Hardiknas 2026, Pimpinan Komisi X: Terjadi Perubahan Nyata, meski Tantangannya Berat
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
14:02
2 Mei 2026

Hardiknas 2026, Pimpinan Komisi X: Terjadi Perubahan Nyata, meski Tantangannya Berat

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani menilai, sudah ada kemajuan signifikan pada sektor pendidikan selama masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, meski masih terdapat tantangan yang berat.

Hal ini disampaikan Lalu dalam refleksi atas peringatan Hari Peindidkan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada Sabtu (2/5/2026).

“Terkait penilaian saya terhadap kemajuan pendidikan di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran, saya dapat menyatakan bahwa telah terjadi arah perubahan yang nyata, meskipun tantangannya masih sangat berat," kata Lalu dalam keterangannya, Sabtu.

Baca juga: Hardiknas 2026, Mendikti: Pelajar dan Mahasiswa Jangan Takut Bermimpi Besar

Ia mengungkapkan salah satu capaian paling konkret adalah percepatan pembangunan dan renovasi sekolah.

Jika sebelumnya hanya sekitar 17.000 sekolah yang direnovasi dalam setahun, pada 2026 jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 70.000 sekolah.

“Pemerintah menargetkan pada tahun 2028 seluruh sekolah di Indonesia akan selesai direnovasi," ujar Lalu.

Selain infrastruktur fisik, pemerintah juga dinilai mendorong transformasi pendidikan melalui digitalisasi, seperti pemasangan papan pintar (smart board) di ruang kelas, pemberian tunjangan bagi guru non-ASN, hingga peluncuran program Sekolah Rakyat.

Baca juga: Mendikti Sebut Prodi Tak Relevan Akan Dikembangkan, Bukan Ditutup

Meski demikian, Lalu menegaskan bahwa kemajuan infrastruktur belum sepenuhnya diikuti pemerataan kualitas pendidikan.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini menyoroti masih adanya kesenjangan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil, terutama di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut dia, besarnya anggaran pendidikan belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan, terutama terkait distribusi tenaga pendidik dan fasilitas belajar.

“Biaya distribusi guru dan fasilitas belajar di daerah terpencil lebih mahal dibandingkan di kota, sehingga banyak sekolah yang masih kekurangan tenaga pendidik dan infrastruktur," kata Lalu.

Baca juga: Mendikti: Pendidikan Tidak Dibangun Satu Pihak, tetapi Gotong Royong

Ia menilai kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah agar kehadiran negara benar-benar dirasakan merata, baik di wilayah perkotaan seperti Jakarta maupun daerah terpencil.

Lalu menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik.

"Tetapi juga harus diiringi dengan kualitas belajar yang unggul bagi setiap anak bangsa," ujar dia.

Tag:  #hardiknas #2026 #pimpinan #komisi #terjadi #perubahan #nyata #meski #tantangannya #berat

KOMENTAR