Pimpinan MPR Sebut Indonesia Masuk “Zona Aman” Energi Usai Dapat Pasokan dari Rusia
Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN, Eddy Soeparno di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/12/2025). (KOMPAS.com/Rahel)
12:34
15 April 2026

Pimpinan MPR Sebut Indonesia Masuk “Zona Aman” Energi Usai Dapat Pasokan dari Rusia

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menilai Indonesia kini memasuki “zona aman” energi setelah pemerintah berhasil mengamankan pasokan minyak mentah dan LPG dari Rusia.

Menurut Eddy, keberhasilan tersebut tidak lepas dari diplomasi energi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto di tengah kondisi pasar energi global yang sedang tidak stabil.

“Dengan adanya suplai dan pasokan yang sudah bisa terjamin, saya kira kita sudah boleh dikatakan memasuki zona aman,” ujar Eddy saat ditemui di Gedung DPR/MPR RI, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Bahlil Sebut RI Dapat Pasokan Minyak dan Elpiji dari Rusia

Eddy menjelaskan, saat ini pasar energi global berada dalam kondisi “sellers market”, yakni pihak pemilik sumber energi memiliki kendali penuh dalam menentukan harga, volume, hingga tujuan penjualan.

Dalam situasi tersebut, negara-negara pengimpor, termasuk Indonesia, harus bersaing untuk mendapatkan pasokan minyak dan gas.

“Jadi siapa yang memiliki minyak ini, dia berhak untuk menentukan harga, berhak untuk menentukan volumenya, berhak untuk menentukan kepada siapa dia jual,” kata dia.

Oleh karena itu, Eddy mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilai berhasil mendapatkan sumber pasokan baru dari Rusia, sehingga kebutuhan energi dalam negeri dapat lebih terjamin.

Baca juga: Prabowo Temui Putin, Menlu Sebut Upaya Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Politikus Partai Amanat Nasional itu menilai, kesepakatan tersebut penting untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan yang bisa berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.

“Sehingga kita tidak perlu khawatir bahwa suatu ketika misalnya kendaraan kita tidak bisa berjalan, kapal laut tidak bisa berlayar, kereta api tidak bisa berjalan,” jelas Eddy.

Lebih lanjut, Eddy memastikan bahwa hingga saat ini kondisi pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman, termasuk dari jalur impor yang selama ini bergantung pada Singapura dan Malaysia.

Baca juga: 5 Jam Pertemuan Prabowo-Putin: Sepakat Kerja Sama Minyak, Akui Rusia Kekuatan Besar Dunia

Pasalnya, Indonesia tidak hanya mengimpor minyak mentah untuk diolah di dalam negeri, tetapi juga mengimpor BBM jadi yang sebagian besar berasal dari kilang di Singapura.

Menurut dia, risiko utama justru muncul apabila negara pemasok seperti Singapura tidak mendapatkan pasokan minyak mentah untuk diolah kembali.

“Yang tidak bisa kita kontrol adalah ketika Singapura tidak mendapatkan pasokan minyak mentahnya untuk bisa diolah dan kemudian dijual balik pada kita,” kata Eddy.

Meski demikian, Eddy menilai hingga saat ini Singapura dan Malaysia masih mampu menjaga stabilitas pasokan, sehingga belum ada gangguan berarti terhadap distribusi BBM di Indonesia.

Baca juga: Bahlil Dampingin Prabowo ke Rusia, Jaga Pasokan Minyak Domestik

Pasokan minyak-LPG dari Rusia

Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia bakal mendapatkan pasokan minyak mentah (crude) dan liquefied petroleum gas (elpiji) dari Rusia.

Hal ini merupakan hasil pertemuan dirinya dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev pada Selasa (14/4/2026) di Moskwa, Rusia, menindaklanjuti pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin sehari sebelumnya.

Bahlil mengatakan, dalam forum bersama Sergey, kedua pihak membahas peluang konkret kerja sama energi yang dapat segera ditindaklanjuti, terutama kepastian pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji.

Baca juga: Bahlil Sebut Cadangan BBM RI Bakal Naik Jadi Cukup untuk Sebulan

Rusia menyatakan kesiapan untuk mendukung ketahanan energi Indonesia salah satunya suplai minyak dan gas bumi serta penyimpanan (storage).

"Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik di mana kita bisa mendapatkan cadangan crude untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan elpiji," ujar Bahlil dikutip dari keterangan resmi, Selasa (14/4/2026).

Menurut Bahlil, kerja sama pengadaan minyak dan elpiji tersebut dijajaki melalui skema antarpemerintah government-to-government (G2G) maupun business-to-business (B2B).

Skema ini diharapkan memberikan kepastian terhadap ketersediaan cadangan energi nasional, khususnya untuk minyak mentah dan elpiji di Indonesia.

Baca juga: Habis Putin Lanjut Macron, Safari Prabowo Temui Pimpinan Dunia Bahas Isu Global

Selain itu, Indonesia juga terbuka untuk memperluas ruang kolaborasi dengan Rusia, termasuk pada pengembangan storage crude, pasokan jangka panjang minyak mentah dan elpiji, penjajakan nuklir, serta kerja sama di sektor mineral.

"Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional," ucap Bahlil.

Dia menilai, hasil pertemuan itu memberi sinyal positif bagi penguatan ketahanan energi nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu.

Tag:  #pimpinan #sebut #indonesia #masuk #zona #aman #energi #usai #dapat #pasokan #dari #rusia

KOMENTAR