Lo Kheng Hong Jual Saham SIMP Rp 7,5 Miliar saat Harga Tertekan, Ini Sinyalnya
Lo Kheng Hong, investor retail terbesar di Indonesia.(Dok SBM ITB)
09:04
26 April 2026

Lo Kheng Hong Jual Saham SIMP Rp 7,5 Miliar saat Harga Tertekan, Ini Sinyalnya

- Investor kawakan Lo Kheng Hong melakukan aksi jual 8,18 juta lembar saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), emiten perkebunan sawit dan CPO milik Anthoni Salim.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Sabtu (25/4/2026), Lo Kheng Hong melepas sebanyak 8.189.500 lembar saham SIMP dalam dua transaksi pada 14 April 2026.

Rinciannya, sebanyak 1.377.000 lembar saham dijual di harga Rp 925 per saham, sementara 6.812.500 lembar lainnya dilepas di harga Rp 920 per saham.

Dari aksi tersebut, investor yang kerap dijuluki Warren Buffett Indonesia itu diperkirakan meraup dana segar sekitar Rp 7,54 miliar.

Baca juga: Sritex (SRIL) Akan Didepak dari Bursa, Bagaimana Nasib Investor, Termasuk Lo Kheng Hong?

Transaksi tersebut merupakan bagian dari strategi realisasi keuntungan investasi.

“Jenis transaksi penjualan dan tujuan transaksi adalah realisasi keuntungan,” tulis keterangan BEI.

Pasca transaksi, kepemilikan saham SIMP oleh Lo Kheng Hong turun dari 779,20 juta lembar atau setara 5,03 persen menjadi 771,01 juta lembar atau sekitar 4,97 persen.

Baca juga: Lo Kheng Hong Raup Rp 13,47 Miliar dari Dividen Saham Blue Chip Ini

Tekanan jual saham SIMP

Untuk diketahui, saham SIMP mengalami tekanan signifikan selama perdagangan Jumat (24/4/2026).

Harga saham dibuka di level Rp 860, namun langsung mengalami tekanan jual cukup agresif di awal sesi hingga turun tajam.

Sepanjang perdagangan, saham SIMP bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

Setelah sempat mencoba rebound ke kisaran Rp 830- Rp 835, tekanan kembali muncul dan membuat harga bergerak sideways di area bawah.

Pada penutupan, saham SIMP berada di posisi Rp 815, turun 45 poin atau 5,23 persen dalam sehari.

Baca juga: Lo Kheng Hong Sebut Menabung di Bank Bikin Miskin, Investasi Solusinya

Struktur kepemilikan SIMP didominasi pengendali

Lebih jauh, struktur kepemilikan saham SIMP menunjukkan dominasi kuat pemegang saham pengendali, dengan konsentrasi kepemilikan yang relatif tinggi.

Pemegang saham terbesar adalah Indofood Agri Resources Ltd. dengan kepemilikan mencapai 11,39 miliar saham atau setara 73,46 persen. Di posisi kedua, PT Indofood Sukses Makmur Tbk menggenggam 1,04 miliar saham atau sekitar 6,68 persen.

Investor individu Lo Kheng Hong tercatat sebagai pemegang saham signifikan dengan kepemilikan 771 juta saham atau 4,97 persen.

Sementara itu, kepemilikan institusi lainnya relatif kecil, seperti PT Panin Sekuritas Tbk sebesar 237,81 juta saham atau 1,53 persen dan Mandiri Investama Sejati sebanyak 163,54 juta saham alias 1,06 persen.

Dari sisi manajemen, kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris tergolong sangat minimal. Ferdi Gunawan memiliki 750.000 saham atau setara 0,01 persen persen, sementara Taufik Wiraatmadja dan Tan Agustinus Dermawan masing-masing hanya memegang 120.000 saham dan 50.000 saham, dengan porsi di bawah 0,0001 persen.

Baca juga: RUPST BRI 2025: Hery Gunardi Jadi Dirut, Lo Kheng Hong Panen Dividen

Pasar makin selektif, rotasi sektor mengintai

Di tengah dinamika ini, analis menilai pasar saham mulai memasuki fase yang lebih selektif. Saham-saham konglomerasi memang masih berpotensi menjadi motor penggerak Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2026, namun tidak lagi dominan secara menyeluruh.

Sebelumnya, Analis Sinarmas Sekuritas, Isfhan Helmy, melihat pasar saat ini mendekati fase euforia, tercermin dari lonjakan harga saham IPO yang terjadi dalam waktu singkat.

Ia menilai kondisi tersebut berisiko mengarah ke bubble, meski tren penguatan masih berpotensi berlanjut, terutama pada saham konglomerasi yang memiliki peluang masuk indeks global MSCI.

Dalam konteks ini, aksi ambil untung yang dilakukan investor besar seperti Lo Kheng Hong dapat dibaca sebagai langkah taktis di tengah pasar yang mulai panas, sekaligus pengingat bahwa momentum perlu diimbangi dengan disiplin realisasi keuntungan.

Baca juga: Rebalancing Indeks BEI: CUAN-WIFI Masuk LQ45, BREN-DSSA Tersingkir

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham.Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #kheng #hong #jual #saham #simp #miliar #saat #harga #tertekan #sinyalnya

KOMENTAR