Penyebab Kanker Bukan Sekadar Genetik, Gaya Hidup Lebih Berpengaruh
Ilustrasi gaya hidup sehat(Shutterstock)
16:40
18 April 2026

Penyebab Kanker Bukan Sekadar Genetik, Gaya Hidup Lebih Berpengaruh

– Sebagian orang masih mengira kanker sepenuhnya ditentukan oleh faktor keturunan. Jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa, seseorang kerap merasa tidak memiliki kendali terhadap risiko tersebut.

Padahal, kenyataannya tidak sepenuhnya demikian. Risiko kanker tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetik, tetapi juga berkaitan dengan gaya hidup sehari-hari.

Ahli onkologi dr. Tanujaa Rajasekaran menjelaskan bahwa faktor genetik memang berperan, tetapi kontribusinya relatif kecil dibandingkan faktor lain yang dapat dikendalikan.

“Setiap kali kita berbicara tentang risiko kanker yang diturunkan secara genetik, umumnya hal itu hanya menyumbang sekitar 5 hingga 10 persen dari kanker yang kita temui,” jelasnya dalam Forum Onkologi Lessons for Life 2026 melalui Zoom, Sabtu (18/4/2026).

Baca juga: Mengapa Nyeri Bahu Bisa Jadi Tanda Kanker Hati, Ini Penjelasan Dokter

Faktor Genetik Tidak Dapat Diubah

Faktor genetik berkaitan dengan perubahan gen yang diwariskan dari orangtua.

Dalam beberapa kasus, perubahan ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena jenis kanker tertentu, seperti kanker payudara, ovarium, atau prostat.

Mutasi gen seperti BRCA1 dan BRCA2, misalnya, dikenal dapat meningkatkan risiko kanker secara signifikan.

Namun, faktor ini tidak dapat diubah karena berkaitan dengan kondisi biologis yang sudah ada sejak lahir.

Gaya Hidup Berperan Lebih Besar

Meski faktor genetik tidak dapat dikendalikan, sebagian besar risiko kanker justru berasal dari faktor yang bisa diubah.

Faktor ini dikenal sebagai modifiable risk factors, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan gaya hidup dan lingkungan sehari-hari.

“Risiko lain yang kita bicarakan adalah faktor risiko yang dapat dimodifikasi, sesuatu yang berkaitan dengan gaya hidup, lingkungan, hal-hal yang berpotensi dapat Anda kendalikan,” jelas Rajasekaran.

Artinya, risiko kanker tidak sepenuhnya ditentukan oleh kondisi bawaan sejak lahir, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kebiasaan yang dijalani sehari-hari.

Karena bersifat dapat dikendalikan, perubahan pada faktor-faktor ini dinilai berperan besar dalam menurunkan risiko kanker secara keseluruhan.

Baca juga: Studi Ungkap Orang yang Menikah Memiliki Risiko Kanker Lebih Rendah, Simak Penjelasannya

Kebiasaan Sehari-hari Jadi Penentu

Faktor-faktor tersebut pun banyak ditemukan dalam kebiasaan sehari-hari yang sering kali tidak disadari.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko antara lain kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, pola makan tinggi makanan olahan, serta kurangnya aktivitas fisik.

Kebiasaan tersebut dapat memicu perubahan dalam tubuh secara bertahap, seperti peradangan hingga kerusakan sel, yang dalam jangka panjang berpotensi berkembang menjadi kanker.

Sebaliknya, perubahan gaya hidup sederhana dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan.

Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang dapat membantu menurunkan risiko kanker.

“Faktor-faktor risiko ini menjelaskan tingginya prevalensi kejadian kanker yang kita lihat,” tutur Rajasekaran.

Dengan kata lain, pilihan gaya hidup sehari-hari menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam meningkatkan maupun menurunkan risiko kanker.

Risiko Tetap Bisa Dikendalikan

Meskipun seseorang memiliki risiko genetik, bukan berarti kanker tidak dapat dicegah.

Gaya hidup sehat tetap berperan penting dalam menekan risiko, bahkan pada individu dengan predisposisi genetik.

Rajasekaran menegaskan bahwa masih ada banyak faktor yang bisa dikendalikan untuk mengurangi risiko kanker.

“Saat kita berbicara tentang faktor risiko yang dapat dimodifikasi, kita berpotensi mengubah dan dengan demikian mengurangi risiko terkena kanker,” ucapnya.

Baca juga: Jangan Tunggu Gejala Muncul, Lakukan Skrining Kanker Sejak Dini

Pentingnya Kesadaran Sejak Dini

Memahami perbedaan antara faktor genetik dan gaya hidup menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan kanker.

Melalui kesadaran ini, seseorang dapat lebih fokus pada hal-hal yang masih bisa dikendalikan.

Langkah sederhana seperti mengurangi kebiasaan merokok, menjaga pola makan, serta rutin beraktivitas fisik dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang.

Dengan begitu, pencegahan kanker dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Tag:  #penyebab #kanker #bukan #sekadar #genetik #gaya #hidup #lebih #berpengaruh

KOMENTAR