PSI soal Jokowi Dikunjungi Dubes Iran: Itu Bentuk Pengakuan Dunia
Ketua Harian PSI Ahmad Ali saat ditemui di Surabaya, Jawa Timur, Senin (2/3/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
18:54
1 April 2026

PSI soal Jokowi Dikunjungi Dubes Iran: Itu Bentuk Pengakuan Dunia

- Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menilai kunjungan Dubes Iran Boroujerdi ke Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan bukti pengakuan internasional atas kiprah Jokowi ranah geopolitik.

"Beliau ini kan kalau di negara Islam hubungannya sangat baik kan. Dan itulah satu bentuk pengakuan menurut saya. Iya pengakuan bahwa tentunya ketika beliau menjadi Presiden diakui di dunia internasional," kata Ali saat dihubungi Kompas.com, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Safari Dubes Iran di Tengah Konflik Kawasan: Dari JK-Megawati, Kini Jokowi

Dubes Iran untuk Indonesia menemui Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (1/4/2026) hari ini.

Ali mengatakan pihaknya memahami bahwa Iran minim dukungan dari negara Islam di tengah perang Timur Tengah, sehingga akhirnya mencari dukungan politik ke Jokowi.

"Pak Jokowi ini kita tahu sebagai salah satu Presiden dua periode yang mampu merawat hubungannya, dan salah satu presiden yang sangat dihargai di dunia-dunia Islam kan, di negara Islam," ujar Ali.

Baca juga: Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan

"Saya yakin kunjungan beliau ke sana itu mendengarkan masukan dan sekaligus juga mencari dukungan politik ya. Ingin mendengarkan pandangan atau setidaknya melihat bahwa Pak Jokowi itu masih merepresentasikan rakyat Indonesia lah," sambungnya.

Menurut Ali, hubungan antara Indonesia dan Iran sejak dulu memang terjaga dengan baik.

Maka dari itu, Ali berpandangan, kunjungan Dubes Iran ke rumah Jokowi adalah dalam rangka silaturahmi sekaligus mencari dukungan politik yang dibutuhkan.

Bahas Selat Hormuz?

Ali menyampaikan, Jokowi pasti tidak akan masuk ke ranah taktis yang dilakukan Iran seperti penutupan Selat Hormuz.

"Tapi di sisi lain, Pak Jokowi juga menghargai betul sikap dari pemerintah Iran. Dia tegas betul membatasi, jadi Pak Jokowi hanya sebatas bicara tentang pentingnya kampanye dunia yang damai kan. Dunia yang tidak ada perang dan lain-lain. Tapi di sisi lain dia tidak untuk masuk di kebijakan Iran. Katakanlah penutupan Hormuz," tutur Ali.

Pasalnya, Jokowi tidak mendapat mandat dari Indonesia untuk melakukan diplomasi dengan Iran.

"Karena ketika dia bicara meminta untuk dibuka (Hormuz) itu, terus kalau Iran tiba-tiba bilang 'you tahu enggak, kenapa kamu tidak suruh Amerika berhenti membom kami?'," jelasnya.

Untuk itu, Ali melihat Jokowi memiliki kemampuan dalam membatasi diri.

Dia pun menyarankan pemerintah memanfaatkan Jokowi dalam berkomunikasi di dunia internasional untuk melakukan urusan diplomatik.

Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026).KOMPAS.com/Labib Zamani Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026).

Dubes Iran kunjungi Jokowi di Solo

Jokowi mengungkap dirinya menyampaikan banyak hal saat bertemu dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di Solo.

"Intinya kita ingin terus menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran. Saya kira ini bagus untuk urusan ekonomi maupun bagus untuk urusan geopolitik," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas

Jokowi mengaku membicarakan banyak hal dengan Dubes Iran untuk Indonesia.

Tetapi terkait dengan pembukaan Selat Hormuz, menurutnya hal tersebut merupakan urusan pemerintah.

"Ya tadi saya menyampaikan banyak hal tetapi itu (pembukaan Selat Hormuz) urusan pemerintah ya," kata dia.

Baca juga: Bertemu Dubes Iran untuk Indonesia di Solo, Jokowi: Saya Menyampaikan Banyak Hal

Mantan Wali Kota Solo ini mengatakan, bahwa kampanye untuk menghentikan perang sangat dibutuhkan.

Supaya perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat segera berhenti. Sebab, dampak perang sangat dirasakan semua negara.

"Saya kira baik kampanye untuk menghentikan perang, kampanye antiperang. Dunia ini butuh sebuah dunia yang damai, membutuhkan relasi hubungan baik antar negara sehingga kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi, semuanya bisa berjalan dengan normal tanpa hambatan-hambatan misalnya sekarang ini semua negara kesulitan energi, kesulitan minyak, itu tidak terjadi kalau perang tidak ada," ujar dia.

Tag:  #soal #jokowi #dikunjungi #dubes #iran #bentuk #pengakuan #dunia

KOMENTAR