WFH di Kost? Ini Cara Atasi Stres Akibat Ruangan yang Sempit
Ilustrasi WFH, work from home.(Google Gemini AI)
18:35
7 Mei 2026

WFH di Kost? Ini Cara Atasi Stres Akibat Ruangan yang Sempit

- Kebijakan bekerja dari rumah atau WFH pada hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) memberikan fleksibilitas, tetapi tidak selalu berjalan ideal bagi semua pegawai.

Ada perbedaan fasilitas yang memengaruhi kenyamanan kerja sehari-hari. Sebagian pegawai mungkin memiliki rumah luas dengan ruang kerja pribadi, sedangkan banyak pekerja muda lainnya harus menyelesaikan pekerjaan dari kamar indekos yang sempit.

Bagi ASN yang berstatus anak kos, keterbatasan ruang gerak menjadi kendala yang nyata. Berbagai aktivitas mulai dari menyelesaikan draf laporan, makan siang, hingga tidur malam, dilakukan di satu petak ruangan yang sama.

Psikolog Klinis Clement Eko Prasetio, M.Psi., Psikolog, menekankan bahwa ukuran ruangan yang terbatas ini turut memberikan efek pada stabilitas mental pegawai.

"Ruang sempit di kos-kosan memang bisa berdampak juga pada tingkat stres dan burnout ya, karena pandangan kita tuh juga 'menyempit'," ujar Clement yang berpraktik di Indopsycare saat dihubungi pada Selasa (5/5/2026).

Baca juga: WFH ASN, Momentum Emas Kebangkitan Ruang Kerja Fleksibel

Menjaga kesehatan mental ASN yang WFH di kamar kos

Pengaruh ukuran ruangan terhadap stres dan stabilitas mental

Kondisi ruangan yang kecil dan tertutup memengaruhi cara kerja otak, terutama ketika kita sedang menghadapi tumpukan pekerjaan kantor.

Saat beban kerja tinggi dan memicu emosi negatif, jarak pandang yang terhalang tembok di dalam kos membuat pikiran ikut menyempit.

Akibatnya, kita rentan terpaku pada masalah-masalah kecil dan kesulitan melihat sesuatu dari gambaran yang lebih besar.

"Kalau lagi stres tuh, otak kita juga akan cenderung lebih menyempit 'vision'-nya, jadi hanya melihat hal-hal secara terlalu detail," tutur Clement.

Baca juga: Suka Sembunyi di Toilet Saat Stres? Ini Penjelasan Psikologisnya

Meski demikian, ukuran ruangan tempat tinggal bukanlah faktor tunggal yang memicu rasa lelah secara mental saat melaksanakan kebijakan WFH.

Masalah utamanya tetap bersumber pada beban tugas atau tekanan pekerjaan itu sendiri.

Lingkungan fisik yang kurang ideal di dalam kos lebih bersifat sebagai faktor yang berpotensi memperparah rasa stres yang sudah muncul.

"Meskipun bukan kosan sempit sebagai faktor utama penyebab dari burnout ya, biasanya hanya memperburuk kondisi saja, apalagi kalau kosannya panas," ujar Clement.

Baca juga: Tips bagi Ibu Bekerja WFH agar Tidak Cepat Burnout

Menentukan titik spesifik untuk bekerja di dalam kamar kos

Agar pekerjaan kantor tetap selesai tanpa mengorbankan kewarasan, aturlah batasan yang tegas di dalam kos.

Ilustrasi WFH, work from home.Google Gemini AI Ilustrasi WFH, work from home.

Walaupun tidak memiliki ruang kerja khusus, usahakan agar ada pemisahan area antara tempat bekerja dan area untuk beristirahat.

Caranya adalah dengan menentukan satu titik spesifik yang hanya digunakan saat jam kerja.

"Kita di kos-kosan pun ada sudut ruangan tertentu lah ya yang bisa kita taruh meja. Ya udah di situ aja untuk kita kerja," kata Clement.

Baca juga: WFH Jumat untuk ASN, Sosiolog UI: Jangan Sekadar Pindah Kerja ke Rumah

Kamu bisa menempatkan meja kecil di salah satu sudut kamar. Saat jam kerja dimulai, duduklah di sudut tersebut.

Kedisiplinan ini membantu otak "memprogram" bahwa ketika kamu sedang duduk di kursi itu, artinya kamu sedang berada dalam mode bekerja secara profesional.

"Kita perlu mengasosiasikan suatu benda atau suatu lokasi tertentu di ruangan kita dengan bekerja sebenarnya," kata Clement.

Pentingnya jeda transisi dan relaksasi setelah jam kerja usai

Langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah melakukan transisi setelah jam kerja usai. Sering kali, pegawai langsung merebahkan diri di kasur sesaat setelah menutup laptop.

Baca juga: Suka Duka WFH Jumat, ASN Cemas Dianggap Mangkir Kerja

Padahal, tubuh dan pikiran membutuhkan jeda untuk memproses bahwa tanggung jawab WFH Jumat untuk hari itu sudah benar-benar selesai.

"Awalnya kita berada di sudut kiri ruangan kita dengan meja itu, berarti transisinya pindah tempat aja ke sudut ruangan yang lain sambil buka HP," imbau Clement.

Jika kamu merasa jenuh berada di ruangan yang sama seharian, keluarlah dari area kos sejenak.

Melihat jalanan atau mencari udara segar sangat dianjurkan untuk memperluas jarak pandang yang sedari pagi terbatas.

Proses relaksasi sederhana ini berguna untuk memutus ketegangan sebelum kamu beralih ke rutinitas pribadi pada malam hari.

Baca juga: Tantangan WFH bagi ASN Perempuan, Bagaimana Membagi Waktu Kerja dan Urusan Rumah?

Tag:  #kost #cara #atasi #stres #akibat #ruangan #yang #sempit

KOMENTAR