Tuntutan Lengkap Indonesia Terhadap DK PBB Atas Kematian Prajurit TNI
Wakil Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, dalam rapat DK PBB, 31 Maret 2026.(Kanal YouTube United Nations)
19:06
1 April 2026

Tuntutan Lengkap Indonesia Terhadap DK PBB Atas Kematian Prajurit TNI

Indonesia merespons dengan keras dalam Sidang Darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di Markas Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (31/3/2026).

Wakil tetap RI untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi membacakan secara lantang apa yang menjadi keberatan Indonesia dalam forum yang membahas serangan Israel yang menyebabkan tiga prajurit TNI dalam misi penjaga perdamaian PBB (Unifil) meninggal dunia.

"Ini adalah kerugian besar bagi Indonesia, dan ini juga merupakan kehilangan besar bagi kita semua, bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa, bagi Dewan ini," ucap Umar Hadi.

Berikut tiga tuntutan Indonesia yang disampaikan dalam sidang DK PBB tersebut:

Mendesak pemulangan jenazah dilakukan dengan cepat

Pertama yang disampaikan Umar Hadi adalah mendesak semua pihak untuk memastikan pemulangan jenazah ketiga personel TNI yang meninggal dengan cepat dan aman.

Baca juga: Indonesia Desak Tindakan Tegas PBB Usai Israel Legalkan Hukuman Mati Warga Palestina

Umar juga meminta agar perawatan medis bagi lima prajurit TNI yang masih dirawat mendapatkan perawatan yang komperhensif sampai pemulihan yang cepat dan memadai.

"Indonesia mendesak semua aktor terkait untuk memastikan pemulangan jenazah ketiga personel yang meninggal dengan cepat, aman, dan bermartabat," tuturnya.

Mendesak penyelidikan menyeluruh dan transparan

Desakan kedua adalah pengusutan yang menyeluruh dan transparan yang dilakukan oleh Dewan Keamanan PBB.

Umar Hadi mengatakan, Indonesia meyakini peristiwa kematian tiga prajurit TNI ini tak datang dari ruang hampa.

Penyebabnya tak lain adalah serangan berulang yang dilakukan militer Israel ke wilayah Lebanon.

Baca juga: Serangan Israel Tewaskan 3 Prajurit TNI, Anggota DPR Desak Digelarnya Sidang Darurat PBB

Selain mengutuk keras apa yang dilakukan Israel, Indonesia juga menegaskan solidaritas terhadap rakyat Lebanon atas serangan tersebut.

Serangan berulang ini, kata Umar Hadi, adalah serangan yang disengaja dengan tujuan merusak Unifil dan menghalangi kemampuan untuk memenuhi mandat Resolusi 1701.

"Serangan ini juga merupakan ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan internasional dan dapat merupakan kejahatan perang di bawah hukum internasional. Oleh karena itu, kami menuntut penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan," tutur Umar Hadi.

Pertanggungjawaban pelaku

Beriringan dengan penyelidikan yang transparan, Indonesia menuntut DK PBB untuk mengawal hasil dari penyelidikan.

DK PBB juga didesak menindaklanjuti hasil penyelidikan dengan cara meminta pertanggungjawaban para pelaku secara hukum.

Ilustrasi prajurit TNI yang bertugas menjadi pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.UNITED NATIONS INTERIM FORCE LEBANON (UNIFIL) Ilustrasi prajurit TNI yang bertugas menjadi pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

"Imunitas tidak boleh menjadi standar, dan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak boleh diulang atau ditoleransi," tuturnya.

Pada saat yang sama, Indonesia juga menuntut semua pihak yang bertikai untuk menghormati hukum internasional dan menghentikan serangan yang membahayakan personel dan properti PBB sebagai pasukan penjaga perdamaian.

"Kami membuat tuntutan ini sebagai referensi mendalam untuk pasukan penjaga perdamaian kami yang gugur, yang kepadanya Indonesia memberikan penghormatan tertinggi atas pengorbanan tertinggi mereka dalam melayani perdamaian dan keamanan internasional," ucap Umar.

Baca juga: PBB Ungkap Temuan Awal soal Penyebab Gugurnya TNI Pasukan UNIFIL di Lebanon

"Untuk tujuan ini, Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi pada pemeliharaan perdamaian dan keamanan seperti yang diamanatkan oleh Konstitusi kita," kata dia.

Peristiwa kematian 3 prajurit TNI

Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) melaporkan tiga prajurit penjaga perdamaian asal Indonesia tewas dalam kurun waktu kurang dari 24 jam di wilayah Lebanon selatan.

Pada Senin (30/3/2026), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa sebuah ledakan yang “tidak diketahui asalnya” menghancurkan kendaraan di dekat kotamadya Bani Haiyyan.

Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI gugur, sementara dua lainnya mengalami luka-luka, dengan satu di antaranya dalam kondisi serius, dikutip dari CBC, Senin.

Baca juga: Perancis Desak Sidang Darurat DK PBB Buntut 3 Prajurit TNI UNIFIL Gugur di Lebanon

Peristiwa ini terjadi hanya beberapa jam setelah insiden terpisah yang menewaskan satu prajurit TNI lainnya.

Ia dilaporkan tewas ketika pangkalan UNIFIL dihantam proyektil di dekat desa Adchit al-Qusayr, yang juga berada di Lebanon selatan.

UNIFIL menyatakan telah meluncurkan penyelidikan atas kedua insiden tersebut.

Tag:  #tuntutan #lengkap #indonesia #terhadap #atas #kematian #prajurit

KOMENTAR