Perjuangan Ivany, Srikandi Bluebird yang Menembus Batas demi Anak
Ivany Rosaline (45), Srikandi Bluebird yang berjuang di jalanan sebagai orangtua tunggal demi dua anaknya, saat ditemui di Kompas.com di Bluebird Group Headquarters, Jakarta, beberapa waktu lalu.(Kompas.com / Nabilla Ramadhian)
12:30
22 April 2026

Perjuangan Ivany, Srikandi Bluebird yang Menembus Batas demi Anak

- Ivany Rosaline (45) tak pernah menyangka bahwa seragam biru akan menjadi simbol penyelamat bagi keutuhan keluarganya.

Bergabung sebagai pengemudi Bluebird, pada awal 2024, ibu tunggal ini memulai langkahnya di aspal karena desakan kebutuhan yang tak bisa lagi ditunda.

Sebelum memutuskan memegang kemudi taksi, Ivany telah melewati berbagai fase kehidupan yang penuh pasang surut.

Kehidupan Ivany berubah drastis setelah berpisah dan harus menghidupi anak-anaknya seorang diri. Tekanan finansial yang kian berat memaksanya berpikir keras demi menjamin masa depan buah hatinya.

"Terjun ke Bluebird karena enggak punya duit sama sekali. Beneran, enggak punya duit sama sekali. Anak-anak mau makan, buat sekolah, karena aku kan single parent ya, jadi muter otak, 'Gimana nih untuk kehidupan anak-anak'. Karena kita enggak bisa ngandelin orang lain," kata Ivany kepada Kompas.com di Bluebird Group Headquarters, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Di Balik Perjuangan Mengasuh Anak ADHD, Sahabat Ungkap Keteguhan Ira sebagai Ibu

Perjuangan Ivany menjadi orangtua tunggal

Titik terendah di ruang ICU

Keputusannya menjadi pengemudi taksi bukan lahir dari ruang hampa. Sebelum tahun 2024, Ivany adalah seorang petarung di dunia wirausaha.

Puncak ujian hidupnya terjadi pada tahun 2023. Saat itu, usaha dagang makanannya sedang diuji. Di saat yang sama, sang anak bungsu harus dilarikan ke ruang ICU karena komplikasi diabetes. Ivany merasa dunianya benar-benar runtuh.

"Saat anak saya yang bungsu masuk ICU kena gula. Dan hampir collapse, hampir meninggal. Itu yang terberat. Dunia saya runtuh," ujar Ivany.

Baca juga: 100 Kata-Kata Perjuangan Hidup untuk Bangkit dari Keterpurukan

Ivany Rosaline (45), Srikandi Bluebird yang berjuang di jalanan sebagai orangtua tunggal demi dua anaknya, saat ditemui di Kompas.com di Bluebird Group Headquarters, Jakarta, beberapa waktu lalu.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Ivany Rosaline (45), Srikandi Bluebird yang berjuang di jalanan sebagai orangtua tunggal demi dua anaknya, saat ditemui di Kompas.com di Bluebird Group Headquarters, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam kepasrahan, Ivany menyadari perannya bukan sekadar mendampingi, melainkan memastikan masa depan anak-anaknya tetap aman meski badai ekonomi melanda.

"Saya cuma bilang, kalau misalnya takdirnya dia harus lewat, ambil dengan segera. Tapi kalau misalnya ada lagi tugas yang harus dia kerjakan di dunia ini, mohon pulihkan. Itu yang terberat," ucap Ivany.

Baca juga: Menjadi Ibu Butuh Persiapan Fisik dan Mental yang Utuh

Mencari kepastian di atas aspal

Kehabisan tabungan setelah berbagai usaha gagal dan biaya pengobatan anak yang membengkak, memaksa Ivany mencari pekerjaan dengan penghasilan yang cepat dan pasti.

Ia melihat pengemudi taksi sebagai profesi yang fleksibel, tetapi menjanjikan secara finansial untuk menutupi kebutuhan harian.

Baginya, keselamatan adalah pertimbangan utama saat memutuskan bergabung dengan Bluebird.

Sebagai perempuan yang akan menghabiskan waktu belasan jam di jalanan, ia membutuhkan jaminan keamanan yang diberikan perusahaan kepada para mitra pengemudi perempuannya.

"Kenyamanan keamanan perempuan di dunia transportasi, yang saya lihat Bluebird. Makanya saya putuskan untuk bergabung," kata Ivany.

