Israel Serbu Armada Global Sumud Flotilla ke Gaza, 211 Aktivis Diculik
- Global Sumud Flotilla menyebut militer Israel telah menculik 211 aktivis dalam operasi di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani, Kamis (30/4/2026).
Global Sumud Flotilla merupakan koalisi aktivis kemanusiaan internasional yang membawa bantuan kemanusiaan untuk menembus blokade Israel di Gaza. Koalisi ini tahun lalu juga berupaya menembus blokade Israel namun berhasil dicegat.
Insiden terbaru tersebut memicu kecaman internasional, terutama karena lokasi pencegatan yang dianggap sangat jauh dari zona blokade Gaza.
Baca juga: Armada Global Sumud Flotilla Kembali Dicegat Israel, Laporkan Situasi Darurat
"Kapal-kapal kami dikepung secara ilegal oleh kapal-kapal Israel," tulis pernyataan resmi Global Sumud Flotilla.
Penyelenggara mengeklaim, setidaknya 22 dari total 58 kapal dalam armada tersebut telah diserbu oleh pasukan militer.
"Pada saat pernyataan ini diterbitkan, pasukan Israel telah menyerbu setidaknya 22 kapal armada sebagai bentuk pelanggaran nyata terhadap hukum internasional," lanjut pernyataan tersebut.
Aktivis yang berada di atas kapal, Yasmine Scola, juga menegaskan hal senada, sebagaimana dilansir AFP.
Baca juga: Israel Siksa Aktivis Gaza Flotilla: Ikat Tangan, Pukul jika Gerak
Dia menyebut rekan-rekannya telah diculik oleh Israel, sembari menekankan bahwa kapalnya hanya membawa bantuan kemanusiaan.
"Kapal saya membawa perlengkapan sekolah dan makanan," ujar Scola.
Terkait jumlah aktivis yang ditahan, Kementerian Luar Negeri Israel memberikan angka yang berbeda, yakni 175 orang.
Pemerintah Italia pun segera bereaksi atas insiden ini.
Melalui pernyataan resmi, Roma mendesak pembebasan segera bagi seluruh warga Italia yang ditahan secara tidak sah.
Baca juga: Global Sumud Flotilla dan Kegagalan Sistem Internasional
Kronologi penangkapan di tengah laut
Juru bicara Global Sumud France Helene Coron dalam konferensi pers daring mengungkapkan, operasi militer tersebut dilakukan pada jarak yang sangat jauh dari pesisir Gaza.
Menurut data pelacakan penyelenggara yang diverifikasi AFP, kapal-kapal tersebut dicegat di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Yunani.
Coron menyebutkan operasi itu terjadi lebih dari 1.000 kilometer dari Jalur Gaza.
Sebagai perbandingan, operasi serupa yang terlama sebelumnya tercatat pada jarak 185 kilometer pada Juni 2025.
Baca juga: Global Sumud Flotilla: Demi Kemanusiaan, Nekat Tembus Blokade Israel di Gaza
Berdasarkan laporan organisasi, militer Israel mendekati armada menggunakan kapal cepat.
Israel dilaporkan mengarahkan laser dan senjata serbu semi-otomatis, serta memerintahkan penumpang untuk maju ke depan kapal dan berlutut.
Selain itu, komunikasi kapal dilaporkan telah diganggu hingga sinyal darurat sempat dikeluarkan.
Meski penjaga pantai Yunani merespons sinyal tersebut, bantuan kemudian dinyatakan tidak diperlukan setelah kapal patroli mencapai lokasi.
Coron merinci bahwa di antara mereka yang ditangkap terdapat anggota dewan lokal Komunis Paris, Raphaelle Primet, serta 10 warga negara Perancis lainnya.
"Kami tidak memiliki informasi untuk kewarganegaraan lainnya, tetapi kapal-kapal tersebut terdiri dari berbagai delegasi, dengan anggota kru dari 48 negara berbeda," jelas Coron.
Baca juga: 1 Kapal Global Sumud Flotilla Selamat dari Israel, Teruskan Berlayar ke Gaza
Respons Israel
Salah satu kapal anggota rombongan Global Sumud Flotilla saat berlayar menuju Gaza, difoto di Pulau Koufonisi, selatan Pulau Kreta, Yunani, 26 September 2025.
Kementerian Luar Negeri Israel menepis inisiatif bantuan tersebut dengan nada sinis. Israel juga mengeklaim bahwa lebih dari 20 kapal tersebut sekarang sedang menuju Israel.
Jalur Gaza sendiri telah berada di bawah blokade Israel sejak 2007. Perang yang pecah akibat serangan Hamas pada Oktober 2023 telah memperparah krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Serangan Hamas kala itu menewaskan 1.221 orang, sementara operasi militer balasan Israel telah menewaskan lebih dari 72.000 orang di Gaza, yang mayoritas adalah warga sipil.
Meskipun gencatan senjata rapuh telah dicapai pada Oktober 2025 lalu, pembatasan aliran barang ke wilayah tersebut masih terus berlangsung.
Baca juga: Dunia Kutuk Israel Cegat Kapal Sumud Flotilla dan Tahan Greta Thunberg Cs
Tag: #israel #serbu #armada #global #sumud #flotilla #gaza #aktivis #diculik