Catatan BGN Sepanjang Setahun MBG: 25.000 Dapur hingga Soal Motor Listrik
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah berusia lebih dari satu tahun. Apa saja catatan pelaksanaan program fllagship Presiden Prabowo Subianto itu?
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menyampaikan catatan perjalanan satu tahun pelaksanaan program MBG.
"Alhamdulillah tanpa terasa sekarang MBG sudah 1 tahun 3 bulan," ujar Sony dalam agenda Satu Tahun Perjalanan Makan Bergizi Gratis dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
Baca juga: BGN: Pemerintah Gelontorkan Rp 1 Triliun Setiap Hari untuk MBG di Aceh-Papua
MBG diluncurkan sejak 6 Januari 2025, Sony mengklaim bahwa MBG bukan hanya memperluas jangkauan pemenuhan gizi, tetapi berhasil membuka lapangan kerja melalui partisipasi masyarakat di berbagai daerah.
Dengan penyaluran MBG yang terus dipeluas ini, menurut Sony, program ini telah menghidupkan perekonomian terutama di daerah-daerah.
"Ternyata efek sampingan atau multiplier effect dari program MBG ini adalah untuk menghidupkan dan meningkatkan perekonomian di daerah-daerah," katanya.
Lalu, bagaimana perjalanan satu tahun MBG? Berikut rangkumannya:
25.000 SPPG beroperasi
Sony melaporkan capaian program MBG dalam satu tahun sudah terdapat 27.006 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terverifikasi, dan 25.000 di antaranya sudah mulai operasional.
"Inilah satu konkret, wujud konkret yang pertama karena 27.000 SPPG tersebut seluruhnya memberdayakan masyarakat," kata Sony.
Relawan mengisi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Polresta Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (30/3/2026). SPPG Polri Polresta Kendari menjadi SPPG ke-13 di bawah naungan Polri yang telah resmi beroperasi di Sulawesi Tenggara dari total 16 yang ada.
Dia menyebut, tidak ada satu pun yang saat ini operasional SPPG diadakan melalui proses pengadaan barang dan jasa.
Selain memerlukan tenaga yang banyak, Sony mengatakan bahwa dibutuhkan Rp 40-54 triliun untuk membangun 27.000 SPPG.
Karena itu, sebagian besar SPPG tidak menggunakan dana APBN, melainkan didanai melalui swadaya mitra, pihak swasta, dan swadaya masyarakat.
SPPG dikelola Polri hingga TNI
Sony mengungkapkan alasan diperbolehkannya pihak Polri dan TNI untuk mengelola 1.000 dapur MBG yang bermula dari target 5.000 SPPG pada 2025.
Kata Sony, Pemerintah awalnya tidak yakin apakah betul program ini didukung masyarakat atau tidak atau yang terlibat dalam proses pelaksanaannya.
Karena itu, BGN merencanakan membangun 1.542 SPPG menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di 514 kabupaten/kota.
Baca juga: Arah Baru MBG: Fokus untuk Anak Kurang Gizi
Karena membutuhkan percepatan kesiapan infrastruktur dapur dan distribusi makanan bagi jutaan penerima manfaat, pemerintah meminta Polri dan TNI membangun SPPG.
"Jadi 1.542 menggunakan APBN. Nah diperintah begini, Polri 1.000, TNI 1.000, Kadin 1.000. Jadi kalau sekarang orang datang 'Kenapa Polri 1.000, TNI 1.000?", jangan salahkan, jangan lihat sekarang, sejarah waktu itu memang butuh percepatan maka ditunjuk," ucapnya.
"Yang 1.542 dibangun oleh APBN sampai sekarang satu pun belum operasional. Sudah ada yang berdiri-berdiri tapi belum operasional," tambah dia.
Karena itu pembiayaan program ini sebagian besar berasal dari swadaya, bukan dari APBN.
Dana Rp 1 triliun sehari
Sony lalu mengungkapkan, pemerintah menggelontorkan dana Rp 1 triliun setiap harinya untuk menyalurkan MBG dari Aceh hingga Papua.
"Pemberdayaan masyarakat mau optimal, harus ada biaya dan ini adalah biayanya, konkret, wujud setiap hari hampir Rp 1 triliun pemerintah menggelontorkan uang kepada masyarakat dari Aceh sampai Papua," ujarnya.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya saat ditemui di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
Sony menyampaikan, anggaran negara tersebut langsung mengalir dan dirasakan oleh masyarakat tingkat bawah.
Selama satu tahun program MBG berjalan, Sony mengeklaim sudah ada 1,8 juta relawan yang bekerja menyalurkan makanan bergizi untuk penerima manfaat.
"Maka uang mengalir kepada saudara-saudara kita yang berada pada kelompok kemiskinan tersebut, Rp 117 miliar per hari (insentif relawan), diserap oleh 1,8 juta jiwa," ucapnya.
Selain itu, kata Sony, pedagang beras, ayam hingga telur juga mendapatkan manfaat dari program MBG.
Motor listrik untuk seluruh daerah
Untuk menunjang penyaluran MBG, ke depannya pengadaan motor listrik bakal tersebar ke seluruh daerah di Indonesia yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.
"Untuk seluruh daerah, terutama daerah-daerah terpencil, termasuk Jakarta sendiri juga sekolah yang masuk ke dalam gang," kata Sony.
Dia mengatakan bahwa kendala akses distribusi tidak hanya terjadi di pedesaan, tetapi juga lazim ditemukan di wilayah metropolitan seperti di Jakarta.
Oleh sebab itu, Jakarta menjadi salah satu daerah yang juga tidak akan ditinggalkan untuk mendapatkan motor listrik BGN.
"Ketika diperlukan koordinasi cepat kan, mobil enggak bisa masuk (ke dalam gang), sepeda motor lah yang lebih cepat bisa masuk menjangkau," kata dia.
Terkait kekhawatiran publik ada potensi penyimpangan anggaran pengadaan motor listrik, Sony memastikan seluruh tahapannya berjalan sesuai regulasi.
"Apabila ada penyimpangan, ya tentu itu menjadi ranah para penegak hukum. Namun kami yakin pengadaan itu telah melalui proses pengadaan barang dan jasa," tegasnya.
Baca juga: 156 Siswa dan Orangtua di Anambas Diduga Keracunan MBG
Arah baru MBG untuk anak kurang gizi
Presiden Prabowo memerintahkan agar program MBG berfokus untuk anak kurang gizi dan kalangan kurang mampu.
Arah baru MBG ini disampaikan Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang dan kini BGN mulai mensurvei calon penerima MBG yang dimaksud lewat Tim Optimalisasi Penerima Manfaat.
“Minggu depan sudah mulai disurvei di Jakarta untuk menyisir penerima manfaat,” katanya, dilansir dari Kompas.com, Rabu (15/4/2026).
Tag: #catatan #sepanjang #setahun #25000 #dapur #hingga #soal #motor #listrik