Bukan Anak atau Teman, Banyak Lansia Jepang Kini Memilih AI untuk Curhat
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini bukan hanya dipakai untuk pekerjaan dan teknologi.
Di Jepang, hampir separuh perempuan berusia 60 hingga 70 tahun justru mengaku lebih nyaman meminta nasihat hubungan kepada AI dibanding manusia.
Temuan itu berasal dari survei yang dirilis Japan Institute for Promotion of Digital Economy and Community pada akhir Mei 2026.
Melansir Space Daily (24/5/2026), sebanyak 47,8 persen perempuan lansia Jepang memilih berkonsultasi dengan AI untuk persoalan hubungan interpersonal.
Angka tersebut lebih tinggi dibanding perempuan di kelompok usia yang sama yang memilih berbicara dengan manusia, yakni 37,3 persen.
Fenomena ini menjadi sorotan karena perempuan lansia merupakan satu-satunya kelompok usia dalam survei yang lebih memilih AI dibanding manusia.
Baca juga: Pria Ini Turun 45 Kg dengan Aplikasi Diet AI, Ahli Ingatkan Jangan Asal Ikut
AI dinilai lebih aman untuk bercerita
Secara keseluruhan, mayoritas responden di Jepang sebenarnya masih memilih manusia sebagai tempat meminta saran.
Sebanyak 45,8 persen responden lebih nyaman berkonsultasi dengan manusia, sementara 36,5 persen memilih AI.
Namun, hasil berbeda muncul pada perempuan lansia.
Melansir Turkiye Today (24/5/2026), banyak responden yang memilih AI karena dianggap lebih objektif dan tidak menghakimi.
Peneliti dari Chiba University yang mempelajari hubungan AI dan kesehatan manusia, Atsushi Nakagomi, mengaku terkejut dengan hasil survei tersebut.
“AI membuat orang merasa lebih nyaman untuk terbuka karena mereka tidak perlu khawatir tentang bagaimana ucapan mereka akan dinilai,” kata Nakagomi.
Menurutnya, AI memberi ruang yang terasa lebih aman untuk membicarakan masalah pribadi dan relasi.
Baca juga: Studi Ungkap AI Bisa Memberi Saran Diet yang Tidak Tepat untuk Remaja
Kesepian lansia di Jepang jadi sorotan
Ilustrasi lansia, konten clickbait. Survei terbaru memperlihatkan perubahan cara lansia Jepang mencari teman bicara dan dukungan emosional.
Di balik tren ini, ada masalah sosial yang lebih besar, yaitu meningkatnya isolasi sosial pada lansia Jepang.
Jepang memang menjadi salah satu negara dengan populasi lansia terbesar di dunia. Sekitar 29 persen penduduknya berusia 65 tahun ke atas.
Data National Institute of Population and Social Security Research menunjukkan hampir 19,4 persen lansia Jepang hidup sendiri. Jumlah rumah tangga lansia tunggal bahkan diperkirakan meningkat 47 persen pada 2050.
Kondisi ini membuat banyak lansia kehilangan ruang untuk berbicara secara mendalam tentang masalah pribadi mereka.
Banyak perempuan lansia di Jepang juga telah kehilangan pasangan, tinggal jauh dari anak, atau tidak lagi memiliki lingkungan kerja yang dulu menjadi tempat bersosialisasi.
Baca juga: Pakai AI untuk Balas Chat Gebetan? Ahli Ungkap Dampaknya pada Hubungan
Faktor budaya dinilai berpengaruh
Budaya sosial Jepang yang cenderung menahan diri dalam mengungkap masalah pribadi.
Dalam konteks budaya tersebut, membuka kerentanan kepada orang lain dianggap memiliki “biaya sosial”, seperti takut dinilai, menjadi bahan pembicaraan, atau mengganggu hubungan sosial.
AI dianggap berbeda karena tidak memiliki posisi sosial dan tidak akan menghakimi pengguna.
AI tidak bisa bergosip, mengubah hubungan sosial, atau menilai seseorang karena apa yang mereka ceritakan.
Hal inilah yang dinilai membuat sebagian perempuan lansia merasa lebih bebas untuk terbuka kepada AI dibanding kepada manusia di kehidupan nyata.
Baca juga: Bukan 10.000 Langkah, Ini Target Jalan Kaki Lansia
Laki-laki lansia masih memilih manusia
Meski perempuan lansia menunjukkan kecenderungan tinggi terhadap AI, hasil berbeda terlihat pada laki-laki lansia Jepang.
Sebanyak 57 persen laki-laki usia 60 hingga 70 tahun masih memilih meminta nasihat kepada manusia. Hanya 25,2 persen yang memilih AI.
Survei yang dilakukan secara online pada pertengahan Januari 2026 itu melibatkan 1.449 responden berusia 18 hingga 79 tahun di seluruh Jepang.
Temuan tersebut kini memicu diskusi lebih luas mengenai perubahan hubungan manusia dengan teknologi, sekaligus meningkatnya rasa kesepian pada kelompok lansia di Jepang.
Tag: #bukan #anak #atau #teman #banyak #lansia #jepang #kini #memilih #untuk #curhat