4 Bahaya Pakai Parfum Dewasa pada Anak dan Remaja, Orangtua Harus Tahu
Ilustrasi parfum remaja.()
15:40
21 Mei 2026

4 Bahaya Pakai Parfum Dewasa pada Anak dan Remaja, Orangtua Harus Tahu

- Tren penggunaan parfum di kalangan anak-anak dan remaja semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir. 

Belum lama ini, media sosial diramaikan dengan antrean panjang anak-anak dan remaja yang berburu parfum di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. 

Menurut Wakil Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Banten, dr. Arifin Kurniawan Kashmir, SpA., M.Kes., CHt., FISQua, parfum dewasa biasanya memiliki konsentrasi pewangi dan kandungan alkohol yang lebih tinggi.

Baca juga: Bukan Lagi Sekadar Wewangian, Parfum Kini Jadi Bagian Ekspresi Diri

“Parfum dewasa itu lebih sering dibuat untuk kulit dan pola pemakaian orang dewasa ya. Tanda-tandanya biasanya aromanya lebih kuat, konsentrasi fragrance-nya juga lebih tinggi,” kata dr. Arifin saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (20/5/2026).

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dari Siloam Heart Hospital, dr. Atika Kamilia, Sp.DVE juga menegaskan, penggunaan parfum dewasa pada anak maupun remaja dapat memicu sejumlah gangguan kulit dan kesehatan tertentu, terutama pada individu sensitif.

Berikut 4 efek samping penggunaan parfum dewasa pada remaja yang perlu diwaspadai.

4 Efek samping penggunaan parfum dewasa pada remaja

1. Memicu iritasi dan peradangan kulit

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi & Estetika dari Siloam Heart Hospital, dr. Atika Kamilia, Sp.DVEDok. Pribadi Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi & Estetika dari Siloam Heart Hospital, dr. Atika Kamilia, Sp.DVE

Efek samping yang paling umum terjadi adalah iritasi kulit. Kandungan alkohol dan bahan pewangi pada parfum dewasa dapat membuat kulit remaja yang masih sensitif menjadi lebih mudah mengalami gangguan.

“Pada anak yang perlu kita khawatirkan adalah iritasi pada kulit, sehingga jika terpapar dengan bahan-bahan tertentu pada kulit yang sensitif bisa terjadi peradangan kulit,” ujar dr. Arifin.

Menurut dr. Atika, kondisi tersebut secara medis dikenal sebagai dermatitis kontak alergi atau dermatitis kontak iritan. 

Gejalanya bisa berupa kulit kemerahan, terasa gatal, kering, hingga muncul rasa tidak nyaman setelah penggunaan parfum.

“Efek samping yang paling sering dan paling jelas terbukti secara ilmiah adalah dermatitis kontak alergi atau iritan yg ditandai dengan iritasi kulit, kulit kering, kemerahan atau gatal,” jelas dr. Atika.

Risiko ini dapat meningkat bila parfum digunakan terlalu sering atau disemprotkan langsung ke kulit tanpa memperhatikan sensitivitas kulit masing-masing individu.

2. Menyebabkan gangguan pada mata dan saluran pernapasan

Selain kulit, parfum dewasa juga dapat memengaruhi area mata dan saluran napas. Kandungan aerosol dan aroma yang terlalu kuat berisiko memicu rasa tidak nyaman ketika terhirup atau mengenai area sensitif.

“Kalau tersemprot pada area dekat mata bisa perih, bisa jadi bersin atau batuk kalau terhirup,” kata dr. Arifin.

Ia menjelaskan, beberapa remaja memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap zat pewangi tertentu. Pada kondisi tersebut, paparan parfum bisa menimbulkan reaksi berupa batuk, bersin, hingga iritasi saluran napas.

Baca juga: 4 Titik Semprot Parfum yang Bikin Wangi Tahan Lama

3. Memicu sakit kepala hingga kekambuhan asma

Wakil Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Banten, dr. Arifin Kurniawan Kashmir, SpA., MKes., CHt., FISQuaDok. Pribadi Wakil Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Banten, dr. Arifin Kurniawan Kashmir, SpA., MKes., CHt., FISQua

Dalam beberapa kasus, aroma parfum yang terlalu menyengat juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena memicu rasa tidak nyaman di kepala maupun pernapasan.

Efek samping lainnya juga bida dirasakan oleh individu sensitif atau mereka yang memiliki riwayat alergi atau gangguan pernapasan.

“Untuk beberapa individu yang sensitif, bisa jadi sakit kepala, mual, dan gejala gangguan saluran napas. pemicu dari alergi saluran napasnya bisa berupa kekambuhan asma ataupun alergi,” ujar dr. Arifin.

Ia menambahkan, dalam sejumlah literatur disebutkan bahwa produk dengan aroma kuat mengandung VOCs atau volatile organic compounds yang dapat memengaruhi kesehatan individu tertentu.

“Dalam literatur juga dikatakan bahwa produk dengan aroma yang kuat mengandung VOCs atau volatile organic compounds. Jika terpapar pada individu-individu sensitif dapat menimbulkan keluhan pada mata dan saluran napas,” lanjutnya.

Baca juga: Parfum Jadi Pilihan Pertama Konsumen Saat Belanja Produk Luxury Beauty, Ungguli Skincare dan Makeup

Karena itu, remaja dengan riwayat asma atau alergi disarankan lebih berhati-hati saat menggunakan parfum dengan aroma tajam dan konsentrasi tinggi.

4. Memperparah eksim dan membuat kulit sensitif terhadap matahari

Remaja yang memiliki kulit atopik atau eksim juga perlu lebih waspada terhadap penggunaan parfum dewasa. 

Dr. Arifin menilai, kondisi skin barrier pada penderita eksim umumnya sedang terganggu sehingga lebih mudah mengalami iritasi.

“Pada anak-anak dengan kulit yang atopi atau eksim, skin barrier-nya yang lagi terganggu, parfum untuk orang dewasa ini lebih berisiko akan menimbulkan ruam, gatal, rasa panas, dan perih,” katanya.

Sementara itu, dr. Atika menyebut penggunaan parfum tertentu juga dapat memicu photosensitivity atau phototoxicity, yaitu kondisi ketika kulit menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.

“Kemudian, bisa memicu kekambuhan pada anak yg memiliki riwayat dermatitis atopik, dan photosensitivity atau phototoxicity,” jelas dr. Atika.

Kondisi tersebut dapat membuat kulit lebih mudah mengalami kemerahan, rasa terbakar, hingga iritasi setelah terkena sinar matahari, terutama bila parfum digunakan pada area tubuh yang terbuka.

Baca juga: Fenomena Fragtokers, Kreator Konten yang Ubah Cara Orang Memilih Parfum

Tag:  #bahaya #pakai #parfum #dewasa #pada #anak #remaja #orangtua #harus #tahu

KOMENTAR