7 Alasan Mengapa Masih Merasa Lapar Setelah Makan, Salah Satunya Stres
- Siklus makan yang normal adalah kamu akan makan saat lapar dan berhenti saat kenyang. Namun, siklus ini kerap tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Sering kali, seseorang terus merasa belum kenyang meskipun porsi makannya sudah memadai. Hal ini bisa dipicu oleh berbagai faktor fisik hingga emosional yang sering tidak disadari.
“Wajar jika nafsu makan sedikit berfluktuasi dari hari ke hari, tetapi jika kamu merasakan rasa lapar yang terus-menerus setelah setiap makan, bahkan ketika kamu merasa sudah cukup makan, saya sarankan untuk melihat faktor gaya hidup atau stres kehidupan lain yang mungkin berperan,” kata ahli gizi Maddie Pasquariello, MS, RDN, melansir Self Magazine, Minggu (5/4/2026).
Baca juga: Apa Itu Emotional Eating? Beda dengan Lapar Biasa
Menurut Pasquariello, deretan faktor tersebut dapat memicu dorongan untuk mengonsumsi makanan apapun yang berada di dekatmu.
"Keinginan dan dorongan kompulsif seputar makanan dapat mengganggu, dan bahkan jika kamu merasa sudah cukup makan, tubuhmu mungkin tidak merasa sepenuhnya puas atau kenyang," jelas dia.
Penyebab masih merasa lapar setelah makan
1. Efek kondisi medis dan obat-obatan
Beberapa obat psikiatri dapat memicu rasa lapar, termasuk antidepresan, antipsikotik, serta penstabil suasana hati.
Masalah medis tertentu seperti hipotiroidisme, PMS, dan perimenopause, juga berpotensi menciptakan efek serupa.
Untuk mengatasinya, terapkan pola diet tinggi serat dan olahraga rutin. Jika gejala ini terus mengganggu, segera konsultasikan alternatif obatmu ke dokter.
2. Porsi makan kurang
Kebutuhan kalori harianmu sangat dinamis. Melakukan olahraga kardio hingga memasuki fase kehamilan menuntut pembakaran energi yang jauh lebih besar.
“Apa yang terasa cukup bagi tubuh, suatu hari mungkin akan berubah keesokan harinya, tergantung pada seberapa aktif dirimu, gaya latihanmu, dan faktor lainnya. Dan apa yang cukup bagi satu orang akan sangat berbeda bagi orang lain,” ungkap Pasquariello.
Baca juga: Tanpa Obat Pelangsing, Ini 10 Cara Redam Keinginan Makan Berlebih
Pantau pola makanmu untuk melihat kecenderungannya. Menambah camilan padat nutrisi di sela waktu makan adalah langkah yang bagus untuk memulainya.
3. Mengunyah terlalu cepat
Tubuh butuh waktu untuk mencerna sinyal kenyang. Saat kamu menelan hidangan terlalu cepat, perut tidak sempat mengirimkan sinyal kecukupan tersebut ke saraf pusat.
“Dibutuhkan waktu bagi otak untuk menyesuaikan diri dengan perut,” kata konselor makan intuitif bersertifikat, Rebecca Ditkoff, MPH, RD.
Oleh karena itu, biasakan menunggu sekitar 10 hingga 20 menit usai suapan terakhir agar rasa kenyang benar-benar muncul.
4. Jeda waktu makan terlalu lama
Membiarkan perut kosong berjam-jam tanpa asupan justru merugikan. Pasquariello mengatakan, tubuh menjadi tidak sepenuhnya kenyang setelah makan dalam porsi yang biasanya kamu makan.
Usahakan membagi jadwal makanmu secara merata dan hindari melewatkan sarapan.
5. Gizi tidak seimbang
Minimnya protein, lemak, dan serat, membuatmu mudah lapar kembali, apalagi jika piringmu didominasi oleh karbohidrat olahan.
“Jika kamu makan banyak makanan, tetapi makanan tersebut sebagian besar terdiri dari karbohidrat yang cepat dicerna, kamu cenderung merasa lapar lagi nanti, setelah karbohidrat tersebut dicerna,” papar Pasquariello.
"Kombinasi ketiga nutrisi penting tersebut mengontrol lonjakan gula darahmu. Jika ada unsur gizi yang hilang, itu dapat memengaruhi kemampuanmu untuk merasa kenyang,” tambah Ditkoff.
6. Kurangnya kepuasan sensorik
Lapar tak melulu soal kurang energi. Kamu mungkin sebenarnya tidak puas dengan apa yang kamu makan secara sensorik.
“Katakanlah kamu makan sesuatu yang sangat hambar dan membosankan, dan tidak banyak rasa, dan itu sebenarnya bukan yang ingin kamu makan,” terang Ditkoff.
Baca juga: Bagaimana Pola Makan Pengaruhi Hormon Stres
Agar masalah ini selesai, pastikan hidanganmu terasa “menyenangkan” di lidah.
7. Stres dan emosi
Kondisi psikologis amat memengaruhi kondisi perut. Jika kamu sangat bosan, atau sebaliknya sangat teralihkan perhatiannya saat melakukan sesuatu, ada kemungkinan keinginan makan lagi muncul.
"Bahkan jika kamu baru saja makan dan merasa kenyang setelahnya, tubuhmu menginginkan sesuatu untuk dikunyah karena tekstur atau alasan kenyamanan," terang Pasquariello.
Jangan menghakimi diri sendiri saat terjebak nafsu makan emosional semacam ini. Alih-alih fokus pada apa yang perlu kamu kurangi, Pasquariello menyarankan untuk memikirkan apa yang dapat kamu makan selanjutnya, tapi tetap pastikan makanan tersebut sehat.
Tag: #alasan #mengapa #masih #merasa #lapar #setelah #makan #salah #satunya #stres