Menteri PPPA: Tak Ada Maksud Saya Abaikan Keselamatan Penumpang Lain
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengusulkan agar gerbong perempuan berada di tengah rangkaian KRL.(YouTube KOMPASTV)
22:54
29 April 2026

Menteri PPPA: Tak Ada Maksud Saya Abaikan Keselamatan Penumpang Lain

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengatakan, tidak ada maksud usulannya yang meminta gerbong KRL khusus perempuan dipindah ke tengah sebagai upaya pengabaian keselamatan penumpang lain.

"Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya," kata Arifah dalam dalam tayangan video sosial media Kementerian PPPA, Rabu (29/4/2026).

Hal ini disampaikan Arifah berkaitan dengan pernyataannya yang mengusulkan agar gerbong KRL khusus wanita dipindah ke tengah setelah tragedi tabrakan KRL Commuter dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Senin ( 27/4/2026).

Ia menegaskan, semua orang sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas utama dalam sebuah kebijakan, baik perempuan maupun laki-laki.

Baca juga: Menteri PPPA Minta Maaf Soal Usulan Gerbong KRL Khusus Wanita Dipindah

Arifah juga secara langsung meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan para korban dan keluarga korban atas usulan tersebut.

"Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini yang menjadi fokus utama adalah keselamatan penanganan korban serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampak," ucapnya.

Arifah mengatakan, saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka.

Baca juga: Menteri PPPA Usul Gerbong Wanita di Tengah, KRL Mania: Keselamatan Bukan soal Gender

Kementerian PPPA dalam hal ini hadir untuk memastikan hak korban dan anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya dalam tragedi tabrakan kereta tidak terabaikan.

"Kementerian PPPA berkomitmen memberikan pendampingan psikologis perlindungan serta dukungan yang diperlukan khususnya bagi anak-anak dan keluarga korban yang mengalami trauma akibat peristiwa ini," ucapnya.

Ia mengajak kepada seluruh pihak untuk memusatkan perhatian kepada penanganan korban dan perbaikan sistem keselamatan transportasi publik agar tragedi serupa tak terjadi.

Baca juga: Menteri PPPA Usul Gerbong Wanita KRL Dipindah, Pengamat: Edukasi Keselamatan Lebih Penting

Pernyataan Arifah Terkait Pemindahan Gerbong

Sebelumnya, Arifah mengusulkan agar gerbong khusus perempuan dipindah ke tengah rangkaian kereta.

Usulan itu muncul setelah insiden kecelakaan KRL Commuter dan KA Argo Bromo menimbulkan korban jiwa, termasuk penumpang di gerbong KRL khusus perempuan yang selama ini berada di bagian ujung kereta.

Baca juga: Bukan Soal Pemisahan Gerbong, Komnas Perempuan Tekankan Transportasi Umum Aman Bagi Semua

“Jadi yang laki-laki di ujung. Yang depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah,” ujar Arifah di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Menurut Arifah, posisi gerbong di bagian depan dan belakang memiliki risiko lebih tinggi saat terjadi tabrakan.

Meski demikian, ia menegaskan usulan tersebut masih bersifat awal dan belum dibahas lebih lanjut.

Tag:  #menteri #pppa #maksud #saya #abaikan #keselamatan #penumpang #lain

KOMENTAR