Melalui pelatihan selama tiga hari dan bimbingan dari para senior, Ivany mulai menemukan ritme kerjanya.

Baginya, konsistensi adalah kunci untuk mendapatkan penghasilan yang layak guna membayar biaya sekolah anak-anaknya di sekolah swasta.

Baca juga: Biaya Hidup Makin Mahal, Tahan Godaan Belanja Saat Pegang Uang

Keajaiban sedekah dan rezeki tak terduga

Kehidupan di jalanan ternyata membawa Ivany pada banyak pengalaman spiritual yang tak terduga.

Ia percaya, rezeki sudah diatur dan sering kali datang melalui cara-cara yang ajaib, jika disertai dengan niat baik dan sedekah.

Salah satu mukjizat kecil terjadi saat ia harus melunasi uang buku sekolah anaknya senilai jutaan rupiah. Secara tak terduga, seorang penumpang memberinya uang tambahan dan mengisi saldo e-toll dalam jumlah besar tepat di tengah kegelisahan yang melanda dirinya.

Baca juga: 6 Rekomendasi Film tentang Perjuangan Ibu

Ivany Rosaline (45), Srikandi Bluebird yang berjuang di jalanan sebagai orangtua tunggal demi dua anaknya, saat ditemui di Kompas.com di Bluebird Group Headquarters, Jakarta, beberapa waktu lalu.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Ivany Rosaline (45), Srikandi Bluebird yang berjuang di jalanan sebagai orangtua tunggal demi dua anaknya, saat ditemui di Kompas.com di Bluebird Group Headquarters, Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Saya kaget, bapak- bapak masuk, judes banget. Tiba-tiba dia ngasih 500 ribu. 'Pak ini uang apa ya?', 'Udah itu dari saya, pegang aja'," kata Ivany.

Tak hanya itu, Ivany juga memiliki prinsip kuat untuk selalu berbagi meski dalam kondisi sulit.

Pernah suatu pagi, ia berniat bersedekah di masjid, tetapi terlewat karena terburu-buru mengejar antrean di bandara. Ia kemudian memberikan uang tersebut kepada seorang pengemis tuna netra yang ia temui di jalan.

Tak disangka, hari itu ia mendapatkan omzet yang melonjak tajam hingga menembus angka jutaan rupiah hanya dengan membawa sedikit penumpang.

"Argo saya Rp 1,4 juta hari itu, saya cuma narik lima orang. The power of sedekah. Seru banget deh. Banyak pokoknya hal-hal yang ibaratnya di luar nalar kita," ujar Ivany.

Baca juga: Perjuangan Maria Sekolahkan Anak hingga Kuliah, Kini Mengungsi akibat Erupsi Lewotobi

Menepis rasa bersalah demi masa depan

Sebagai seorang ibu yang bekerja dengan jam kerja yang panjang, terkadang subuh hingga malam, Ivany tak menampik perasaan bersalah karena harus meninggalkan anak-anaknya di rumah.

Namun, ia berdamai dengan kenyataan bahwa kemandirian finansial adalah bentuk kasih sayang nyata agar kebutuhan pendidikan dan kesehatan anak-anaknya tetap terpenuhi.

Fasilitas mes khusus serta bantuan pinjaman pendidikan dari perusahaan turut meringankan beban mentalnya. Ivany pun kini lega karena bisa memenuhi kebutuhan anak-anaknya tanpa lagi dihantui rasa gagal sebagai orangtua.

"Jujur kalau misalnya dibilang rasa bersalah, saya ibu yang ngerasa bersalah. Karena buat, saya dua-duanya prioritas. Kerja, anak. Semuanya harus jalan. Kalau saya cuman di anak, anak saya enggak bisa makan, enggak bisa sekolah," ucap Ivany.

Meskipun lelah sering menghampiri, melihat anak-anaknya bisa makan dengan layak dan bersekolah dengan tenang adalah bahan bakar utama bagi Ivany untuk terus melintas di atas aspal.

Ia ingin membuktikan, keterbatasan ekonomi bukanlah akhir dari segalanya selama seorang ibu mau berjuang menembus batas kemampuannya.

Baca juga: Perjuangan Mastika, Ibu Tunggal Anak 5 di Balik Nasi Bungkus Rp 5.000

Tag:  #perjuangan #ivany #srikandi #bluebird #yang #menembus #batas #demi #anak

KOMENTAR