Viral Joget Pemilik SPPG, BGN: Ini Bukan Bisnis Ya!
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang memberi keterangan terkait penghentian operasional dua dapur SPPG di Ponorogo. (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
17:46
25 Maret 2026

Viral Joget Pemilik SPPG, BGN: Ini Bukan Bisnis Ya!

- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menegaskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bukanlah bisnis.

Nanik pun meminta agar pemilik SPPG di Ciamis bernama Hendrik Irawan untuk tidak melakukan hal yang aneh-aneh.

"Ini bukan bisnis ya. Ini adalah program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak. Bukan kemudian dilakukan seperti itu," tegas Nanik kepada Kompas.com, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: Prabowo Instruksikan Tutup Sementara SPPG yang Tak Penuhi Standar

Adapun Hendrik viral karena berjoget di SPPG atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) miliknya sambil memamerkan insentif Rp 6 juta per hari dari MBG.

Nanik pun menyatakan dirinya menyayangkan aksi Hendrik yang berjoget di dalam dapur MBG tanpa alat pelindung diri (APD).

Dia memperingatkan kepada seluruh mitra BGN untuk tidak melakukan aksi-aksi aneh seperti Hendrik.

"Saya juga enggak suka, dia bikin konten lagi di dalam dapur yang tidak pakai APD, itu kan juga salah. Untuk pembelajaran yang lain, enggak usah mitra aneh-aneh," tuturnya.

Baca juga: BGN Terbitkan Aturan, SPPG Wajib Kelola Air Limbah Bekas MBG

Sementara itu, Nanik membeberkan bahwa Hendrik ternyata memiliki tujuh SPPG.

Hanya saja, enam di antaranya belum beroperasi, sedangkan satu lainnya bermasalah, sehingga di-suspend BGN.

"Saya dengar dia punya tujuh dapur, tapi yang running baru satu yang udah mulai. Yang lainnya belum running. Nanti yang lainnya enam kita awasi," jelas Nanik.

"Salah layout (dapurnya). Jadi kan ada juknis tuh, layout-nya, misalnya dapur harus seperti ini. Maksudnya harus seperti, kan ada juknisnya. Nah itu salah layout-nya," imbuh Nanik.

Baca juga: BGN Wajibkan SPPG Kelola Sampah MBG Secara Ekonomi Sirkular

Klarifikasi Hendrik

Dilansir dari Tribunnews, Hendrik menanggapi berbagai tudingan miring netizen. Hendrik memberikan klarifikasi mengenai sumber modal pembangunan fasilitas miliknya yang mencapai angka miliaran rupiah.

Hendrik menegaskan, dapur SPPG yang ia kelola dibangun menggunakan dana pribadi, bukan dari anggaran negara.

Ia mengklaim telah merogoh kocek hingga Rp 3,5 miliar untuk membuat mendukung program nasional tersebut.

"Saya buatnya (dapur SPPG) sampai Rp 3,5 miliar, jadi dari Bapak Presiden menghargai, akhirnya dibangunlah SPPG yang awalnya modal saya," ungkap Hendrik Irawan dalam video di akun TikTok pribadinya.

Baca juga: 62 SPPG Disetop Sementara Selama Ramadhan, Kualitas Menu Jadi Sorotan

Terkait angka Rp 6 juta yang ramai diperbincangkan, Hendrik meluruskan bahwa nilai tersebut merupakan insentif bangunan bagi seluruh mitra yang bergabung, bukan penghasilan pribadi semata.

Meski menerima jutaan rupiah per hari, ia mengaku saat ini belum mencapai titik balik modal (break even point).

"Yang menerima Rp 6 juta tuh bukan saya, semua mitra yang bergabung dengan program semua menerima Rp 6 juta, itu untuk insentif bangunan yang kami buat," pungkas Hendrik.

Menghadapi kecurigaan publik, Hendrik menyatakan dirinya sangat terbuka jika pihak berwenang ingin melakukan pemeriksaan keuangan terhadap operasional SPPG miliknya.

Merasa nama baiknya tercoreng, Hendrik tak tinggal diam.

Baca juga: BGN Tantang SPPG Bikin MBG Kualitas Bintang 5, tapi Tetap Rp 10.000

Ia telah mendatangi Polres Cimahi untuk melaporkan akun-akun yang menyebarkan berita bohong atau hoaks.

"Ada dua akun yang saya laporkan. Ke satu, akun yang meng-up tanpa seizin saya, dan itu sudah masuk ke ranah hukum, ujar Hendrik.

"Kedua, ada Instagram yang membabi buta, mencaci maki saya tanpa dasarnya ada bukti, itulah delik aduannya," kata sambungnya.

Baca juga: Deretan Ulah SPPG Berujung Sanksi BGN...

Ia menilai, narasi yang beredar telah melenceng dari petunjuk teknis (juknis) yang ada.

"Tanggal 26 saya akan resmi melaporkan, pertama yang meng-up tentang video saya yang saya mendapat insentif SPPG Rp 6 juta, lalu salah saya di mana?" tanya Hendrik.

"Si orang ini membuat narasi tidak baik, bahwa saya joget-joget menerima uang Rp 6 juta," sambung Hendrik.

Tag:  #viral #joget #pemilik #sppg #bukan #bisnis

KOMENTAR