Jerawat di Leher Tiba-tiba Muncul di Usia 40, Ini Sebabnya
- Jerawat sering dikaitkan dengan masa remaja. Tapi, tidak sedikit orang yang justru mengalami masalah kulit ini di usia 40 tahunan, bahkan di area yang tak biasa seperti leher.
Kondisi ini ternyata cukup umum terjadi, terutama pada perempuan. Dermatolog menyebutkan bahwa perubahan hormon hingga gaya hidup menjadi pemicu utama munculnya jerawat di area tersebut.
“Jerawat di leher pada perempuan usia 40-an ternyata cukup umum terjadi,” ujar dokter kulit bersertifikat Shereene Idriss, dikutip dari Real Simple, Selasa (21/4/2026).
Baca juga: Penyebab dan Cara Menghilangkan Jerawat di Leher
Lalu, apa saja penyebabnya dan mengapa kondisi ini bisa muncul tiba-tiba?
Penyebab jerawat leher muncul di usia 40 tahun
Perubahan hormon yang memicu produksi minyak berlebih
Salah satu penyebab utama munculnya jerawat di leher pada usia 40-an adalah perubahan hormon, terutama saat memasuki masa perimenopause.
Pada fase ini, kadar estrogen mulai menurun, sementara hormon testosteron menjadi lebih dominan. Kondisi ini memicu produksi minyak berlebih pada kulit yang akhirnya menyumbat pori-pori.
“Fluktuasi hormon dapat berkontribusi, terutama saat perimenopause, ketika estrogen menurun dan testosteron menjadi lebih dominan,” jelas Idriss.
Ia menambahkan, kondisi ini dapat menyebabkan jerawat muncul di area rahang, dagu, hingga leher.
Hal ini membuat jerawat di usia dewasa cenderung berbeda dari jerawat remaja, baik dari lokasi maupun tingkat keparahannya.
Keringat dan kebersihan kulit yang kurang optimal
Faktor lain yang sering menjadi pemicu adalah kebiasaan setelah beraktivitas, terutama bagi mereka yang rutin berolahraga.
Menurut dermatolog Kavita Mariwalla, jerawat di leher banyak dialami oleh orang yang sering berkeringat namun tidak segera membersihkan kulit.
Baca juga: Trik Bugar di Usia 40 an ala Marsha Timothy dan Mita Soedarjo
“Ada dua kategori orang yang sering mengalami jerawat di leher. Pertama, mereka yang banyak berkeringat dan tidak segera mandi. Kedua, mereka yang mengalami jerawat hormonal,” ujarnya.
Keringat yang bercampur dengan kotoran dan minyak dapat menyumbat pori-pori, sehingga memicu munculnya jerawat yang cenderung lebih besar dan terasa nyeri.
Gesekan dan iritasi dari benda sehari-hari
Kebiasaan sehari-hari juga dapat memperburuk kondisi jerawat di leher. Gesekan dari benda seperti kalung, kerah baju, atau syal dapat menyebabkan iritasi pada kulit.
“Gesekan dari perhiasan, kerah, atau syal dapat memperparah jerawat di leher,” tutur Idriss.
Selain itu, kebiasaan menyentuh area leher juga dapat memperburuk kondisi. Tangan yang tidak bersih bisa membawa bakteri yang memicu peradangan pada kulit.
Tak hanya itu, penggunaan parfum atau deterjen tertentu juga bisa menjadi pemicu iritasi.
Bahan kimia dalam produk tersebut dapat membuat kulit lebih sensitif dan rentan berjerawat.
Penggunaan produk skincare yang tidak tepat
Penggunaan produk perawatan kulit yang tidak sesuai juga dapat memperparah jerawat di leher. Salah satunya adalah retinol yang sering digunakan untuk anti-aging.
Meski efektif untuk wajah, penggunaan retinol di area leher perlu berhati-hati. Tekstur kulit leher yang lebih tipis membuatnya lebih rentan iritasi.
“Jangan gunakan retinoid di area leher karena dapat terperangkap di lipatan kulit dan menyebabkan ruam,” jelas Mariwalla.
Selain itu, penting untuk memilih produk yang sesuai dengan jenis kulit, terutama yang memiliki formula lembut dan tidak menyumbat pori.
Karakter jerawat di leher yang lebih nyeri dan besar
Jerawat di leher sering kali memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan jerawat di wajah. Umumnya, jerawat ini lebih besar, lebih dalam, dan terasa lebih nyeri.
“Jerawat di leher cenderung lebih besar dan menyakitkan bagi kebanyakan orang,” ungkap Mariwalla.
Baca juga: Tanda Stres pada Penampilan, Muncul Jerawat hingga Mata Sembab
Hal ini disebabkan oleh struktur kulit di area leher yang berbeda, serta faktor hormonal yang lebih dominan pada usia dewasa.
Munculnya jerawat di leher pada usia 40-an bukanlah hal yang aneh. Perubahan hormon, kebiasaan sehari-hari, hingga penggunaan produk skincare menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi ini.
Memahami penyebabnya dapat membantu menentukan langkah perawatan yang tepat, sehingga kulit tetap sehat dan terawat meski usia terus bertambah.