Prajurit TNI Gugur saat Misi Damai di Lebanon, Perlu Ditarik?
Ilustrasi prajurit TNI yang bertugas menjadi pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.(UNITED NATIONS INTERIM FORCE LEBANON (UNIFIL))
06:14
31 Maret 2026

Prajurit TNI Gugur saat Misi Damai di Lebanon, Perlu Ditarik?

- Sebanyak empat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menjadi korban atas serangan Israel ke Lebanon Selatan, Minggu (29/3/2026).

Berdasarkan informasi dari Markas Besar (Mabes) TNI, mereka adalah Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Farizal Rhomadhon, dan Praka Arif Kurniawan.

“Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026).

Baca juga: BBC: 2 Lagi TNI Pasukan UNIFIL Gugur dalam Ledakan di Lebanon

Aulia mengungkapkan, keempat korban merupakan anggota Kompi C United Nations Position (UNP) 7-1 dari Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Mekanis (Yonmek) XXIII-S UNIFIL.

Untuk penanganan medis, dua prajurit yang mengalami luka ringan dirawat di Hospital Level I UNIFIL, yakni fasilitas kesehatan dasar milik pasukan PBB.

Sementara itu, prajurit yang mengalami luka berat dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St George di Beirut untuk perawatan lanjutan.

Sementara itu, mendiang Praka Farizal disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) dan proses administrasi pemulangannya ke Indonesia sedang diselesaikan dengan bantuan KBRI Beirut.

Terjadi saat Saling Serang

Kementerian Pertahanan RI menyatakan prajurit TNI yang gugur dalam serangan Israel di Lebanon berada di tengah situasi saling serang artileri kedua belah pihak.

“Perlu disampaikan bahwa insiden terjadi di tengah saling serang artileri,” kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026).

Bukan hanya Kemhan, Mabes TNI juga melaporkan bahwa Praka Farizal tewas saat kedua belah pihak tengah dalam melancarkan serangan.

“Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut,” ungkap Aulia.

Baca juga: Kedubes Iran Belasungkawa Usai Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Sebut Pelanggaran Serius

Kecam Keras

Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengecam keras serangan Israel di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026) malam.

"Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," kata Kementerian Luar Negeri melalui akun X resmi @Kemlu_RI, Senin (30/3/2026).

Kemenlu menegaskan, keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian PBB harus senantiasa dihormati sepenuhnya, sesuai dengan hukum internasional.

Menurutnya, setiap tindakan yang membahayakan peacekeeper tidak dapat diterima dan mengganggu upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas. Oleh karena itu, Indonesia mengecam keras insiden ini.

Baca juga: Menlu Jawab Usulan untuk Tarik Pasukan TNI dari Lebanon

"Indonesia kembali mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian," tegas Kemlu.

Perlu Tarik Pasukan

Komisi I DPR RI meminta pemerintah mempertimbangkan penarikan pasukan TNI di luar negeri, khususnya Lebanon, usai Praka Farizal gugur.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan, Komisi I DPR RI menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut dan mengecam serangan yang justru mengenai pasukan Indonesia.

“Nah, maka itu bilamana kondisinya ini memang tidak bisa dinyatakan aman, ada baiknya untuk pemerintah melakukan apa namanya penarikan ataupun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon,” ujar Dave saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (30/3/2026).

Ilustrasi prajurit TNI yang bertugas menjadi pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.UNITED NATIONS INTERIM FORCE LEBANON (UNIFIL) Ilustrasi prajurit TNI yang bertugas menjadi pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Politikus Golkar itu pun turut menyoroti efektivitas keberadaan pasukan perdamaian Indonesia di wilayah Lebanon di tengah memanasnya konflik negara-negara Timur Tengah.

Dave mengingatkan pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap keselamatan prajurit TNI, jika keberadaan justru menjadi sasaran pihak-pihak yang berkonflik dan tidak berhasil mendorong perdamaian.

“Dan ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan koreksi ataupun juga melihat apakah keberadaan prajurit kita ini benar-benar berfungsi atau tidak. karena jelas dengan adanya serangan yang tidak berhenti, yang terus berlanjut, bahkan sampai menewaskan prajurit kita,” ungkap Dave.

Baca juga: TNI Tetap Laksanakan Misi Perdamaian Usai Praka Farizal Gugur di Lebanon

“Ini apakah keberadaan kita ini berguna untuk menjaga perdamaian atau justru malah menjadi serangan target daripada serangan daripada IDF,” sambungnya.

Terpisah, Menteri Luar Negeri Sugiono mengaku belum mendengar usulan penarikan pasukan. Menurutnya, perlu ada pembahasan intensif jika usulan tersebut benar-benar ada.

"Terus terang saya baru dengar belum sampai ke saya juga, tapi tentu saja kalaupun ada langkah-langkah ke arah sana pasti akan dibicarakan lebih lanjut," kata Sugiono di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026), dikutip dari Kompas TV.

Tag:  #prajurit #gugur #saat #misi #damai #lebanon #perlu #ditarik

KOMENTAR