IHSG Anjlok 6,61 Persen Sepekan, Asing Lepas Saham Bank dan Nilai Transaksi Turun
- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam sepanjang sepekan perdagangan atau periode 20-24 April 2026.
Indeks ditutup di level 7.129,490 pada perdagangan Jumat (24/4/2026), turun 6,61 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang ada di posisi 7.643,004.
P.H Sekretaris Perusahaan BEI, Aulia Noviana Utami Putri, menyebut penurunan IHSG diikuti oleh penyusutan kapitalisasi pasar. Dimana nilai market cap bursa anjlok 6,59 persen menjadi Rp 12.736 triliun per Jumat, dibandingkan pekan sebelumnya yang menyentuh Rp 13.635 triliun.
Di tengah tekanan indeks, aktivitas transaksi justru menunjukkan peningkatan. Frekuensi transaksi harian naik 1,09 persen menjadi rata-rata 2,75 juta kali transaksi, dari sebelumnya 2,72 juta kali transaksi.
“Frekuensi transaksi harian pekan ini juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 1,09 persen menjadi 2,75 juta kali transaksi dari 2,72 juta kali transaksi pada pekan lalu,” kata Noviana dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (26/4/2026).
Baca juga: IHSG Sepekan Anjlok 7,89 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 13.627 Triliun
Namun, peningkatan frekuensi tidak diikuti oleh nilai transaksi. Rata-rata nilai transaksi harian justru turun 3,67 persen menjadi Rp 19,61 triliun, dari Rp 20,36 triliun pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian meningkat 4,44 persen menjadi 44,88 miliar lembar saham, dibandingkan 42,98 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
“Rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini, yaitu sebesar 4,44 persen menjadi 44,88 miliar lembar saham dari 42,98 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” paparnya.
Dari sisi aliran dana, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih alias net sell. Hingga penutupan perdagangan Jumat kemarin, investor asing melakukan jual bersih Rp 2 triliun di seluruh pasar.
Baca juga: IHSG Melemah Lima Hari Beruntun, Net Sell Asing Tembus Rp 2 Triliun
Di Pasar reguler mencatat net sell Rp 3,02 triliun. Pasar tunai dan negosiasi membukukan net buy Rp 1,02 triliun.
Aksi jual terkonsentrasi pada saham perbankan berkapitalisasi besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang terbesar dengan net sell Rp 2,1 triliun. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 618,9 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 447,3 miliar.
Saham dengan net buy terbesar antara lain PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) Rp 814,6 miliar. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 277,4 miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 77,8 miliar.
Di tengah tekanan pasar, jumlah investor domestik justru terus bertumbuh. BEI mencatat jumlah investor pasar modal per 24 April 2026 mencapai 26.121.311 Single Investor Identification (SID), atau meningkat 28,37 persen secara year to date (ytd).
Penambahan investor baru tercatat sebanyak 5.773.486 SID, dengan rata-rata pertumbuhan 50.645 investor per hari.
Tag: #ihsg #anjlok #persen #sepekan #asing #lepas #saham #bank #nilai #transaksi #turun