4 Cara Merawat Kain Batik agar Awet Dipakai Bertahun-tahun
Kain batik diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda dan dikenal memiliki nilai estetika sekaligus historis yang tinggi.
Namun, tahukah kamu? Tanpa perawatan yang tepat, kualitas dan warna batik tradisional yang diproduksi oleh para pengrajin batik bisa cepat menurun.
Seniman Batik Jakarta, Dave Tjoa, yang telah lebih dari 25 tahun berkiprah di industri batik membagikan tips perawatan kain batik supaya lebih awet dan tidak menjadi sampah tekstil yang merusak lingkungan.
Baca juga: Bagaimana Cara Merawat Batik Tulis agar Awet? Jangan Disetrika
Cara Merawat Batik
1. Menjaga kondisi ruangan tetap kering untuk mencegah jamur pada kain batik
Ilustrasi BatikDave Tjoa menyebut ketika diwawancarai Kompas.com di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta, pada Kamis (23/04), bahwa musuh utama dari kain batik adalah kelembapan. Kondisi yang lembap dapat memicu munculnya jamur yang merusak serat kain.
Baca juga: Makna Mendalam Batik Jaga Rawat Bumi Karya Dave Tjoa, Suarakan Krisis Lingkungan
Untuk kain batik yang dijadikan pajangan, Dave menyarankan penggunaan silica gel di bagian belakang bingkai. Cara ini membantu menjaga kondisi tetap kering dan mengurangi risiko kerusakan.
2. Membersihkan debu secara berkala tanpa merusak serat kain
Ilustrasi batikSelain itu, kain batik juga perlu dibersihkan secara berkala. Debu yang menempel bisa dihilangkan dengan teknik vakum secara perlahan agar tidak merusak serat kain.
Baca juga: Menelusuri Jejak Sejarah Batik Peranakan di Pameran Metamorfosa
3. Menggunakan bahan pencuci yang lembut agar warna batik tetap terjaga
Ilustrasi batikDalam proses pencucian batik, sebaiknya menggunakan bahan yang lembut seperti lerak atau baby shampoo.
Penggunaan deterjen pun sebaiknya menggunakan deterjen khusus batik yang bisa ditemukan di pasaran. Dave tidak merekomendasikan penggunaan deterjen biasa, karena dapat merusak warna batik.
4. Menghindari paparan sinar matahari langsung saat menjemur batik
Ilustrasi batikKain batik yang telah dicuci, tidak boleh dijemur langsung di bawah sinar matahari. Dave menyarankan agar kain batik yang telah dicuci, dikeringkan dengan cara diangin-anginkan saja. Tujuannya untuk menjaga warna dan kualitas batik tetap awet dalam jangka panjang.
“Kain takut tidak boleh kena matahari langsung,” tegasnya.
Baca juga: Harga Jutaan Batik Tulis Peranakan Itu Masuk Akal
Kemudian, Dave mengingatkan bahwa perawatan yang ketat ini utamanya ditujukan untuk batik berkualitas tinggi, seperti batik tulis atau batik cap dengan nilai yang tinggi.
Untuk batik dengan harga yang lebih terjangkau, perlakuannya bisa lebih fleksibel, meski tetap perlu hati-hati ketika mencuci dan menjemur, agar warna tidak cepat pudar.
Dave juga menekankan bahwa memahami nilai di balik selembar kain batik menjadi kunci utama dalam menentukan cara merawatnya.
Tag: #cara #merawat #kain #batik #agar #awet #dipakai #bertahun #tahun