Mengapa Indonesia Dipilih Jadi Tempat Operasi Judol Ratusan WNA? Ini Kata Pengamat
Chairman Lembaga Riset Siber Indonesia (CISSReC) Pratama Persada mengatakan, Indonesia dinilai menjadi pasar empuk bagi pelaku kejahatan judi online karena pengguna internet yang banyak.
"Indonesia dinilai sangat menarik bagi jaringan seperti ini karena memiliki jumlah pengguna internet dan mobile banking yang sangat besar," katanya melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Senin (11/5/2026).
Selain itu, ada juga penetrasi dompet digital yang masif, serta pasar judi daring yang terus tumbuh.
Dalam perspektif kejahatan siber transnasional, Pratama mengatakan, pasar yang besar selalu menjadi magnet utama.
Baca juga: Warga Sempat Curigai Markas Judol di Hayam Wuruk Jakbar, Orang Kantoran tapi Bercelana Pendek
"Ketika jutaan transaksi digital terjadi setiap hari, maka penyamaran aktivitas ilegal menjadi jauh lebih mudah dilakukan," ucapnya.
Menurut dia, kasus Hayam Wuruk menjadi salah satu indikasi Indonesia dijadikan posisi bukan hanya sebagai target pasar.
"Tetapi juga sebagai operasional hub," ucapnya.
Pratama meyakini, akan sangat berbahaya ketika suatu negara mulai menjadi pusat operasi kejahatan siber tersebut.
Baca juga: Mayoritas WNA yang Ditangkap di Hayam Wuruk Masuk RI Bertujuan Jadi Pekerja Judol
Karena dampaknya bukan hanya pada kerugian ekonomi, melainkan ancaman terhadap keamanan nasional, baik dari penyalahgunaan identitas digital.
"Hingga infiltrasi jaringan kriminal internasional ke dalam ekosistem lokal," tutur Pratama.
Sebelumnya, Sabtu (9/5/2026), Polri menangkap 321 orang terkait tindak pidana judi daring jaringan internasional.
Kemudian, pada Minggu, Polri mengumumkan 320 di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) dan penahanannya dititipkan ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Baca juga: Ratusan WNA Terlibat Kasus Judol di Hayam Wuruk, Anggota DPR: Ini Harus Jadi Perhatian Serius
Adapun 320 WNA yang ditangkap itu terdiri atas 228 warga Vietnam, 57 warga China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, lima warga Thailand, tiga warga Malaysia, dan tiga warga Kamboja.
Sementara itu, seorang lainnya merupakan WNI dan diproses lebih lanjut di Bareskrim Polri.
Tag: #mengapa #indonesia #dipilih #jadi #tempat #operasi #judol #ratusan #kata #pengamat