Usai Kecelakaan Jabal Magnet, Kemenhaj Ingatkan KBIHU Patuhi Aturan
Suasana Masjid Quba di Madinah, Arab Saudi, pada Senin (27/4/2026), ramai dikunjungi jemaah dari berbagai negara. Masjid Quba dibangun saat Rasulullah tiba di Madinah setelah hijrah dari Kota Mekah, sekitar tahun ke-14 kenabian beliau.(KOMPAS.COM/PYTHAG KURNIATI)
13:50
29 April 2026

Usai Kecelakaan Jabal Magnet, Kemenhaj Ingatkan KBIHU Patuhi Aturan

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Kepala Biro Humas Moh. Hasan Afandi mengingatkan kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) mematuhi lima poin aturan dalam operasional Haji 2026.

"Pertama, berkoordinasi aktif dengan petugas resmi, kedua mematuhi seluruh imbauan dan ketentuan yang berlaku," kata Hasan dalam konferensi pers, Rabu (29/4/2026).

Ketiga, mengutamakan keselamatan dan kepentingan jemaah di atas segalanya.

Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Alami Kecelakaan Saat Berwisata di Jabal Magnet, 10 Orang Terluka

"Keempat, tidak melakukan penawaran paket-paket wisata yang tidak ada hubungannya dengan jemaah, dan kelima, tidak melakukan pungutan tambahan kepada jemaah dengan alasan apapun," kata Hasan lagi.

Aturan ini kembali diingatkan Hasan menyusul terjadinya kecelakaan bus rombongan jemaah SUB-2 dan JKS-1 saat perjalanan city tour atau wisata di Jabal Magnet, Selasa (28/4/2026).

Hasan menegaskan, apabila masih ditemukan pelanggaran, terlebih berkaitan dengan keselamatan jemaah, Kemenhaj tidak ragu mencabut izin operasional KBIHU yang terlibat.

Baca juga: 1.373 Jemaah Haji Indonesia Rawat Jalan, Kemenhaj Tekankan Jemaah Jaga Kesehatan

"Keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan jemaah adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar," ucapnya.

Namun Kemenhaj menegaskan tidak melarang ziarah ke beberapa tempat Ibadah.

Hasan mengatakan, Kemenhaj telah memfasilitasi jemaah haji untuk berziarah ke tempat-tempat ibadah di Madinah seperti Masjid Qiblatain, Masjid Quba, dan Jabal Uhud yang terletak di sekitar Madinah.

Baca juga: 2 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Madinah, Kemenhaj Ingatkan Jaga Kesehatan

Kecelakaan di Jabal Magnet

Sebelumnya, Plt Direktur Perlindungan WNI Heni Hamidah mengatakan, alon jemaah haji asal Indonesia alami kecelakaan saat berwisata ke Jabal Magnet, Selasa (28/4/2026).

"Kecelakaan tersebut melibatkan bus JHI Kloter SUB-2 dan bus JHI Kloter JKS-1 saat perjalanan kembali dari kegiatan city tour Jabal Magnet," kata Heni dalam keterangannya, Rabu.

Dia menegaskan, berdasarkan informasi yang diterima, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Namun demikian, terdapat 10 orang yang mengalami luka-luka terkait insiden tersebut, tujuh orang dari kloter JKS-1 dan 3 orang dari kloter SUB-2.

Baca juga: Hari ke-8 Operasional Haji, 40.796 Jemaah Indonesia Diberangkatkan

Dari kloter JKS-1 alami luka ringan dan mendapat penanganan dari tim kesehatan lalu kembali ke Hotel Andalus Golden.

"Sementara 3 orang korban berasal dari Kloter SUB-2. Setelah mendapatkan penanganan medis, dua orang telah diperbolehkan kembali, sedangkan satu orang jemaah berusia 60 tahun masih menjalani observasi medis di RS Al-Hayyat Quba," ucap Heni.

Heni menjelaskan, KJRI Jeddah terus memantau kondisi para korban dan berkoordinasi dengan otoritas setempat, penyelenggara perjalanan.

Baca juga: Menanti Ujung Cerita 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji DPR

"Serta pihak-pihak terkait guna memastikan seluruh jemaah memperoleh penanganan dan pendampingan yang diperlukan," tandasnya.

Tag:  #usai #kecelakaan #jabal #magnet #kemenhaj #ingatkan #kbihu #patuhi #aturan

KOMENTAR