Menkes: Campak Bisa Tularkan 18 Orang Sekaligus, Lebih dari Covid-19
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Menkes menyebut rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak berdampak pada warga miskin, namun kelompok kelas menengah dinilai paling merasakan konsekuensinya.(Rivan Awal Lingga)
16:14
20 April 2026

Menkes: Campak Bisa Tularkan 18 Orang Sekaligus, Lebih dari Covid-19

- Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa campak merupakan salah satu penyakit menular dengan tingkat penularan paling tinggi.

“Jadi memang campak ini virusnya sudah lama, Bapak-Ibu. Dan merupakan penyakit menular yang penularannya paling tinggi. Kita ngomongnya reproduction rate-nya,” kata Budi dalam rapat di Komisi IX DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Baca juga: Kemenkes Terbitkan SE Kewaspadaan Campak Buntut Dokter Meninggal karena Campak

Bahkan, Budi mengungkapan bahwa tingkat penularannya lebih besar jika dibandingkan dengan Covid-19.

“Jadi kalau Covid dulu di awal-awal, satu orang nularin tiga, nularin empat. Waktu Omicron bisa delapan gitu, ya. Nah, campak ini satu orang bisa nularin sampai 18, ya. Katanya sih rata-rata 15. Jadi ini penyakit yang di seluruh dunia, penyakit menular yang paling menular,” tambah dia.

Rapat ini membahas penanganan kejadian luar biasa (KLB) penyakit campak dan penyakit menular lainnya.

Menurut Budi, meski campak sangat menular, campak umumnya tidak mematikan.

Kematian biasanya terjadi akibat komplikasi, seperti infeksi paru-paru atau peradangan otak.

Sudah ada vaksin campak

Budi menambahkan, pengobatan untuk campak sudah tersedia dan efektif.

Selain itu, vaksin juga telah lama dikembangkan sehingga penyakit ini seharusnya bisa dikendalikan.

“Nah, dia sudah ada vaksinnya. Sama seperti Covid. Jadi hampir semua penyakit menular, begitu sudah ada vaksinnya, harusnya bisa ditangani,” tegas dia.

Ia juga menyebutkan bahwa kasus campak cenderung meningkat pada awal tahun di berbagai negara.

Namun, hal tersebut bukan dipengaruhi faktor cuaca, melainkan tingginya mobilitas, terutama saat anak-anak kembali masuk sekolah.

“Jadi di seluruh dunia di awal tahun selalu tinggi. Jadi saya sempat tanya-tanya apakah ada dampak musim atau cuaca. Ternyata tidak. Itu dampaknya karena mobilitas. Jadi di seluruh dunia itu awal tahun biasanya anak-anak sekolah, mulai sekolah. Nah, di situlah penularan terjadi,” pungkas dia.

Tag:  #menkes #campak #bisa #tularkan #orang #sekaligus #lebih #dari #covid

KOMENTAR