Dampak Buruk Kurang Tidur pada Kesehatan Kulit Wajah
- Meski sudah rajin memakai skincare dengan urutan yang panjang, wajah bisa saja tetap terlihat lelah. Bukan hanya soal produk, tapi juga kebiasaan buruk yang dilakukan, terutama saat tubuh kekurangan waktu istirahat.
"Tidur adalah salah satu pilar kesehatan kulit yang paling penting, dan paling sering diabaikan," jelas dokter spesialis kulit di Golden State Dermatology dan pendiri KilgourMD, James Kilgour, MD.
Kilgour menerangkan, waktu tidur yang kurang secara cepat memengaruhi tampilan luar tubuh.
Ketika kamu tidak cukup memejamkan mata di malam hari, tanda-tandanya langsung terlihat jelas di cermin. Perubahan mulai dari lingkar hitam yang menebal, kemerahan, hingga wajah yang tampak kusam, tidak bisa dihindari.
Baca juga: Sudah Tidur Cukup tapi Masih Lelah? Ternyata Tubuh Butuh 7 Jenis Istirahat Ini
Mengapa kulit wajah butuh waktu istirahat?
Saat kamu terlelap pada malam hari, tubuh sedang bekerja keras. Fase tidur nyenyak memicu tubuh untuk meningkatkan sirkulasi darah menuju area kulit, mempercepat produksi kolagen, dan memaksimalkan perbaikan sel yang rusak.
Ini adalah waktu paling penting bagi tubuh untuk memulihkan diri. Oleh karena itu, membangun rutinitas perawatan malam hari sangatlah dianjurkan.
Lantaran kulit berada dalam mode perbaikan saat tidur, para ahli menyarankan penggunaan bahan aktif untuk mendukung pergantian sel. Di sisi lain, perawatan pagi hari lebih difokuskan pada bentuk perlindungan.
Baca juga: Badan Pegal dan Kaku Saat Bangun Tidur? Ini 5 Tanda Kasur Perlu Diganti
Ilustrasi wanita dengan permasalahan kulit wajah. Tak Harus Putih, Ini Cara Merawat Kulit Wajah yang Sehat Menurut Dokter
"Saat tidur perbaikan kulit dimaksimalkan berkat sistem saraf parasimpatis dan ritme sirkadianmu. Tanpa tidur yang cukup, siklus regeneratif ini tidak dapat mengimbanginya," tambah dokter spesialis klit dan pendiri Marmur Medical, Ellen Marmur, MD.
1. Lapisan pelindung kulit melemah
Waktu tidur yang kurang berarti memperlambat proses pemulihan alami yang dibutuhkan. Akibatnya, pelindung alami kulit menjadi jauh lebih rapuh, sehingga kelembapan mudah menguap ke udara sementara bakteri rentan masuk.
"Kurang tidur mencegah kulit memperbaiki dirinya sendiri, membuatnya kusam, kering, dan lebih rentan terhadap garis-garis halus, bengkak, dan bahkan rasa gatal," kata dr. Marmur.
Kerusakan ini berdampak lebih dalam jika terus dibiarkan berlarut-larut. Kulit wajah akan bereaksi lebih sensitif dan kesulitan mengunci hidrasi dasar.
"Kita dapat melihat gangguan fungsi pelindung dan penyembuhan peradangan atau jerawat yang lebih lambat," imbuh dr. Kilgour.
Baca juga: Dampak Buruk Kurang Tidur pada Wajah, dari Jerawat hingga Mata Panda
2. Memicu Jerawat dan Peradangan
Ketika kurang istirahat menjadi rutinitas yang dianggap normal, peningkatan hormon stres akan memperparah keadaan kulit wajah.
Dokter spesialis kulit dan co-founder ERLY, Hallie McDonald, MD, menuturkan, ketika tubuh berfungsi dengan tidur yang terbatas dan berkualitas buruk, kadar kortisol bisa meningkat.
"Kadar kortisol dapat meningkat dan berdampak negatif pada kemampuan kulit untuk memperbaiki diri, sekaligus mengurangi sirkulasi dan menyebabkan penampilan kusam serta lelah," terang dr. McDonald.
Lonjakan hormon kortisol berlebihan dapat merangsang produksi minyak yang memperparah jerawat, serta memicu berbagai kondisi peradangan kulit. Kondisi ini juga meningkatkan tingkat inflamasi di tubuh yang sering muncul dalam bentuk kemerahan.
Baca juga: Mengapa Jerawat Semakin Meradang ketika Stres? Ini Kata Dokter
Ilustrasi kulit kusam. Tren minum lemon dan minyak zaitun untuk kulit glowing memang populer, tetapi dokter menegaskan efeknya tidak instan dan tetap membutuhkan proses dalam tubuh.
3. Wajah Tampak Kusam dan Membengkak
Jika wajah terlihat kehilangan rona setelah melewati malam panjang, ada alasan biologis di balik hal tersebut. Tingginya kadar kortisol dan buruknya sirkulasi darah membuat kulit terkesan sangat lelah.
Pola tidur yang berantakan juga berkaitan erat dengan munculnya kantung mata yang membengkak. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh perpindahan cairan dan perubahan sirkulasi minor di sekitar area mata.
Menjaga kualitas tidur memang kerap terganggu oleh berbagai hal. Jika waktu ideal tidak terpenuhi, kamu bisa menggunakan alat pijat wajah untuk mengurangi pembengkakan pagi hari atau memakai korektor warna guna menetralkan rona kulitmu.
Meski demikian, segala trik kecantikan tersebut tidak akan pernah bisa menggantikan manfaat utama dari kualitas istirahat yang baik.
Baca juga: Dampak Dehidrasi bagi Kesehatan Kulit, Mudah Iritasi hingga Kusam
Tag: #dampak #buruk #kurang #tidur #pada #kesehatan #kulit #wajah