Sikap Indonesia Dinilai Belum Jelas Terkait Perang AS-Israel dan Iran
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menilai Indonesia belum mempunyai sikap yang jelas terkait perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Hal itu disampaikan dalam rilis survei nasional dan diskusi publik bertema “Legitimasi Publik atas Perang Amerika-Israel dan Iran” di Hotel Sari Pacifik Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).
“Secara umum negara-negara di dunia ini seperti misalnya Eropa atau negara-negara yang lain itu sudah mengambil sikap yang cukup jelas, umumnya mereka menentang, menentang perang itu,” kata Djayadi.
Baca juga: PSI soal Jokowi Dikunjungi Dubes Iran: Itu Bentuk Pengakuan Dunia
“Nah, agak berbeda Indonesia paling tidak menurut berita-berita yang bisa kita lihat dan dengar, sikap Indonesia terhadap perang itu belum begitu jelas, belum begitu jelas,” tambah dia.
Meski begitu, menurut Djayadi, pemerintah telah mengambil sejumlah kebijakan yang berkaitan dengan konflik, khususnya di Gaza.
Ia mencontohkan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BOP) besutan Presiden AS, Donald Trump.
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga memutuskan rencana pengiriman 8.000 prajurit TNI ke Gaza sebagai misi perdamaian.
“Nah pertanyaannya apakah publik mendukung keputusan tersebut? Apakah publik memberi legitimasi kepada Indonesia berposisi sebagai anggota BOP dan nanti akan mengirimkan 8.000 tentara Indonesia ke Gaza sebagai wujud dari dukungan kepada BOP atau Board of Peace tersebut?” ucap dia.
Baca juga: Akibat Perang Iran, RI Berpotensi Kehilangan 60.572 Wisatawan dan Rp 2,04 T Devisa
Djayadi menegaskan, perang itu berdampak global, termasuk ke Indonesia, terutama pada pasokan minyak.
Kondisi ini memicu kekhawatiran sejumlah negara terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok akibat menurunnya pasokan minyak dan gas.
Menurut dia, dampak global membuat isu perang tidak lagi terbatas pada negara yang terlibat, tetapi menjadi perhatian hampir seluruh dunia.
Karena itu, banyak negara memberikan respons.
“Di negara-negara demokrasi seperti Eropa ya, seperti Inggris, Jerman, Italia, Belanda, dan seterusnya itu, berbagai jajak pendapat publik menunjukkan bahwa umumnya di negara-negara Eropa, publik menentang serangan tersebut,” jelas dia.
“Bukan hanya di Eropa tapi juga di Kanada, Australia, di Asia seperti Jepang, itu publik juga umumnya menentang serangan tersebut,” tambahnya.
Baca juga: Menpar Ungkap Potensi Devisa Rp 2,04 Triliun Hilang akibat Perang Iran
Dengan demikian, publik di negara-negara tersebut umumnya mengharapkan pemerintahnya tidak mendukung perang, bahkan berupaya mencegah krisis keamanan dan ekonomi global yang ditimbulkan.
Djayadi menambahkan, setiap negara pada akhirnya harus mengambil sikap melalui kebijakan.
Tag: #sikap #indonesia #dinilai #belum #jelas #terkait #perang #israel #iran