AMD Klaim Kuasai 40 Persen Pasar PC Indonesia, Laptop AI Jadi Andalan
- Perusahaan semikonduktor Advanced Micro Devices (AMD) mengklaim berhasil menguasai 40 persen pangsa pasar PC di Indonesia pada kuartal I-2026.
Data tersebut didasarkan pada temuan firma riset pasar International Data Corporation (IDC), sebagaimana diungkapkan Head of Sales APAC Consumer Business AMD, Matthew Carr, saat memaparkan kinerja bisnis AMD di kawasan Asia Pasifik dan Asia Tenggara.
Menurut Carr, secara umum AMD mencatat hasil bisnis global terbaik sepanjang 2025. Pencapaian serupa juga diraih di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia.
Baca juga: Ryzen AI 400 Masuk Indonesia, AMD Janjikan Pengalaman Laptop AI Nyata
Di Asia Pasifik, pangsa pengiriman PC desktop/laptop berbasis Windows yang ditenagai prosesor AMD, naik menjadi 34 persen lebih pada kuartal I-2026.
Rangkuman pencapaian bisnis AMD 2025-2026
Menurut dia, capaian tersebut menjadi rekor kuartalan baru bagi AMD di kawasan Asia Pasifik. Tak hanya itu, AMD juga mencatat rekor penjualan tertinggi (sales out) di kawasan tersebut.
“Lebih penting lagi, di Indonesia kami berhasil meraih lebih dari 40 persen market share pada kuartal I-2026. Itu hasil terbaik yang pernah kami raih di sini,” ujar Carr dalam acara peluncuran Ryzen AI 400 di Indonesia, Rabu (21/5/2026).
Salah satu faktor utama pertumbuhan AMD berasal dari inovasi AI PC dan dominasi perusahaan di pasar laptop berbasis AI.
Menurut Carr, saat ini lebih dari 55 persen PC berbasis Microsoft Copilot di Asia Tenggara, menggunakan prosesor AMD.
Asia Tenggara juga menjadi kawasan dengan penetrasi Copilot PC tertinggi di dunia. Lebih spesifik di Indonesia, pangsa pasar Copilot PC berbasis AMD disebut mencapai 49,8 persen atau hampir menyentuh angka 50 persen.
“Artinya, satu dari dua Copilot PC yang dijual di Indonesia menggunakan produk AMD,” ujar dia.
Baca juga: Samsung dan AMD Kolaborasi Garap Chip AI, Ini yang Dikembangkan
Kenaikan harga RAM masih jadi tantangan
Di tengah pertumbuhan tersebut, AMD mengakui pasar PC masih menghadapi tantangan kenaikan harga komponen, khususnya RAM yang membuat harga PC dekstop atau laptop AMD lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Bos AMD Asia Pasifik itu menjelaskan masalah utama saat ini bukan berasal dari pasokan CPU, melainkan tingginya permintaan pasar dan kenaikan harga komponen lain.
Matthew Carr, Head of Sales Consumer Business APAC AMD
Kenaikan harga RAM dinilai berpotensi memengaruhi pasar laptop entry-level, termasuk di Indonesia. Meski begitu, AMD mengaku tetap optimistis karena pertumbuhan perusahaan kini banyak ditopang segmen mainstream dan premium seperti gaming laptop serta AI PC.
Baca juga: AMD Rilis Ryzen AI 400 Series, CPU Desktop dan Laptop dengan NPU hingga 60 TOPS
Untuk menyiasatinya, AMD kini fokus menghadirkan nilai tambah lewat performa lebih tinggi, pengalaman AI yang lebih baik, serta kolaborasi dengan mitra vendor laptop dan Microsoft.
“Kami ingin memastikan pelanggan tetap mendapatkan pengalaman terbaik meski harga perangkat naik,” kata dia saat ditemui KompasTekno.
Dia juga memperkirakan bahwa tekanan harga masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Namun dia juga percaya bahwa kondisi ini lambat laun akan mulai stabil seiring dengan meningkatnya pasokan di industri, walaupun tenggat waktunya belum bisa dipastikan.
"Akan ada titik temu antara supply dan demand dan pada akhirnya membantu harga menjadi lebih baik," ujar Carr.
Tag: #klaim #kuasai #persen #pasar #indonesia #laptop #jadi #andalan