8 Mitos Hubungan yang Masih Banyak Dipercaya, Bisa Bikin Renggang dengan Pasangan
Ilustrasi pasangan. Manipulasi emosional sering terjadi tanpa disadari, dan bisa membuat seseorang merasa bersalah, bingung, hingga kehilangan kepercayaan diri dalam hubungan.(Freepik/tirachardz)
09:05
3 Juni 2026

8 Mitos Hubungan yang Masih Banyak Dipercaya, Bisa Bikin Renggang dengan Pasangan

- Banyak sekali saran dan aturan mengenai hubungan, baik dari teman, keluarga, maupun konten media sosial.

Sayangnya, beberapa saran dan aturan tersebut hanyalah mitos, dan berpotensi mengganggu keharmonisan hubunganmu dengan pasangan.

"Cinta membutuhkan kerja keras," tutur terapis pasangan dan seks, Gabby Jimmerson, mengutip Huff Post, Selasa (2/6/2026).

Baca juga: Waspadai, 7 Tanda Pasangan Kehilangan Perasaan dalam Hubungan

"Itu berarti menunjukkan kehadiran dan menghadapi ketidaknyamanan dengan percakapan jujur, dan terkadang berarti memilih pasanganmu ketika itu terasa sulit dan tidak terasa nyaman," sambung dia.

Lantas, apa saja nasihat hubungan yang ternyata mitos dan menyesatkan?

Mitos hubungan yang menyesatkan

1. Hubungan harus selalu terasa mudah

Hubungan memiliki pasang surut, dan itu normal. Memang ada momen ketika segalanya terasa mudah, terutama di tahap awal.

Namun, menurut Gabby, bahkan hubungan paling sehat sekalipun mengalami gesekan dan keraguan.

Banyak pasangan mengasumsikan bahwa kehidupan dan hubungan mereka akan terus berkembang tanpa usaha, padahal cinta memerlukan tindakan dan niat.

Pelatih pasangan, pakar hubungan, dan pendiri Ember Couples, Ellie Baker, menambahkan bahwa pasangan terkuat justru yang berhasil melewati masa-masa sulit.

Baca juga: Bertengkar dengan Pasangan Bisa Bikin Hubungan Harmonis

Ilustrasi pasangan, ilustrasi pacaran. Psikolog menyebut komitmen dalam hubungan lebih sering terlihat dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.Google Gemini AI Ilustrasi pasangan, ilustrasi pacaran. Psikolog menyebut komitmen dalam hubungan lebih sering terlihat dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

"Mereka mengasah kemampuan untuk menyadari saat hubungan merenggang, memperbaiki keadaan saat situasi memburuk, dan terus beradaptasi seiring perubahan satu sama lain," ucap dia.

Pasangan yang tidak terbiasa melewati masa sulit cenderung kaget saat hubungan terasa "tidak beres" untuk pertama kalinya.

"Mitos bahwa hubungan yang 'tepat' berarti harus selalu 'mudah' membuat banyak orang tidak siap melakukan usaha ekstra agar hubungan bisa bertahan lama," lanjut Baker.

2. Kecocokan harus terlihat sejak awal

Kencan daring membuat masyarakat untuk menilai orang seperti daftar periksa. Mereka mencari keselarasan di sana, bahkan sebelum merasakan bagaimana rasanya berhubungan dengan seseorang di dunia nyata.

Kenyataannya, kecocokan dibangun dari waktu ke waktu melalui nilai-nilai bersama dan cara pasangan menjalani hidup.

3. Masalah yang selesai tidak akan kembali

Setiap hubungan memiliki tantangannya sendiri. Kamu mungkin merasa sudah membuat kemajuan besar, tetapi beberapa bulan kemudian tantangan yang sama muncul kembali.

Baca juga: 4 Tahapan Hubungan Asmara, Kamu dan Pasangan Ada di Fase Mana?

Ilustrasi pasangan. Psikolog mengingatkan keputusan kembali menjalin hubungan hanya karena kasihan dapat memicu ketidakseimbangan dan masalah emosional dalam jangka panjang.FREEPIK Ilustrasi pasangan. Psikolog mengingatkan keputusan kembali menjalin hubungan hanya karena kasihan dapat memicu ketidakseimbangan dan masalah emosional dalam jangka panjang.

Baker menjelaskan bahwa hal ini tidak berarti kamu mengalami kemunduran.

"Wajar jika kita sesekali kembali ke pola lama karena mengubah perilaku itu sulit dan butuh waktu. Kuncinya adalah menyadarinya, memperkuat kemampuan yang sudah dipelajari, lalu terus mengulangi prosesnya," ujar dia.

"Seiring waktu, kamu akan lebih cepat memperbaiki keadaan. Masa-masa sulit pun akan terasa lebih singkat dan tidak lagi terlalu menyakitkan," sambung Baker.

4. Keintiman menuntut kerentanan konstan

Banyak orang berpikir keintiman emosional berarti percakapan mendalam dan kerentanan setiap saat.

Padahal, keintiman adalah tentang keseimbangan. Ini tentang merasa nyaman bersama tanpa ekspektasi, atau sekadar peka terhadap kebutuhan pasangan.

Baca juga: 8 Tanda Pasangan Tak Sepenuhnya Memperjuangkan Hubungan

5. Hilangnya gairah berarti akhir hubungan

Hubungan baru dimulai dengan fase bulan madu yang penuh gairah. Seiring waktu, gairah itu memudar dan pasangan memasuki tahap perkembangan baru.

Terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, Marc Zola, menuturkan, banyak orang bertanya-tanya apakah mereka melakukan kesalahan saat melihat kebiasaan pasangan yang tidak biasa.

Ilustrasi pasangan. Psikolog mengingatkan keputusan kembali menjalin hubungan hanya karena kasihan dapat memicu ketidakseimbangan dan masalah emosional dalam jangka panjang.Freepik/tirachardz Ilustrasi pasangan. Psikolog mengingatkan keputusan kembali menjalin hubungan hanya karena kasihan dapat memicu ketidakseimbangan dan masalah emosional dalam jangka panjang.

"Apa yang sebenarnya terjadi adalah ilusi kesempurnaan telah runtuh. Fase ini sebenarnya menjadi landasan bagi hubungan jangka panjang," ucap dia.

6. Konflik adalah tanda buruk

Banyak orang salah paham bahwa perdebatan berarti ada sesuatu yang rusak. Padahal, manajemen konflik yang sehat memberikan peluang mendalam untuk membangun keintiman, dengan mencari pemahaman dan menumbuhkan empati.

7. Pasangan harus menjadi segalanya

Tidak ada istilah bahwa belahan jiwalah yang akan melengkapi diri kamu sepenuhnya.

Memberikan tekanan besar agar pasangan menjadi segalanya, mulai dari sahabat, kekasih, hingga pendukung emosional, adalah beban yang berat.

Baca juga: Kenali 4 Tanda Takut Berkomitmen yang Bikin Ragu Menjalin Hubungan

8. Perselingkuhan adalah akhir hubungan

Berlawanan dengan kepercayaan umum, perselingkuhan bukanlah akhir dari hubungan. Sebagian besar hubungan bertahan dari perselingkuhan, jika pasangan yang bersalah merasa menyesal dan ada keinginan untuk memperbaiki.

"Penyembuhan hanya dimulai setelah kedua pasangan mengakui bahwa keretakan telah terjadi dan mulai mengeksplorasi dampaknya," pungkas Jimmerson.

Tag:  #mitos #hubungan #yang #masih #banyak #dipercaya #bisa #bikin #renggang #dengan #pasangan

KOMENTAR