Psikolog Jelaskan Dampak Emosional Saat Anak Merasa Diperlakukan Tidak Adil
Perasaan diperlakukan tidak adil dapat meninggalkan dampak emosional yang kuat bagi anak maupun remaja.
Bukan hanya memicu rasa kecewa, pengalaman tersebut juga dapat memengaruhi kepercayaan diri hingga cara mereka memandang orang dewasa dan lingkungan sekitar.
Belakangan, isu tentang rasa keadilan pada anak ramai dibicarakan publik setelah viralnya momen siswi SMAN 1 Pontianak yang menyampaikan protes terhadap keputusan juri dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI.
Banyak orang menilai keberanian tersebut muncul karena adanya dorongan untuk menyuarakan sesuatu yang dianggap tidak sesuai.
Psikolog Anak dan Remaja RS Dr. Oen Solo Baru, Yustinus Joko Dwi Nugroho, M.Psi, mengatakan pengalaman merasa diperlakukan tidak adil memang dapat membekas lebih dalam secara emosional dibanding sekadar mengalami kekalahan biasa.
“Kalau kalah karena memang belum mampu, anak biasanya masih bisa menerima karena merasa perlu belajar lagi. Tetapi kalau merasa diperlakukan tidak adil, luka emosionalnya berbeda,” ujar Joko kepada Kompas.com, baru-baru ini.
Baca juga: Belajar dari LCC 4 Pilar, Ini Pentingnya Beri Ruang Bicara untuk Anak Menurut Psikolog
Anak bisa merasa usahanya tidak dihargai
Menurut Joko, saat anak merasa diperlakukan tidak adil, mereka bisa mulai berpikir bahwa usaha yang sudah dilakukan tidak dianggap penting.
Perasaan tersebut dapat memunculkan kekecewaan, marah, malu, hingga rasa tidak berdaya, terutama jika situasinya terjadi di depan banyak orang.
“Anak bisa merasa suaranya tidak dianggap dan dunia tidak berjalan sesuai aturan yang dijanjikan,” katanya.
Ia menjelaskan, pengakuan dari orang dewasa memiliki arti besar bagi anak dan remaja.
Karena itu, ketika usaha mereka tidak dihargai atau justru dianggap salah secara tidak adil, dampaknya bisa cukup kuat terhadap kondisi emosional mereka.
Dalam beberapa kasus, anak bahkan bisa kehilangan motivasi untuk mencoba kembali karena merasa percuma untuk berusaha.
“Anak mungkin berpikir, ‘Untuk apa mencoba lagi kalau akhirnya tidak dihargai?’” lanjut dia.
Saat orang terdekat terlilit pinjol, respons keluarga sangat penting. Psikolog mengungkap langkah awal yang sebaiknya dilakukan.
Bisa memengaruhi rasa percaya pada orang lain
Lebih lanjut, Joko mengatakan pengalaman diperlakukan tidak adil juga dapat memengaruhi rasa percaya anak terhadap orang lain maupun sistem di sekitarnya.
Ia menyebut kondisi tersebut dapat membuat anak menjadi lebih tertutup dan enggan menyampaikan pendapat di kemudian hari.
“Kalau terus-menerus merasa tidak didengar, anak bisa menjadi pasif dan takut bicara,” ujarnya.
Dalam jangka panjang, situasi itu berisiko memengaruhi keberanian moral dan rasa percaya diri anak, terutama saat menghadapi situasi yang menurut mereka tidak benar.
Akibatnya, anak mungkin memilih diam meskipun mengetahui ada sesuatu yang keliru karena takut suaranya kembali diabaikan.
Baca juga: Remaja Berani Bicara di Depan Otoritas, Tanda Perkembangan Psikologi yang Sehat
Orang dewasa perlu lebih peka
Karena itu, Joko mengingatkan orang dewasa untuk lebih berhati-hati saat memberikan koreksi atau keputusan kepada anak, terutama di ruang publik.
Menurut dia, anak tetap perlu mendapatkan apresiasi atas usaha yang telah dilakukan, meskipun hasilnya belum maksimal.
“Kalau memang ada yang perlu diperbaiki, sampaikan dengan cara yang menghargai anak,” katanya.
Ia menambahkan, sikap orang dewasa dalam menghadapi kesalahan maupun kritik juga akan menjadi contoh penting bagi perkembangan emosional anak.
Ketika anak melihat orang dewasa mampu mendengarkan dengan tenang dan terbuka, mereka akan belajar bahwa perbedaan pendapat dapat disikapi secara sehat tanpa harus saling merendahkan.
Tag: #psikolog #jelaskan #dampak #emosional #saat #anak #merasa #diperlakukan #tidak #adil