Alasan di Balik Keberanian Ocha Protes Keputusan Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI
Salah satu siswa SMAN 1 Pontianak mengungkap alasan mereka berani protes keputusan dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI.
Siswa yang diwawancarai Kompas TV, Rabu (13/5/2026) mengatakan, mereka meyakini jawaban anggota grup C, Josepha Alexandra atau Ocha sudah benar, namun dianggap salah oleh dewan juri dan diberikan minus lima.
Jawaban yang dianggap salah oleh dewan juri tersebut kemudian diulang oleh grup B yang secara substansi sama persis dengan yang dijawab oleh Ocha.
"Nah ketika host itu melemparkan soal kepada grup A dan juga grup B, grup B menjawab dengan jawaban yang sama, sangat sama sekali. Secara substansi juga sama," kata siswa tersebut.
Baca juga: Ucapan Terima Kasih Ocha Kepada Masyarakat yang Membelanya Dalam LCC 4 Pilar MPR
Mereka lantas kaget, jawaban yang sama ini mendapat poin 10, bukan pengurangan seperti yang mereka alami.
"Kemudian diberikan nilai 10 poin oleh juri, maka di situ kami juga kaget, jujur nih kita kaget sekali," ucap siswa itu.
Kejanggalan yang terang-benderang di depan mata dan telinga itu membuat Ocha akhirnya buka suara.
Lewat dukungan teman-temannya, Ocha melayangkan protes kepada dewan juri meskipun dimentahkan lewat alasan "artikulasi".
Baca juga: Josepha Peserta Lomba Cerdas Cermat MPR Temui Gibran, Dapat Motivasi dan Tips Debat
"Karena memang tidak hanya secara substansi tapi secara kalimat yang dilontarkan Ocha sebagai tim C dan juga dengan tim B itu memiliki kesamaan yang persis. Makanya kami di situ pede sekali untuk bisa protes kepada dewan juri," imbuhnya.
Ucapan Terima Kasih Ocha
Dalam kesempatan yang sama, Ocha menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan dukungan.
"Dari saya dan tim berterima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan aspirasi positifnya kepada kami," kata Ocha.
Ocha tidak menyangka aksi berani menegur dewan juri dalam lomba tersebut mendapat atensi nasional.
"Saya dan tim sebenarnya tidak menyangka bahwa atensinya bisa sebesar ini dan video yang tersebar juga booming," katanya.
Baca juga: Anggota MPR Usul Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Diulang
Dia berharap dukungan masyarakat bisa menjadi semangat seluruh tim SMAN 1 Pontianak untuk terus berkembang.
"Semoga hal ini dapat menjadi semangat dan motivasi kami untuk bisa berkembang dan maju lagi ke depannya," tandasnya.
Kronologi Peristiwa Pengurangan Poin
Final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan itu diikuti sembilan sekolah menengah atas di Kalimantan Barat. Tiga sekolah yang lolos ke babak final yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.
Baca juga: Pengakuan Siswa SMAN 1 Pontianak Usai Jawaban Disalahkan Saat Lomba Cerdas Cermat MPR: Jujurly Kaget
Polemik kemudian muncul saat sesi rebutan jawaban dengan pertanyaan, “DPR dalam memilih anggota BPK, wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?”
Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama mantap menjawab.
“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” ujar seorang siswi dari Regu C yang diketahui adalah Ocha.
Bukan mendapat poin tambahan, dewan juri yang merupakan Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita WB justru mengurangi poin minus lima kepada Regu C.
Baca juga: Kronologi Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar yang Buat Wakil Ketua MPR Minta Maaf
Pertanyaan yang sama kemudian dibacakan kembali dan dijawab oleh Regu B dari SMAN 1 Sambas.
“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” jawab peserta Regu B.
Jawaban yang sama dengan Regu C ini kemudian diberikan nilai 10 dengan alasan "Inti jawaban sudah benar."
Keputusan tersebut langsung diprotes oleh Regu C karena merasa telah memberikan jawaban yang sama.
Baca juga: MPR Nonaktifkan Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar
“Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B,” kata peserta Regu C.
Juri kemudian menjelaskan bahwa Regu C dianggap tidak menyebutkan unsur “pertimbangan DPD”.
Namun, Regu C membantah penjelasan tersebut dan bahkan meminta audiens memberikan kesaksian dan mengulang kembali jawaban yang mereka sampaikan.
Dyastasita mengatakan, dewan juri tidak mendengar adanya penyebutan DPD.
MC kemudian meminta agar bisa menerima keputusan dewan juri.
Baca juga: Legislator Minta Mekanisme Penilaian Lomba Cerdas Cermat MPR Dievaluasi Total
Namun Regu C masih meminta pertimbangan kepada penonton apakah ada yang mendengarkan dirinya mengatakan adanya unsur DPD dalam jawaban mereka.
"Apakah ada yang mendengar saya mengatakan DPD," ucap peserta dari Regu C.
Dyastasita kemudian mengatakan "keputusan saya kira di dewan juri ya."
Dewan juri lainnya, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni kemudian mengatakan perlunya artikulasi yang jelas dalam menjawab soal yang diberikan.
"Begini ya, kan sudah diingatkan dari awal, artikulasi itu penting. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas, dewan juri kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus lima," katanya.
Baca juga: Alasan MPR Nonaktifkan Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar
"Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan, ya," ucap Indri.
Tag: #alasan #balik #keberanian #ocha #protes #keputusan #dewan #juri #pilar