakan Netanyahu akan maju dalam pemilu berikutnya.

“Perdana Menteri Netanyahu akan maju dalam pemilu berikutnya dan, dengan kehendak Tuhan, dia akan menang,” kata partai tersebut melalui Telegram, seperti dikutip AFP.

Pemilu Israel berikutnya belum diumumkan secara resmi, tetapi harus digelar paling lambat Oktober.

Netanyahu sebelumnya juga telah menyatakan bahwa dirinya akan mencalonkan diri kembali.

Ia telah menjabat sebagai perdana menteri selama hampir dua dekade dalam beberapa periode pemerintahan.

Pengumuman Likud itu muncul setelah Trump mengatakan kepada ABC News bahwa dirinya tidak yakin apakah Netanyahu akan kembali maju.

“Saya tidak tahu, dia memiliki karier yang luar biasa. Apakah dia ingin melanjutkan?” kata Trump.

“Karena, Anda tahu, dia adalah perdana menteri di masa perang.”

Hubungan Netanyahu-Trump sempat tegang

Komentar Trump muncul beberapa hari setelah hubungan keduanya sempat mengalami ketegangan akibat perbedaan tujuan dalam perang melawan Iran.

Menurut AFP, Trump bahkan melontarkan kemarahan dalam percakapan telepon dengan Netanyahu menggunakan kata-kata kasar.

Namun, Netanyahu mengecilkan ketegangan tersebut dalam sebuah wawancara dengan CNBC.

Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa para pejabat AS dan Israel menyebut hubungan Trump dan Netanyahu masih dekat, meski sempat mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.

Salah satu sumber ketegangan adalah dorongan Trump agar Israel membatasi operasi militernya di Lebanon ketika Washington melakukan perundingan damai dengan Teheran.

Trump sebelumnya juga mengakui pernah menyebut Netanyahu dengan kata-kata kasar dalam percakapan telepon yang berlangsung panas, meski ia mengatakan bahwa hubungan keduanya tetap baik.

Baca juga: Nekat Serang Iran, Netanyahu Pertaruhkan Hubungan Dekat dengan Trump

Kasus korupsi Netanyahu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masih menghadapi sidang kasus korupsi.AFP/ALEX KOLOMOISKY Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masih menghadapi sidang kasus korupsi.

Masa depan politik Netanyahu juga dibayangi persidangan kasus korupsi yang sedang berjalan.

Trump sebelumnya beberapa kali menyerukan agar Presiden Israel memberikan pengampunan kepada Netanyahu terkait tuduhan korupsi tersebut.

Sementara itu, di dalam negeri, berbagai jajak pendapat menunjukkan koalisi Netanyahu berisiko gagal memperoleh mayoritas pada pemilu berikutnya.

Sebuah survei yang diterbitkan Israel Democracy Institute pada 9 Juni menyebut 61 persen warga Israel menilai Netanyahu seharusnya tidak kembali mencalonkan diri.

Namun, jajak pendapat juga menunjukkan koalisi partai oposisi kemungkinan belum cukup untuk meraih mayoritas parlemen tanpa membentuk aliansi dengan partai-partai Arab, sesuatu yang telah ditolak oleh sejumlah pemimpin oposisi.

Netanyahu memimpin di tengah perang

Selama masa pemerintahannya, Netanyahu menghadapi situasi yang penuh gejolak. Ia kembali menjabat pada Desember 2022 sebagai pemimpin koalisi paling kanan dalam sejarah Israel.

Israel saat ini menjalankan operasi militer di beberapa front. Di Gaza, Israel melanjutkan operasi terhadap Hamas meski terdapat gencatan senjata di wilayah Palestina tersebut.

Di Lebanon, Israel menjalankan kampanye terhadap kelompok yang didukung Iran, Hizbullah, meski ada gencatan senjata lain.

Selain itu, Israel bersama sekutunya, AS, juga melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran yang menewaskan banyak anggota kepemimpinan negara tersebut dan memicu perang yang meluas ke kawasan.

Baca juga: Netanyahu Ditelepon Trump, Israel Langsung Setop Serangan ke Iran

Tag:  #sempat #diragukan #trump #netanyahu #pastikan #maju #lagi #dalam #pemilu #israel

KOMENTAR