Dasco: Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun Ini Banyak Terobosan, Jemaah Nyaman
Ketua Pengawas Penyelenggaraan Ibadah Haji, Sufmi Dasco Ahmad, saat melepas keberangkatan Kloter I jemaah Haji Banten di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (22/4/2026).
19:48
22 April 2026

Dasco: Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun Ini Banyak Terobosan, Jemaah Nyaman

Ketua Pengawas Penyelenggaraan Ibadah Haji, Sufmi Dasco Ahmad, memberikan catatan positif terhadap Kementerian Haji dan Umrah, yang untuk kali pertama dalam sejarah, mengurus rukun Islam kelima ini secara penuh.

Dasco menilai, berbagai pembenahan yang dilakukan telah menyentuh akar permasalahan yang sering muncul pada tahun-tahun sebelumnya. Fokus pada efisiensi, digitalisasi, dan kenyamanan jemaah menjadi indikator utama keberhasilan masa transisi pengelolaan ini.

Dia mengatakan, koordinasi yang lebih terpusat di bawah kementerian baru membuat eksekusi kebijakan di lapangan menjadi jauh lebih efektif.

Ia menggarisbawahi adanya perubahan signifikan dari sisi keteraturan alur keberangkatan hingga fasilitas di Arab Saudi.

“Kalau dilihat, proses yang berjalan sekarang ini tampak lebih baik dibanding sebelumnya," kata Dasco saat melepas keberangkatan kloter pertama jemaah haji Banten di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (22/4/2026).

Inovasi Sistemik dan Optimalisasi Layanan Teknis

Peningkatan kualitas haji 2026 tidak terjadi secara instan. Dasco menilai, perbaikan tersebut mencakup aspek kebijakan strategis hingga detail teknis di lapangan yang selama ini menjadi keluhan jemaah.

Salah satu yang paling menonjol adalah, penambahan jumlah embarkasi yang tersebar di berbagai wilayah, sehingga mengurangi beban penumpukan jemaah di titik-titik tertentu.

Selain itu, optimalisasi layanan fast track (jalur cepat) di bandara keberangkatan memberikan dampak besar bagi jemaah lansia dan risti (risiko tinggi).

Layanan ini memungkinkan jemaah melewati proses imigrasi Arab Saudi sejak masih berada di bandara Indonesia, sehingga setibanya di Jeddah atau Madinah, mereka bisa langsung menuju bus tanpa harus mengantre panjang.

Sektor logistik juga tak luput dari pembenahan. Peningkatan kualitas katering dengan skema efisiensi anggaran, menunjukkan pengelolaan dana haji kini dilakukan dengan lebih transparan dan tepat sasaran.

Jemaah kini mendapatkan asupan nutrisi yang lebih sesuai dengan cita rasa nusantara, namun tetap memenuhi standar kesehatan internasional.

Digitalisasi Melalui Kartu Nusuk dan Percepatan Visa

Salah satu inovasi yang paling diapresiasi oleh jemaah dan otoritas adalah distribusi kartu nusuk yang sudah dilakukan sejak jemaah masih berada di tanah air.

Kartu identitas elektronik ini berfungsi sebagai akses utama jemaah untuk masuk ke kawasan-kawasan suci, termasuk Raudhah dan area Arafah-Mina.

Distribusi kartu nusuk sejak di Indonesia dinilai membantu menjaga keutuhan rombongan jemaah, terutama bagi keluarga, sehingga meminimalkan risiko terpisah di Tanah Suci.

Dengan sistem pelacakan dan data yang terintegrasi, petugas dapat lebih cepat merespons jika ada jemaah yang tersesat atau membutuhkan bantuan medis darurat.

Selain aspek teknis di lapangan, kelancaran administratif menjadi poin krusial dalam keberhasilan tahun ini.

Dasco menyoroti bagaimana proses penerbitan visa bagi ratusan ribu jemaah dan petugas dapat diselesaikan jauh lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk soal visa, sudah terselesaikan beberapa hari lalu. Nah, ini sangat berpengaruh terhadap kelancaran penyelenggaraan haji tahun ini,” katanya.

Momentum Spiritual dan Harapan Jemaah

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa perubahan struktural kementerian bertujuan untuk memberikan ketenangan batin bagi para tamu Allah.

Menurutnya, penyelenggaraan haji bukan sekadar urusan logistik atau administrasi semata, melainkan sebuah amanah besar untuk memfasilitasi perjalanan spiritual bangsa.

“Tentu saja ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang akan kami jalankan sungguh-sunggu," kata dia.

Irfan menambahkan, kementeriannya sangat memahami nilai emosional dari keberangkatan haji.

Banyak jemaah yang menanti momentum ini dengan penuh kesabaran selama puluhan tahun, sehingga pemerintah wajib memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan mereka.

Keberhasilan awal ini, ditandai dengan pemberangkatan 391 jemaah dari kloter pertama Embarkasi Banten melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dalam prosesi pelepasan tersebut, penyerahan bendera Merah Putih kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjadi simbol dimulainya pengabdian negara kepada para jemaah.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #dasco #penyelenggaraan #ibadah #haji #tahun #banyak #terobosan #jemaah #nyaman

KOMENTAR