Kenapa Kapal Perang AS Melintas di Selat Malaka? Ini Penjelasan TNI AL
- Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI Angkatan Laut (AL) Laksmana Pertama Tunggul menanggapi kapal perang milik Amerika Serikat (AS) USS Miguel Keith terdeteksi bergerak di perairan timur Belawan, Selat Malaka.
Ia menyampaikan bahwa kapal perang AS tersebut memiliki hak untuk melintas.
"Menanggapi kapal asing yang melintas di Selat Malaka, bahwa hak kapal termasuk kapal perang yang melintas di perairan tersebut merupakan Hak Lintas Transit (Transit Passage) pada strait used for international navigation atau selat yang digunakan untuk pelayaran internasional," ujar Tunggul kepada Kompas.com, Minggu (19/4/2026).
Baca juga: TNI AL Benarkan Ada Pergerakan Kapal Perang AS di Selat Malaka
Tunggul menyampaikan, pelayaran semata-mata untuk tujuan transit yang terus menerus, langsung, dan secepat mungkin antara satu bagian laut lepas atau ZEE, dan bagian laut lepas atau ZEE lainnya, termasuk dalam Pasal 37, 38 dan 39 pada UNCLOS 1982.
"Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Indonesia telah meratifikasi UNCLOS 1982 melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985 tentang Pengesahan United Nations Convention on The Law of The Sea (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut)," jelasnya.
Dengan demikian, kata Tunggul, seluruh kapal yang melaksanakan hak lintas transit di Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran internasional wajib menghormati Indonesia sebagai negara pantai.
Baca juga: 3 Kapal Perang Rusia Bersandar di Jakarta, Ada Apa?
"Selain daripada itu, selama kapal asing tersebut lintas transit juga tidak boleh melanggar ketentuan sesuai dengan COLREG 1972 tentang pencegahan tubrukan di laut dan MARPOL tentang pencegahan pencemaran berasal dari kapal," imbuh Tunggul.
Sebelumnya, muncul laporan media internasional yang menyebut militer AS akan memperluas operasi pemburuan kapal tanker yang terkait Iran hingga ke kawasan Indo-Pasifik, termasuk wilayah sekitar Selat Malaka.
Baca juga: Intip Spesifikasi KRI Prabu Siliwangi, Kapal Perang Terbesar di Asia Tenggara
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine yang menyebut pihaknya akan melakukan aktivitas pencegahan maritim terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat dalam pengangkutan minyak ilegal.
Tag: #kenapa #kapal #perang #melintas #selat #malaka #penjelasan