Bangun Kehangatan dan Kebersamaan Antar-Jemaah Haji, jejak imani Kembali Gelar Manasik Haji 2026
Jelang puncak musim haji 2026, jejak imani kembali menggelar manasik haji offline selama tiga hari, mulai Selasa (19/05/2026) hingga Kamis (21/05/2026). Program ini merupakan kelanjutan dari manasik offline yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Vice President of Sales, Marketing, Media, and Event jejak imani Rizky Ajeng Andriani mengatakan, penyelenggaraan manasik haji bertujuan agar calon jemaah haji tidak hanya siap secara ilmu dan teknis, tetapi juga mental dan kebersamaannya.
“Sebab, haji bukan perjalanan individual, melainkan perjalanan bersama yang membutuhkan kesiapan fisik, hati, dan mental yang matang untuk meraih haji mabrur,” ujar Rizky Ajeng dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (20/05/2026).
Kehangatan terbangun
Antusiasme calon jemaah haji jejak imani 2026 sudah terasa sejak pagi saat kegiatan manasik haji dimulai. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan tilawah dan refleksi diri. Selanjutnya, calon jemaah haji mengikuti sesi menulis resolusi sepulang haji yang berlangsung penuh haru.
Calon jemaah haji juga kembali dibekali ilmu fikih serta berbagai hal penting terkait perjalanan ibadah haji, seperti saling membantu, berbagi, dan memaafkan.
Suasana hangat pun semakin terasa. Para calon jemaah haji menjadi lebih dekat dan saling mengenal dalam perjalanan menuju tujuan yang sama, yakni memenuhi panggilan ke Baitullah.
Jelang akhir kegiatan, peserta mengikuti sesi persiapan mental bersama psikolog terkait manajemen emosi pribadi.
Sesi tersebut menjadi bagian penting agar calon jemaah haji dapat melatih kesabaran, ketahanan mental, serta kemampuan beradaptasi di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara yang berkumpul di Tanah Suci.
Persiapan fisik dan mental dilanjutkan di hari berikutnya
Antusiasme peserta manasik di tengah proses manasik haji offline yang diadakan oleh jejak imani.
Pada hari kedua, Rabu (20/05/2026), manasik haji difokuskan pada persiapan fisik jemaah. Calon jemaah haji akan melaksanakan simulasi perjalanan haji menggunakan radiophone serta mengenakan kain ihram bagi jemaah laki-laki di bawah terik matahari sebagai bentuk antisipasi menghadapi cuaca panas di Arab Saudi.
Kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi membangun harmonisasi antarjemaah dan manajemen konflik melalui permainan interaktif yang dipandu psikolog.
Rangkaian manasik akan berakhir pada Kamis (21/05/2026) dengan tazkiyatun nafs dan sujud syukur sebelum para calon jemaah haji berangkat pada hari yang sama.
Dalam sesi tersebut, calon jemaah haji akan merefleksikan kembali seluruh pembekalan yang telah diterima sekaligus bertawakal sebelum memulai perjalanan haji.
Dengan total enam hari pembekalan intensif, jejak imani berharap, para calon jemaah haji memiliki kesiapan ilmu, fisik, mental, dan spiritual yang matang sehingga dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih nyaman dan terarah.
Bagi jejak imani, tutur Rizky Ajeng, kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama karena setiap jemaah merupakan tamu Allah SWT yang berhak mendapatkan pelayanan terbaik.
Melalui pembekalan tersebut, jejak imani pun berharap para calon jemaah haji dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih nyaman, terarah, dan penuh kesiapan.
Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui website resmi jejak imani atau akun Instagram @jejakimani.
Tag: #bangun #kehangatan #kebersamaan #antar #jemaah #haji #jejak #imani #kembali #gelar #manasik #haji #2026