WHO Sebut Bukan Pandemi Baru, Pemerintah Diminta Edukasi Masyarakat soal Hantavirus
- Anggota Komisi IX DPR Arzeti Bilbina meminta pemerintah memperkuat pencegahan penyebaran Hantavirus di Indonesia, meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa itu bukanlah awal pandemi baru.
Saat ini, ia menilai bahwa upaya terpenting dalam menghadapi isu kesehatan tersebut adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
"Kita harus menyikapi informasi ini secara bijak. Jangan panik berlebihan. Berdasarkan penegasan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Hantavirus bukanlah awal dari pandemi baru. Fokus kita saat ini adalah memperkuat langkah pencegahan melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS)," ujar Arzeti lewat keterangannya, Senin (11/5/2026).
Baca juga: Hantavirus Bukan Pandemi Baru: Jangan Panik, Utamakan Perilaku Hidup Bersih
Masyarakat juga diimbau tidak panik, mengingat Hantavirus saat ini belum menunjukkan indikasi pandemi seperti Covid-19.
Oleh karena itu, pola hidup bersih dan sehat menjadi penting untuk mencegah virus yang penyebarannya disebut berasal dari tikus dan kotorannya.
"Kita bisa mencegah hantavirus ini dari tindakan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun secara berkala, menjaga kebersihan lingkungan, memastikan area penyimpanan makanan tertutup dan steril," ujar Arzeti.
Meskipun tidak memiliki resiko tinggi, ia meminta pemerintah tidak tinggal diam dan memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Baca juga: Mengenal Hantavirus dan Ancaman yang Tak Perlu Dicemaskan Berlebihan
Termasuk mengedukasi masyarakat soal gejala maupun langkah preventif terhadap hantavirus tersebut.
"Upaya ini harus menjadi sinergi bersama. Pemerintah wajib memberikan edukasi secara masif, sementara masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan mulai dari rumah masing-masing. Sinergi ini penting agar kita bisa meminimalisir segala risiko kesehatan sekecil apapun," ujar Arzeti.
Bukan Awal Pandemi Baru
Sebelumnya, WHO telah menegaskan bahwa wabah hantavirus yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius bukan merupakan awal dari pandemi baru.
Meski telah memakan korban jiwa, badan kesehatan PBB tersebut menyatakan risiko kesehatan masyarakat secara umum masih tergolong rendah.
Baca juga: Hantavirus Mengintai: 23 Kasus Terdeteksi di Indonesia, Tingkat Kematian 13 Persen
Epidemiolog penyakit menular WHO, Maria van Kerkhove, menjelaskan bahwa karakteristik hantavirus sangat berbeda dengan Covid-19 yang sempat melumpuhkan dunia enam tahun lalu.
Menurutnya, hantavirus menyebar melalui kontak yang dekat dan erat, sebagaimana dilansir BBC, Kamis (7/5/2026).
"Ini bukan Covid, ini bukan influenza, cara penyebarannya sangat, sangat berbeda," ujar Van Kerkhove dalam pengarahan pers pada Kamis waktu setempat.
Tag: #sebut #bukan #pandemi #baru #pemerintah #diminta #edukasi #masyarakat #soal #hantavirus