Prabowo Minta Teknologi Alternatif untuk Kurangi Ketergantungan LPG
Presiden Prabowo Subianto. Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking 21 proyek hilirisasi pada April 2026.(DOK. Humas Kementerian PANRB)
13:42
27 April 2026

Prabowo Minta Teknologi Alternatif untuk Kurangi Ketergantungan LPG

Presiden Prabowo Subianto meminta ada teknologi alternatif untuk mengurangi ketergantungan atas gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang harganya naik dalam beberapa waktu terakhir

Permintaan ini disampaikan Prabowo kala memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brin Yuliarto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta,Senin (27/4/2026).

"Tadi kaitannya sama beberapa teknologi alternatif untuk mengurangi elpiji," ujar Brian usai bertemu Prabowo di Istana, Senin.

Ia menyebutkan, ketergantungan impor pada LPG cukup tinggi sehinga harus dikurangi.

Baca juga: Tak Hanya dari Rusia, RI Tetap Butuh Minyak dan LPG dari AS

Terlebih, harga LPG belakangan ini melonjak, sedangkan ada sejumla sumber energi lain yang bisa menjadi alternatif.

"Kan elpiji ini kita sangat tinggi ketergantungan pada impor, harga juga naik. Sehingga tadi kampus diminta cari sumber-sumber lain, ada beberapa sumber yang sangat potensial," ujar dia.

Brian mengaku akan mengerahkan perguruan tinggi untuk melakukan riset terkait teknologi alternatif LPG tersebut.

"Tapi nanti semuanya akan kita lakukan penelitiannya membantu mendukung Bapak Menteri ESDM," imbuh Brian.

Baca juga: ESDM-Pertamina Bantah Ada Kapal Angkut LPG Keluar dari Selat Hormuz ke RI

Harga LPG naik

Harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi ukuran 12 kg resmi naik dari Rp 192.000 per tabung menjadi Rp 228.000 per tabung mulai Sabtu (18/4/2026).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman, mengatakan bahwa kenaikan harga dipicu karena dinamika geopolitik di Timur tengah yang kian memanas sepanjang Maret 2026.

"Kenaikan harga minyak mentah global dipicu oleh eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang berdampak langsung terhadap pasokan energi dunia," kata dia, dikutip dari Antara.

Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah penutupan jalur distribusi energi global, Selat Hormuz.

Selama sebelum perang, jalur tersebut dilalui sekitar 20 persen kapal yang membawa pasokan minyak dunia.

Tag:  #prabowo #minta #teknologi #alternatif #untuk #kurangi #ketergantungan

KOMENTAR