3 Prajurit Gugur di Lebanon, Anggota DPR: Keselamatan Harus Diprioritaskan
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (7/5/2025).(KOMPAS.com/Rahel)
13:58
31 Maret 2026

3 Prajurit Gugur di Lebanon, Anggota DPR: Keselamatan Harus Diprioritaskan

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyatakan, pemerintah semestinya mengutamakan keselamtan prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon usai 3 prajurit gugur di negara tersebut.

Menurut Dave, situasi keamanan di Lebanon yang belum kondusif menuntut adanya langkah tegas dari berbagai pihak, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai penyelenggara misi perdamaian.

Keselamatan prajurit harus diutamakan, dan juga kejelasan operasinya itu seperti apa. Nah, kalau memang perang masih berkecamuk antara Hizbullah dengan Israel, dan jelas ini bukan hanya membahayakan, telah menewaskan prajurit kita, ya harus ada ketegasan, baik dari PBB itu sendiri ataupun juga dari Mabes TNI,” kata Dave di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Personel Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Bentuk Rapat Dewan Keamanan Darurat

Dave juga meminta pemerintah mempertimbangkan penghentian sementara pengiriman pasukan perdamaian ke Lebanon, menyusul gugurnya tiga prajurit TNI dalam beberapa hari terakhir.

“Karena setahu saya jumlah personel pasukan perdamaian itu ada sekitar hampir 5.000 orang, sekitar 800-an itu dari prajurit TNI. Nah kalau memang tidak bisa dinyatakan aman, ya berarti mungkin sebaiknya operasi dihentikan terlebih dahulu sampai benar-benar situasi ini kondusif dan misi dan operasi militernya ini diredefinisi ulang, dan jelas tugas dan kewajiban prajurit kita di sana sejauh mana,” ujar dia.

Politikus Partai Golkar ini pun kembali menekankan pentingnya mengevaluasi keberadaan pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon.

Baca juga: Identitas Anggota TNI yang Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon

Sebab, keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut.

“Semestinya ini sudah seharusnya ada rotasi di bulan Mei, apakah itu mereka perlahan dikurangi jumlahnya atau operasinya itu diubah menjadi tetap berada di dalam markas, atau bagaimana? nah itu kembali kepada Mabes TNI dan juga Kementerian Pertahanan untuk memetakan ulang tugas-tugas dan operasi prajurit kita di Lebanon,” pungkasnya.

Prajurit gugur di Lebanon

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi dua prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI pada misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur di Lebanon Selatan pada Senin (30/3/2026).

Peristiwa itu menambah jumlah prajurit TNI yang gugur menjadi tiga orang, setelah satu prajurit dilaporkan tewas akibat serangan Israel sehari sebelumnya.

“Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam siaran pers, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon dalam 24 Jam, Ini Daftar Korban UNIFIL sejak 1978

Rico menjelaskan, para prajurit tersebut tengah menjalankan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL saat insiden terjadi.

Dia menambahkan, kejadian berlangsung di tengah meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut dan penyebab pastinya masih diselidiki oleh pihak UNIFIL.

Pemerintah Indonesia melalui Kemhan dan TNI, lanjut Rico, terus berkoordinasi dengan markas besar UNIFIL untuk memastikan keselamatan seluruh personel serta menjamin penanganan terbaik bagi para korban.

“Langkah-langkah evakuasi dan penanganan medis juga telah dilaksanakan secara cepat sesuai prosedur operasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” ujar Rico.

Tag:  #prajurit #gugur #lebanon #anggota #keselamatan #harus #diprioritaskan

KOMENTAR