Ketua MPR Sebut Juri Lomba Cerdas Cermat Tak Perlu Minta Maaf, Sudah Diwakili Lembaga
Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani.(Kompas.com/Zuhri Noviandi)
16:46
13 Mei 2026

Ketua MPR Sebut Juri Lomba Cerdas Cermat Tak Perlu Minta Maaf, Sudah Diwakili Lembaga

MPR RI menyatakan, dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat tidak perlu lagi menyampaikan permohonan maaf secara pribadi kepada publik, terkait polemik penilaian final lomba tersebut.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menjelaskan, permohonan maaf yang sebelumnya telah disampaikan pimpinan dan Sekretariat Jenderal MPR sudah mewakili seluruh unsur penyelenggara, termasuk para juri.

“Ya, di lembaga MPR kan sudah disampaikan oleh Sekjen. Salah satu pimpinan kita juga sudah menyampaikan permohonan maaf. Jadi itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri, karena ini adalah kegiatan lembaga, bukan kegiatan orang perorang,” kata Muzani saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Ketua MPR: Babak Final Lomba Cerdas Empat Pilar di Kalbar Akan Diulang!

Hal ini disampaikan Muzani saat merespons desakan agar para juri tampil langsung ke publik untuk meminta maaf setelah polemik final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar.

Senada dengan Muzani, Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menegaskan bahwa para juri adalah bagian dari kesekretariatan MPR, sehingga permohonan maaf dari mereka sudah terwakilkan secara kelembagaan.

“Jadi memang tadi sempat dibahas, ya, juri ini adalah perwakilan dari kesekretariatan. Jadi seperti rilis mungkin yang sudah disampaikan beberapa hari yang lalu, itu permohonan maaf dari kesekretariatan yang dalam arti kata saya menyampaikan permohonan maaf untuk kegiatan tersebut,” ujar Siti Fauziah.

Baca juga: Josepha Peserta Lomba Cerdas Cermat MPR Bertemu Gibran, Dapat Motivasi dan Tips Debat

Siti pun menegaskan, permohonan maaf atas polemik LCC di Kalbar tidak lagi bersifat personal, melainkan mewakili seluruh penyelenggara kegiatan.

“Jadi sudah tadi disampaikan itu sudah mewakili dari satu kegiatan. Artinya bukan personal lagi, tapi itu adalah kelembagaan kesekretariatan yang langsung meminta maaf,” kata dia.

Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar diulang

Diberitakan sebelumnya, MPR RI memutuskan final LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat akan diulang setelah polemik penilaian pada babak final menuai protes peserta dan sorotan publik.

“Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya,” ujar Muzani.

Menurut dia, keputusan itu diambil setelah pimpinan MPR mendengarkan penjelasan dari Sekretaris Jenderal MPR terkait polemik yang terjadi dalam final LCC Empat Pilar di Kalbar.

Muzani mengakui terdapat kekurangan dan kekhilafan dalam penyelenggaraan lomba, khususnya pada sesi final.

“Dalam kasus Kalimantan Barat, kami mengucapkan terima kasih atas segala masukan, dan kami semuanya memahami ada kekurangan, ada keterbatasan, ada kekhilafan dalam penyelenggaraan itu,” ucap dia.

Baca juga: Akhir Polemik Jawaban SMAN 1 Pontianak Disalahkan Juri: Ketua MPR Akui Kekurangan, Final Diulang Secepatnya

Dia juga memastikan pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya perlombaan ulang dari awal hingga akhir.

“Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat akan mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir,” tutur Muzani.

Polemik Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar

Polemik bermula saat final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026), yang diikuti sembilan sekolah menengah atas di Kalbar.

Tiga sekolah yang lolos ke babak final ialah SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Persoalan muncul saat sesi rebutan jawaban dengan pertanyaan mengenai lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota BPK.

Baca juga: Alasan di Balik Keberanian Ocha Protes Keputusan Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menjawab.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” ujar seorang siswi dari Regu C.

Namun, dewan juri justru mengurangi nilai Regu C sebesar lima poin.

Pertanyaan kemudian dilempar ke regu lain dan dijawab oleh Regu B dari SMAN 1 Sambas dengan jawaban serupa.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” jawab peserta Regu B.

Baca juga: Ucapan Terima Kasih Ocha Kepada Masyarakat yang Membelanya Dalam LCC 4 Pilar MPR

Juri kemudian menyatakan jawaban tersebut benar.

“Inti jawaban sudah benar. Nilai sepuluh,” kata juri.

Keputusan itu langsung diprotes Regu C karena merasa telah memberikan jawaban yang sama.

“Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B,” ujar peserta Regu C.

Juri lalu menjelaskan bahwa Regu C dianggap tidak menyebutkan unsur “pertimbangan DPD”.

Namun, Regu C membantah penjelasan tersebut dan meminta audiens memberikan kesaksian.

Meski demikian, hasil akhir perlombaan tidak berubah.

Tag:  #ketua #sebut #juri #lomba #cerdas #cermat #perlu #minta #maaf #sudah #diwakili #lembaga

KOMENTAR