Kecemasan Sosial Bisa Picu Kecanduan Media Sosial, Ini Temuan Studi
Ilustrasi susah tidur karena main HP. Kebiasaan membandingkan diri di media sosial ternyata bisa memicu kecanduan digital, terutama pada anak muda yang mengalami kecemasan sosial.(Shutterstock)
15:35
8 April 2026

Kecemasan Sosial Bisa Picu Kecanduan Media Sosial, Ini Temuan Studi

Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial ternyata bisa memicu kecanduan digital, terutama pada anak muda yang mengalami kecemasan sosial.

Melansir Psypost (6/4/2026), studi yang dipublikasikan dalam jurnal Addictive Behaviors menemukan adanya pola jelas antara kecemasan sosial, kebiasaan membandingkan diri, dan perilaku adiktif terhadap teknologi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kecanduan digital tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi berkembang melalui proses psikologis yang berulang.

Temuan tersebut menjadi peringatan bahwa penggunaan media sosial yang tampak biasa bisa berkembang menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan.

Baca juga: Bukan Malas, Ini Alasan Gen Z Sering Mengabaikan Email Kerja

Saat media sosial jadi “tempat aman” dari kecemasan

Bagi banyak anak muda, media sosial bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga ruang untuk merasa lebih aman.

Individu dengan kecemasan sosial cenderung merasa tidak nyaman saat berinteraksi langsung dengan orang lain.

Mereka memiliki ketakutan untuk dinilai negatif, sehingga komunikasi di dunia nyata terasa melelahkan. Dalam kondisi ini, dunia digital menjadi alternatif yang lebih mudah dikendalikan.

Di media sosial, seseorang bisa melihat, membaca, dan merespons tanpa tekanan interaksi langsung.

Namun, kebiasaan ini perlahan bisa membuat seseorang semakin bergantung pada ruang digital.

Baca juga: Tekanan Media Sosial Bikin Gen Z Sulit Bangun Hubungan Sehat

Kebiasaan membandingkan diri jadi pemicu utama

Ilustrasi main hp. Kebiasaan membandingkan diri di media sosial ternyata bisa memicu kecanduan digital, terutama pada anak muda yang mengalami kecemasan sosial.Freepik Ilustrasi main hp. Kebiasaan membandingkan diri di media sosial ternyata bisa memicu kecanduan digital, terutama pada anak muda yang mengalami kecemasan sosial.

Peneliti menemukan bahwa salah satu faktor kunci yang memperkuat kecanduan digital adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.

Linimasa media sosial yang dipenuhi pencapaian, gaya hidup, dan penampilan orang lain mendorong pengguna untuk terus mengevaluasi diri.

Sebagian orang membandingkan diri dengan mereka yang terlihat lebih sukses, yang dapat memicu rasa tidak cukup.

Sebagian lainnya membandingkan diri dengan mereka yang dianggap kurang beruntung untuk meningkatkan rasa percaya diri sementara.

Kedua pola ini sama-sama membuat pengguna terus kembali ke layar.

Baca juga: Psikolog Ungkap Dampak Media Sosial pada Remaja, dari Kecemasan hingga Cyberbullying

Terjebak dalam siklus yang sulit dihentikan

Penelitian yang melibatkan 330 anak muda usia 18 hingga 25 tahun di Hong Kong menunjukkan pola yang konsisten.

Peserta dengan tingkat kecemasan sosial tinggi di awal penelitian cenderung mengalami peningkatan perilaku adiktif terhadap media sosial dalam tiga bulan berikutnya.

Kebiasaan membandingkan diri menjadi penghubung utama dalam proses tersebut.

Artinya, kecemasan mendorong seseorang untuk membandingkan diri, lalu kebiasaan itu membuat mereka semakin sulit lepas dari media sosial.

Sekitar 30 persen peserta bahkan menunjukkan gejala yang mengarah pada risiko tinggi kecanduan digital.

Berdampak negatif pada kesehatan mental

Kecanduan digital tidak hanya terlihat dari lamanya waktu layar, tetapi juga dari pola pikir yang terbentuk.

Seseorang bisa terus memikirkan media sosial, merasa gelisah saat tidak membuka aplikasi, atau kesulitan berhenti meski sudah berniat.

Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk belajar, bekerja, dan hubungan sosial.

Dalam jangka panjang, ketergantungan ini juga dapat memperburuk kecemasan yang sudah ada sebelumnya.

Baca juga: Dampak Oversharing di Media Sosial, Bisa Ganggu Emosi hingga Relasi

Perlu kesadaran sebelum kebiasaan jadi masalah

Peneliti menekankan bahwa kecanduan digital berawal dari kebiasaan kecil yang berulang.

Menggunakan media sosial untuk menghindari interaksi langsung mungkin terasa membantu dalam jangka pendek.

Namun, jika terus dilakukan, hal ini justru membuat seseorang semakin sulit menghadapi interaksi di dunia nyata.

Temuan ini juga menjadi pengingat bagi profesional kesehatan mental untuk memperhatikan kebiasaan digital pasien dengan kecemasan sosial.

Kecanduan digital pada anak muda tidak lepas dari faktor psikologis seperti kecemasan sosial dan kebiasaan membandingkan diri.

Proses ini berkembang secara bertahap dan bisa membentuk siklus yang sulit dihentikan.

Memahami pola tersebut menjadi langkah awal untuk mengelola penggunaan teknologi agar tetap sehat dan seimbang.

Tag:  #kecemasan #sosial #bisa #picu #kecanduan #media #sosial #temuan #studi

KOMENTAR