Iran Tak Mau Lepaskan Kendali Selat Hormuz, Beda dari Klaim Trump?
Kapal-kapal terlihat mengantre di Selat Hormuz, saat difoto dari Bandar Abbas, Iran selatan, 4 Mei 2026.(ISNA/AMIRHOSSEIN KHORGOOEI via AFP)
17:54
12 Juni 2026

Iran Tak Mau Lepaskan Kendali Selat Hormuz, Beda dari Klaim Trump?

Iran menyatakan tidak akan menyerahkan kendali atas Selat Hormuz sebagai bagian dari rancangan kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.

Media pemerintah Iran, IRNA, pada Jumat (12/6/2026) melaporkan bahwa dalam rancangan kesepakatan tersebut, Teheran tidak berkomitmen untuk menyerahkan pengelolaan selat atau mengembalikan kondisi yang ada sebelum agresi militer Amerika dan Israel.

Pernyataan Iran muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyebut bahwa kesepakatan dengan Teheran kemungkinan segera ditandatangani.

Baca juga: Hacker Iran Ancam Piala Dunia, Klaim Bobol Drone FBI

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa AS akan menyerang Iran “sangat keras” pada Kamis (!1/6/2026), tetapi kemudian menyatakan pembatalan serangan setelah mengeklaim para negosiator telah “mencapai penyelesaian besar” dengan Iran.

Trump mengatakan, kesepakatan itu masih menunggu penyelesaian dokumen dan kemungkinan akan ada upacara penandatanganan di Eropa.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa laporan mengenai adanya kesepakatan masih bersifat spekulatif.

“Tidak ada yang telah difinalisasi,” kata Baghaei, sebagaimana dikutip AFP.

Ia menyebut sebagian besar isi rancangan nota kesepahaman telah “difinalisasi”, tetapi Amerika Serikat telah mengajukan “tuntutan berlebihan” serta menambahkan “permintaan baru”.

Baghaei juga menegaskan bahwa Iran tidak akan “meninggalkan garis merahnya”.

Selat Hormuz jadi isu utama

Ilustrasi Selat Hormuz.GOOGLE MAPS Ilustrasi Selat Hormuz.

Selat Hormuz menjadi salah satu isu penting dalam pembicaraan antara Washington dan Teheran. Jalur sempit di Teluk tersebut menjadi rute utama bagi pengiriman minyak dan gas alam cair dunia.

Meski kedua pihak sebelumnya menyepakati gencatan senjata pada April setelah berperang sejak 28 Februari, bentrokan kembali terjadi. Dalam pekan ini, AS dan Iran terlibat dua putaran serangan balasan.

Baca juga: Baru Saja Trump Sebut Perang Berakhir, AS Tembak Jatuh 2 Drone Iran di Selat Hormuz

Trump mengatakan bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka “segera setelah kami menandatanganinya”.

Ia juga menyebut kesepakatan tersebut bertujuan memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir.

“Kami memiliki kesepakatan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, yang merupakan seluruh tujuan dari apa yang harus kami lalui untuk mendapatkan ini,” ujar Trump.

Perbedaan sikap AS dan Iran

Gedung Putih mendorong penyelesaian cepat dalam perundingan dengan Iran, termasuk pembahasan mengenai keamanan Selat Hormuz dan ambisi nuklir Teheran.

Sementara itu, Iran tetap menolak sejumlah tuntutan AS. Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan bahwa keputusan yang dianggap salah dapat membawa konsekuensi panjang.

“Strategi yang salah dan keputusan impulsif akan menciptakan rawa tanpa akhir yang akan membuat Anda terjebak selama bertahun-tahun,” kata Ghalibaf.

Sebelum klaim terbaru mengenai kesepakatan, Trump sempat mengancam akan menyerang Iran dan mengambil alih Pulau Kharg, lokasi terminal ekspor minyak utama Iran.

Iran kemudian memperingatkan bahwa setiap serangan lanjutan terhadap infrastruktur minyaknya akan mendapat balasan.

“Dengan mempertimbangkan ancaman terbaru AS terhadap infrastruktur minyak Iran, ekspor minyak dan gas akan tersedia untuk semua orang atau tidak tersedia untuk siapa pun,” kata militer Iran dalam sebuah pernyataan.

Hingga kini, kedua pihak masih berbeda pandangan mengenai status kesepakatan tersebut. 

Baca juga: Iran Bantah Capai Kesepakatan dengan AS, Minta Publik Tak Langsung Percaya Trump

Tag:  #iran #lepaskan #kendali #selat #hormuz #beda #dari #klaim #trump

KOMENTAR