Efisiensi, Pegawai DPR Diminta Kerja Naik Kendaraan Umum
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar mengimbau kepada para pegawai DPR untuk berangkat kerja dengan menggunakan kendaraan umum.
Permintaan ini diterbitkan dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dan pimpinan DPR terkait efisiensi penggunaan sumber daya dan anggaran.
"Pegawai diimbau agar mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke kendaraan umum," ujar Indra kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026).
Kemudian, Indra menyampaikan, listrik di kantor akan dimatikan apabila sudah selesai digunakan, maksimal sampai dengan pukul 18.00 WIB.
Baca juga: DPR Ajukan Penangguhan Penahanan Amsal Sitepu, Komisi III Jadi Penjamin
Lalu, operasional pendingin ruangan atau AC juga dibatasi, mulai pukul 07.00-18.00 WIB.
"Lift dan eskalator akan dinyalakan mulai pukul 07.00-18.00 waktu setempat. Setelah pukul 18.00, akan dilakukan efisiensi penggunaan/operasional lift hingga 70 persen," kata Indra.
Selanjutnya, penggunaan telepon dan air turut disesuaikan dengan kebutuhan.
Jam operasional sarana olahraga yang berdampak pada penggunaan listrik pun maksimal sampai pukul 18.00 WIB saja.
Sementara itu, Indra menyebut penghematan BBM kendaraan dinas operasional turut diberlakukan bagi pejabat tinggi madya, pejabat tinggi pratama, dan pejabat administrator.
"Kendaraan operasional pegawai disesuaikan dengan jadwal ditetapkannya WFH/WFA," ucapnya.
Baca juga: Efisiensi DPR: WFH Jumat, Listrik Mati Pukul 18.00, Layanan ke Dewan Tak Berkurang
Selain itu, rapat yang bersifat internal di masing-masing Eselon I hanya menyediakan jamuan rapat berupa makan besar.
"Rapat yang dilaksanakan secara daring (online), tidak dapat diberikan jamuan rapat," kata Indra.
Tag: #efisiensi #pegawai #diminta #kerja #naik #kendaraan #umum