Noel Buka-bukaan, Bongkar Sosok “Sultan Kemenaker” hingga Ungkap Penyesalan
Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer (Noel), terdakwa kasus dugaan korupsi pemerasan pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), akan menjalani sidang lanjutan, pada Kamis (7/5/20226).(KOMPAS.com/Fristin Intan Sulistyowati )
05:19
8 Mei 2026

Noel Buka-bukaan, Bongkar Sosok “Sultan Kemenaker” hingga Ungkap Penyesalan

- Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel membuka sejumlah fakta dalam sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

Mulai dari sosok pegawai yang dijuluki “Sultan Kemenaker”, aliran uang dan motor mewah, hingga pengakuan penyesalan mendalam.

Baca juga: Noel Ebenezer Harap Dihukum Ringan Usai Akui Terima Rp 3 Miliar-Motor Ducati

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026), Noel mengungkap asal-usul julukan “Sultan Kemenaker” yang disematkan kepada mantan pegawai Kemenaker Irvian Bobby Mahendra Putra.

Ia menyebut julukan itu muncul karena gaya hidup Bobby yang dinilai mewah.

“Karena itu bahasa yang ada di Kemenaker tentang pola hidup si Bobby,” ujar Noel dalam sidang.

“Suka pakai mobil mewah, punya istri tiga,” imbuh Noel.

Ia juga menyebut Bobby gemar berbelanja di pusat perbelanjaan.

“Ternyata dia top spender,” ujar dia.

Baca juga: Noel Mengaku Tak Pernah Tanya Asal Rp 3 M dan Ducati dari “Sultan Kemnaker”

Bahkan, Noel mengaku awalnya memaknai julukan itu secara berbeda.

“Sultan dulu pemahaman saya ini anak playboy kali,” kata Noel.

Noel menambahkan, pertama kali ia mendengar nama Bobby dari laporan inspektorat yang menyebut Bobby sebagai “pemain”.

“Ini anak ini 'pemain', Pak. Si Bobby ini 'pemain',” ujar Noel menirukan laporan tersebut.

Namun ia mengaku saat itu tidak terlalu mendalami persoalan internal karena fokus pada urusan ketenagakerjaan lain di luar kementerian.

Belakangan, ia mengaku baru mengetahui adanya ketakutan dari asosiasi Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3).

“Oh ternyata si Bobby suka memeras, suka menekan,” kata dia.

Baca juga: Noel Ungkap Alasan Irvian Bobby Dijuluki Sultan Kemenaker: Suka Mobil Mewah dan Memeras

Dalam sidang yang sama, Noel juga mengaku tidak memahami kewajiban melaporkan penerimaan hadiah atau gratifikasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Enggak ngerti, Pak. Makanya saya menyesal banget,” kata Noel.

Jaksa kemudian menjelaskan kewajiban pelaporan tersebut, namun Noel kembali menegaskan ketidaktahuannya.

“Tidak paham sama sekali. Sangat tidak tahu,” ujarnya.

Ia juga mengakui tidak pernah melaporkan motor yang diterimanya.

“Enggak ada,” jawab Noel.

Dalam perkara ini, Noel sebelumnya mengakui menerima uang Rp 3 miliar dan satu unit motor Ducati Scrambler dari Bobby.

Ia menyebut pemberian itu berawal dari komunikasi santai soal hobi otomotif.

“Waktu itu dia cerita, ‘Pak Wamen hobi motor ya?’ Saya bilang saya enggak hobi motor. Beberapa minggu kemudian temannya Bobby terus ngajakin saya coba motor. Katanya, ‘Pak, cobain dulu. Kalau enggak cocok balikin lagi’,” kata Noel.

Baca juga: Noel Ebenezer Bantah Minta Ducati dari “Sultan Kemnaker”: Saya Enggak Hobi Motor

Ia juga mengaku sempat mengonfirmasi langsung kepada Bobby.

“Beberapa minggu kemudian saya telepon Bobby, ‘Motormu jadi kamu kasih ke saya?’ Dia jawab, ‘Ya sudah Pak, kirim alamatnya’,” ujar Noel.

Terkait motor tersebut, Noel menegaskan bahwa kendaraan itu bukan baru.

“Karena itu bukan motor baru, motor second itu,” jawabnya di hadapan jaksa.

Jaksa juga menyoroti sikap Noel yang tidak merasa curiga atas pemberian dari ASN.

Namun Noel mengaku tidak pernah menanyakan asal-usul uang tersebut.

“Saya enggak pernah bertanya itu,” kata Noel.

Uang Rp 3 miliar itu disebut disalurkan melalui perantara bernama Agung.

Noel mengaku tidak mengetahui detail penyerahan karena kesibukannya.

Selain itu, ia juga menyebut perannya sebagai wakil menteri lebih banyak berkaitan dengan urusan politik.

“Tugas saya tugas politik,” katanya.

Baca juga: Hakim Nasihati Noel, Rekam Jejak Hilang akibat Terima Rp 3 Miliar-Motor Ducati

Ia juga mengaku tidak mengetahui dugaan praktik internal di Kemenaker.

“Saya enggak pernah tahu. Memang enggak sampai ke sana saya,” ujar Noel.

Menutup keterangannya di persidangan, Noel akhirnya mengakui kesalahannya dan menyampaikan penyesalan.

“Saya mengaku bersalah, Yang Mulia. Menyesal. Sangat menyesal, Mulia. Dan malu saya,” kata Noel.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada majelis hakim.

“harapan saya cuma di palu Yang Mulia masa depan saya hari ini. Dan saya ini butuh kebijaksanaan,” katanya.

“Dan saya minta ampun, Yang Mulia. Tidak ada kata-kata lain selain permohonan maaf saya," imbuh dia.

Noel menegaskan bahwa ia tidak pernah mengingkari perbuatannya.

“Dan detik ini juga saya tetap mengaku salah. Saya tidak mau mengambinghitamkan orang lain apa dan alasan apa-apa. Saya sudah menerima dan saya salah. Itu, Yang Mulia,” ujar dia.

Tag:  #noel #buka #bukaan #bongkar #sosok #sultan #kemenaker #hingga #ungkap #penyesalan

KOMENTAR