Trump Ngaku Hubungi Hizbullah, Ternyata Ini yang Terjadi
Anggota kelompok bersenjata di Lebanon, Hizbullah, membawa peti mati pemimpin Hashem Safieddine dalam prosesi pemakamannya di kampung halamannya di Deir Qanun Al Nahr, 24 Februari 2025.(AFP/MAHMOUD ZAYYAT)
21:36
8 Juni 2026

Trump Ngaku Hubungi Hizbullah, Ternyata Ini yang Terjadi

– Hizbullah membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengeklaim telah menjalin komunikasi langsung dengan mereka. 

Pejabat senior Hizbullah menegaskan, hingga saat ini tidak ada kontak resmi yang terjadi antara kedua belah pihak.

Pernyataan ini muncul setelah Trump memberikan sinyal dalam beberapa kesempatan bahwa pemerintahannya telah melakukan pembicaraan dengan kelompok yang didukung Iran tersebut.

Baca juga: Iran Umumkan Setop Serang Israel, Sempat Siapkan Perang Panjang

Pejabat senior Hezbollah, Mahmud Qomati, menyatakan dalam keterangan tertulis kepada AFP bahwa klaim Trump tidak berdasar pada realitas di lapangan.

"Tidak ada kontak langsung antara Presiden Trump dan pejabat Hezbollah," tegas Qomati pada Senin (8/6/2026).

Menurut Qomati, Trump kemungkinan besar merujuk pada komunikasi yang terjalin melalui jalur perantara, bukan komunikasi langsung. 

Dia menduga pembicaraan yang dimaksud melibatkan penasihat Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, sebagaimana dilansir AFP.

Baca juga: Trump Naik Pitam, Desak Iran dan Israel Hentikan Baku Tembak

"Mungkin (Trump) merujuk pada fakta bahwa penasihat Ketua Parlemen Nabih Berri berkomunikasi dengan Duta Besar AS dan menyampaikan pesan-pesan," jelas Qomati.

Berri selama ini bertindak sebagai perantara. Pada Senin, Berri dilaporkan kembali bertemu dengan Duta Besar AS Michel Issa.

Klaim Trump

Sebelumnya, Trump memberikan pernyataan yang mengejutkan publik terkait upaya penghentian perang di Lebanon antara Israel dan milisi Hizbullah. 

Pada Rabu (3/6/2026), Trump mengatakan kepada wartawan bahwa AS telah membuka jalur komunikasi.

Baca juga: Perang Kembali Pecah, Proksi Iran Bergerak ke Laut Merah untuk Serang Kapal Israel

"Kami sebenarnya berbicara dengan Hezbollah untuk pertama kalinya," ujar Trump saat itu.

Dua hari sebelumnya, Trump juga sempat mengeklaim hal serupa setelah Israel mengancam akan kembali membom pinggiran selatan Beirut yang merupakan benteng Hezbollah. 

"Melalui perwakilan tingkat tinggi, saya melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Hezbollah," kata Trump.

Bagi Qomati, pernyataan Trump tersebut justru menunjukkan sikap oportunistik Washington. 

Dia menilai hal itu menunjukkan sejauh mana pemerintahan AS siap mengabaikan otoritas Lebanon pada indikasi sekecil apa pun mengenai kontak dengan pihak-pihak kuat dan berpengaruh di Lebanon.

Baca juga: Iran Sebut AS Biang Keladi Perang, Sebut Israel Tak Berani Bergerak Sendiri

Sikap Pemerintah Lebanon

Meski ada klaim sepihak dari Trump, Hizbullah tetap pada pendiriannya untuk menolak negosiasi langsung yang disponsori AS antara Israel dan Lebanon yang telah dimulai sejak April lalu.

Sebagaimana diketahui, Lebanon dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam turut menegaskan kedaulatan negaranya dalam proses diplomasi. 

"Hanya negara Lebanon yang bernegosiasi atas nama Lebanon," tegas Salam pada Senin.

Baca juga: Iran Salahkan AS-Israel Langgar Gencatan Senjata, Tegaskan Hak Bela Diri

Konflik ini sendiri bermula pada 2 Maret, saat Hizbullah meluncurkan roket ke arah Israel sebagai aksi balas dendam atas terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran dalam serangan AS-Israel beberapa hari sebelumnya. 

Israel kemudian merespons dengan serangan udara besar-besaran dan invasi darat.

Ketegangan kian memuncak setelah Iran menembakkan rudal ke Israel pada Minggu (7/6/2026) sebagai balasan atas serangan Israel di Beirut.

Iran menegaskan bahwa penghentian konflik di Timur Tengah harus mencakup gencatan senjata di Lebanon.

Baca juga: Iran Hantam 2 Pangkalan Udara Israel, Balas Dendam Usai Fasilitas Radarnya Diserang

Tag:  #trump #ngaku #hubungi #hizbullah #ternyata #yang #terjadi

KOMENTAR