Alasan Kita Sering Salah Ambil Keputusan Menurut Pakar
Fakta-fakta tentang memori manusia.(iStockphoto/insta_photos)
18:10
28 April 2026

Alasan Kita Sering Salah Ambil Keputusan Menurut Pakar

  Mengambil keputusan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari hal sederhana seperti memilih menu makan siang hingga keputusan besar seperti karier atau hubungan.

Namun, tak jarang seseorang merasa telah membuat pilihan yang tepat, hanya untuk menyesal di kemudian hari.

Fenomena ini ternyata bukan semata-mata karena kurangnya logika atau informasi.

Dikutip dari Psychology Today, psikolog Eric Solomon Ph.D menyebut ada faktor lain yang kerap luput disadari, yakni pengaruh emosi sesaat terhadap cara kita menilai sesuatu.

Emosi Sering Disalahartikan sebagai Logika

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa manusia sering kali menggunakan perasaan sebagai dasar dalam mengambil keputusan, bahkan ketika perasaan tersebut tidak relevan dengan situasi yang dihadapi.

Dalam psikologi, hal ini dikenal sebagai konsep affect as information, yaitu kecenderungan menjadikan emosi sebagai sumber informasi.

Selain itu, suasana hati dapat memengaruhi penilaian seseorang secara signifikan.

Seseorang yang sedang merasa senang, misalnya, cenderung melihat suatu pilihan sebagai lebih menarik.

Sebaliknya, ketika sedang lelah atau dalam suasana hati buruk, pilihan yang sama bisa terasa kurang meyakinkan.

“Orang sering mengira keputusan mereka rasional, padahal banyak dipengaruhi oleh faktor situasional yang tidak relevan,” kata Solomon.

Baca juga: Tips Memilih Daycare yang Aman untuk Anak, Simak Saran Psikolog

Pengaruh Situasi Kecil yang Tak Disadari

Contoh sederhana dapat dilihat dalam situasi sehari-hari. Seseorang mungkin menilai sebuah tempat kerja kurang menarik hanya karena pengalaman wawancara yang berlangsung di hari yang melelahkan.

Padahal, penilaian tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas sebenarnya dari tempat kerja tersebut.

Selain itu, ada pula fenomena yang disebut misattribution of arousal, yakni ketika seseorang salah mengartikan sumber emosinya.

Perasaan tegang atau berdebar, misalnya, bisa saja diartikan sebagai ketertarikan, padahal sebenarnya berasal dari rasa cemas atau situasi yang menegangkan.

Kondisi ini membuat seseorang lebih rentan “jatuh” pada pilihan yang sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhan atau nilai jangka panjangnya.

Intuisi Tidak Selalu Akurat

Tak hanya itu, kesalahan dalam pengambilan keputusan sering terjadi karena manusia cenderung mengandalkan intuisi tanpa mengevaluasi kondisi diri secara menyeluruh.

Intuisi memang dapat membantu dalam situasi tertentu, tetapi tidak selalu akurat, terutama ketika dipengaruhi oleh emosi sesaat.

Baca juga: Jangan Abaikan, Memendam Emosi Bisa Berdampak Fatal bagi Perempuan Menurut Psikolog

Cara Menghindari Keputusan yang Keliru

Untuk itu, penting bagi setiap individu untuk lebih sadar terhadap kondisi internal sebelum mengambil keputusan.

Mengenali apakah diri sedang lelah, lapar, atau berada dalam tekanan emosional bisa menjadi langkah awal untuk menghindari penilaian yang bias.

Selain itu, memberi jeda sebelum memutuskan juga menjadi strategi yang disarankan.

Dengan meninjau kembali pilihan di waktu atau suasana yang berbeda, seseorang dapat memperoleh perspektif yang lebih objektif.

Tidak kalah penting, mempertimbangkan faktor-faktor yang benar-benar relevan dengan tujuan jangka panjang juga dapat membantu memperbaiki kualitas keputusan.

Baca juga: 6 Kebiasaan Harian yang Menguras Energi dan Membuat Lelah Mental Menurut Psikolog

Memahami Diri untuk Pilihan yang Lebih Baik

Pada akhirnya, kesalahan dalam mengambil keputusan adalah hal yang manusiawi.

Namun, dengan memahami bagaimana emosi dapat memengaruhi cara berpikir, setiap orang memiliki peluang untuk membuat pilihan yang lebih bijak dan terukur di masa depan.

Tag:  #alasan #kita #sering #salah #ambil #keputusan #menurut #pakar

KOMENTAR