UEA Kecam Iran yang Memperluas Blokade Selat Hormuz ke Wilayahnya
Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.(NASA EARTH OBSERVATORY via AFP)
18:42
21 Mei 2026

UEA Kecam Iran yang Memperluas Blokade Selat Hormuz ke Wilayahnya

- Seorang pejabat tinggi Uni Emirat Arab (UEA) mengecam klaim Iran atas kendali perairan yang mencakup sebagian wilayah Emirat di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Otoritas Selat Teluk Persia Iran mengumumkan pembentukan zona maritim terkontrol di Selat Hormuz, yang sebagian merupakan perairan UEA.

Penasihat presiden UEA, Anwar Gargash, dalam unggahan di X menyebut klaim Iran tersebut sebagai angan-angan belaka.

"Rezim tersebut mencoba membangun realitas baru yang lahir dari kekalahan militer yang jelas, tetapi upaya untuk mengendalikan Selat Hormuz atau melanggar kedaulatan maritim UEA hanyalah khayalan belaka," kata Gargash, Kamis (21/5/2026) dilansir AFP.

Baca juga: Iran Soroti Kegagalan AS Membuka Selat Hormuz, Padahal Pakai Berbagai Macam Trik

Hubungan antara Iran dan UEA menjadi sangat tegang sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Teheran pada 28 Februari 2026.

Iran kemudian meluncurkan serangan rudal dan drone ke Tel Aviv dan negara-negara Teluk sebagai balasan, termasuk ke UEA.

Pada pekan Lalu, Teheran menuduh UEA memainkan peran aktif dalam perang tersebut, klaim yang kemudian dibantah Abu Dhabi.

UEA juga sangat menentang kendali Iran atas selat tersebut dan menyerukan tindakan bersama untuk memastikan kebebasan navigasi melalui jalur air tersebut.

Baca juga: Iran Kini Incar Kabel Optik di Selat Hormuz, Apa yang Perlu Diketahui?

Iran perluas blokade Selat Hormuz hingga wilayah UEA

Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) Iran mengumumkan pembentukan zona maritim terkontrol di Selat Hormuz.Twitter/Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) Iran mengumumkan pembentukan zona maritim terkontrol di Selat Hormuz.

Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) Iran mengumumkan pembentukan zona maritim terkontrol di Selat Hormuz, Rabu (20/5/2026).

Kebijakan ini mengharuskan kapal untuk berkoordinasi dan mendapatkan izin dari otoritas tersebut sebelum melintasi jalur air strategis tersebut.

"Garis yang menghubungkan Kuh Mobarak di Iran dan selatan Fujairah di UEA di sebelah timur selat hingga garis yang menghubungkan ujung Pulau Qeshm di Iran dan Umm al-Qaiwain di UEA di sebelah barat selat," demikian pernyataan PGSA di X, dilansir CBS News, Kamis (21/5/2026).

Baca juga: Kapal Minyak Korsel Berhasil Lewat Selat Hormuz, Iran Mulai Lunak?

Siapa pun yang melintas melalui area tersebut dengan tujuan melewati selat "membutuhkan koordinasi dengan, dan otorisasi dari PGSA,” lanjutnya.

Mereka juga menerbitkan peta yang menggambarkan zona yang baru di Teluk Persia yang ditetapkan tersebut.

Di akun media sosialnya, yang mulai aktif Senin (18/5/2026), PSGA mendefinisikan dirinya sebagai "badan hukum dan otoritas perwakilan Republik Islam Iran untuk mengelola jalur dan transit melalui Selat Hormuz."

Lalu lintas melalui Selat Hormuz telah berada di bawah kendali Iran sejak pecahnya perang dengan Israel dan Amerika.

Teheran mengenakan biaya kepada kapal untuk melewatinya dan bersikeras bahwa kapal harus mendapatkan izin dari angkatan bersenjatanya.

Baca juga: Iran Ternyata Sita Kapal China di Selat Hormuz Saat KTT Trump-Xi, Ada Apa?


Tag:  #kecam #iran #yang #memperluas #blokade #selat #hormuz #wilayahnya

KOMENTAR