Waktu Makin Mepet, Puan Buka Suara Soal Arah Pembahasan RUU Pemilu
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Suara.com/Bagaskara)
12:20
12 Mei 2026

Waktu Makin Mepet, Puan Buka Suara Soal Arah Pembahasan RUU Pemilu

Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan penjelasan mengenai kelanjutan Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu di sela-sela pembukaan Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Menanggapi pertanyaan terkait belum adanya keseragaman suara antar partai politik mengenai inisiatif pembahasan RUU tersebut, Puan mengungkapkan bahwa proses komunikasi antar pimpinan partai politik sebenarnya sudah berjalan sejak lama.

"Dari masa sidang yang lalu-lalu terkait dengan RUU Pemilu, kami semua partai sudah melakukan pembicaraan seperti yang saya sampaikan, informal ataupun formal dengan para ketua umum, dengan semua teman-teman untuk bisa melakukan pembicaraan terkait dengan hal tersebut," kata Puan.

Ia menegaskan, bahwa fokus utama dari penyusunan regulasi pemilu ini adalah untuk menjamin kualitas demokrasi di masa depan.

Dirinya berharap aturan baru tersebut nantinya mampu melahirkan proses pemilu yang berintegritas dan memberikan dampak positif bagi negara.

"Jadi apa pun kami berkeinginan bahwa pemilu yang akan datang itu bisa dilakukan secara jurdil, kemudian tidak merugikan rakyat, bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara," ujarnya.

Meski menyadari bahwa waktu menuju pemilu berikutnya sudah semakin dekat, Puan menekankan bahwa DPR tidak ingin terburu-buru tanpa mempertimbangkan aspek kemaslahatan masyarakat.

Baginya, kualitas undang-undang yang berorientasi pada kepentingan rakyat jauh lebih penting daripada sekadar kecepatan pembahasan.

"Ini kan memang waktunya kalau dikatakan sudah mendekati waktunya, betul. Namun bagaimana yang terbaik untuk rakyat adalah yang paling kami utamakan. Jadi kita akan terus melakukan pembicaraan sebaik-baiknya, informal dan formal," pungkasnya.

Editor: Bangun Santoso

Tag:  #waktu #makin #mepet #puan #buka #suara #soal #arah #pembahasan #pemilu

KOMENTAR