Mendikdasmen Ungkap Dana BOS dan KIP Masih Banyak Disalahgunakan
Mendikdasmen Abdul Muti mengatakan, ada banyak pemerintah daerah (pemda) yang mengaku kesulitan dan tidak mampu membayar gaji guru PPPK paruh waktu.(Tangkap layar dari akun YouTube Bakom RI)
09:50
11 Mei 2026

Mendikdasmen Ungkap Dana BOS dan KIP Masih Banyak Disalahgunakan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengaku menerima informasi banya masih banyak penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Menurut Mu'ti, temuan tersebut menandakan good governance dan clean government belum terlaksana sepenuhnya di lingkungan pendidikan.

"Kami masih mendapat banyak informasi, misalnya bagaimana dana BOS belum digunakan sebagaimana mestinya, KIP disalahgunakan, dan berbagai kebijakan yang justru immediate environment-nya itu terjadi di sekolah," kata Mu'ti dalam agenda Peluncuran Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Baca juga: Eks Bendahara SMKN 3 Purworejo Jadi Tersangka Korupsi Dana BOS, Rugikan Negara Rp 1,2 Miliar

Mu'ti menuturkan, temuan itu juga memberikan satu contoh yang kontraproduktif dengan apa yang diajarkan di kelas-kelas.

Ia mencontohkan, anak-anak sekolah sudah diajarkan untuk bertindak jujur, tetapi lingkungan terdekat mereka justru tidak menjadi contoh untuk melakukan kejujuran.

Mu'ti mengatakan, Kemendikdasmen juga berusaha untuk mengajarkan bagaimana semua kebijakan dibentuk atas dasar kejujuran.

"Kami baru saja memberlakukan tes kemampuan akademik, yang tidak sekadar kami mengukur kemampuan akademik, tetapi juga kami berusaha menanamkan kejujuran dengan tagline 'Jujur Gembira'," ucap dia.

Baca juga: Korupsi Dana BOS Rp 706 Juta, Mantan Kepala SMAN 6 Merangin Ditahan

Dengan tagline tersebut, Kemendikdasmen berusaha untuk sejak dini menanamkan kepada anak-anak kita bagaimana mereka jujur dalam mengerjakan soal dan juga berperilaku sehari-hari.

"Kami tentu saja tidak dapat bekerja sendiri tanpa kerja sama dan dukungan dari semua pihak," tutur Mu'ti.

Ia berharap, peluncuran buku panduan tentang Pendidikan Anti Korupsi dapat mendorong sekolah untuk menjadi model budaya jujur, bersih, dan bebas dari korupsi.

"Tidak sebatas menjadi slogan dan pengetahuan, tetapi menjadi bagian dari budaya dan peradaban utama yang dimulai dari sejak dini, dimulai dari lingkungan sekolah, lingkungan yang terdekat dengan anak-anak kita di sekolah, lingkungan keluarga, masyarakat, dan dalam tata kelola penyelenggaraan negara," kata Mu'ti.

Tag:  #mendikdasmen #ungkap #dana #masih #banyak #disalahgunakan

KOMENTAR